Khutbah Jumat Singkat Terbaru

Mari bersama menabung pahala amal jariyah untuk kehidupan kita kelak di akhirat.   BSI: 7086882242
a.n. Yayasan Yufid Network  

Seluruh dana untuk operasional produksi konten dakwah di Yufid: Yufid.TV, YufidEDU, Yufid Kids, website dakwah (KonsultasiSyariah.com, Yufid.com, KisahMuslim.com, Kajian.Net, KhotbahJumat.com, dll).

Yufid menerima zakat mal untuk operasional dakwah Yufid

Artikel Khutbah Jumat

Pintu Maaf Yang Selalu Terbuka

Khutbah Pertama:

إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا

يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

وَ إِنَّ أَصَدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ، وَأَحْسَنَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلالَةٌ، وَكُلَّ ضَلالَةٍ فِي النَّارِ

أَمَّا بَعْدُ:

أَيُّهَا الْمُسْلِمُونَ اِتَّقُوْا اللهَ تَعَالَى

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Kita kaum muslimin saat ini terlalu tertutup dengan informasi agama kita sendiri. Tapi sangat terbuka dengan informasi selain dari agama mereka. Infromasi berita sehari-hari. Informasi tentang kehidupan plural dan berbaur. Bahkan informasi yang tidak penting sekalipun, umat Islam terbuka menerimanya, seperti informasi gosip rumah tangga orang lain.

Banyak alat ukur yang bisa membuktikan hal ini. Kita bisa menguji umat Islam dengan hal-hal yang sangat mendasar. Yang menunjukkan tertutupnya umat Islam saat ini dengan agamanya. Misalnya, kita bisa bertanya kepada umat Islam tentang arti Allah. Nama Tuhan yang mereka sembah. Nama yang paling sering disebut dalam Alquran. Banyak umat Islam yang tidak tahu arti nama ini. Bahkan mereka tidak menyangka kalau nama Allah itu ada artinya.

Tapi, ketidak-tahuan itu tidak juga mendorong umat Islam terbuka terhadap pengetahuan agama mereka. Kalau mereka belajar agama, bayang-bayang Islam pobia yang sudah masuk ke alam bawah sadar mereka akan menghentikan mereka. Mereka akan mengatakan, “Jangan terlalu serius belajar Islam, nanti jadi keras dan kaku.” “Jangan terlalu serius belajar agama, nanti hidup susah.” “Jangan terlalu serius belajar agama, nanti aliran sesat.” Ini sebenarnya sangat aneh. Agama sendiri koq tidak dipelajari.

Karena umat Islam begitu terbuka terhadap informasi selain agama dan tertutup tentang agama mereka sendiri, di antara umat Islam ada yang memahami bahwa Allah itu Tuhan yang suka menghukum. Tuhan yang bengis. Tuhan yang suka mengadzab dan lain-lain.

Padahal kata pertama dalam Alquran di awal surat Al-Fatihah, saat Allah mengenalkan dirinya adalah dengan menyatakan,

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ (2) الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ (3)

“Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. [Quran Al-Fatihah: 2-3].

Berulang-ulang Allah sebutkan dalam lafadz basmalah bahwa Allah itu Ar-Rahman dan Ar-Rahim. Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Tapi umat Islam tidak merenungi cara Allah mengenalkan diri-Nya ini. Mereka lebih terbuka dengan informasi yang mencuci otak mereka bahwa Allah itu kejam, wal ‘iyadzubillah.

Allah Ta’ala menyebutkan,

وَرَحْمَتِى وَسِعَتْ كُلَّ شَىْءٍ 

“Dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu.” [Quran Al-A’raf: 156].

Sebutkan tempat yang sangat jauh yang ada di pikiran kita. Kedalaman laut yang tidak tersentuh cahaya matahari? Rahmat Allah sampai ke sana. Luar angkasa yang tidak terjangkau oleh oksigen? Rahmat Allah sampai ke sana. Karena kasih sayang dan Rahmat-Nya meliputi segala sesuatu.

Bahkan rahmat Allah sampai kepada orang-orang yang tidak beriman kepada-Nya. Mereka Allah beri kesehatan bahkan kekayaan. Rahmat Allah juga ia bukakan bagi para pendosa yang rajin berbuat dosa. Allah Ta’ala berfirman,

قُلْ يَٰعِبَادِىَ ٱلَّذِينَ أَسْرَفُوا۟ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا۟ مِن رَّحْمَةِ ٱللَّهِ إِنَّ ٱللَّهَ يَغْفِرُ ٱلذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُۥ هُوَ ٱلْغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ

Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” [Quran Az-Zumar: 53]

Berkaitan ayat ini, Imam al-Bukhari meriwayatkan dari sepupu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Abdullah bin Abbas radhiallahu ‘anhuma, ia berkata,

أَنَّ نَاسًا مِنْ أَهْلِ الشِّرْكِ كَانُوْا قَدْ قَتَلُوْا فَأَكْثَرُوْا، وَزَنُوْا فَأَكْثَرُوْا. فَأَتَوْا مُحَمَّدًا – صلى الله عليه وسلم – فَقَالُوْا: إِنَّ الَّذِيْ تَقُوْلُ وَتَدْعُوْ إِلَيْهِ لَحَسَنٌ لَوْ تُخْبِرُنَا أَنَّ لِمَا عَمِلْنَا كَفَّارَةٌ

Ada sekelompok orang yang masih menganut kesyirikan, mereka adalah orang-orang yang banyak melakukan pembunuhan. Banyak melakukan perbuatan zina. Mereka datang menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu mengatakan, “Agama yang kau ajarkan dan kau serukan ini sungguh bagus sekali. Kalau saja kau sampaikan kepada kami tentang perbuatan kami di masa lalu diampuni.” Lalu Allah menurunkan firman-Nya,

قُلْ يَٰعِبَادِىَ ٱلَّذِينَ أَسْرَفُوا۟ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا۟ مِن رَّحْمَةِ ٱللَّهِ إِنَّ ٱللَّهَ يَغْفِرُ ٱلذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُۥ هُوَ ٱلْغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ

Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” [Quran Az-Zumar: 53]

Dalam hadits yang diriwayatkan Imam Ahmad dari sahabat  Amr bin Anbasah radhiallahu ‘anhu, ia berkata,

عَنْ ‌عَمْرُو ‌بْنِ ‌عَبَسَةَ، قَالَ: جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِي صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شَيْخٌ كَبِيْرٌ يَدْعَمُ عَلَى عَصَا لَهُ، فَقَالَ: يَا رَسُوْلَ اللهِ، ‌إِنَّ ‌لِي ‌غَدَرَاتٌ ‌وَفَجَرَاتٌ، فَهَلْ يَغْفِرُ لِي؟ قَالَ: “أَلَسْتَ تَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهَ؟ “. قَالَ: بَلَى، وَأَشْهَدُ أَنَّكَ رَسُوْلُ اللهِ، قَالَ: ” قَدْ غُفِرَ لَكَ غَدَرَاتُكَ وَفَجَرَاتُكَ “

“Ada seorang laki-laki yang sudah sangat tua. Ia berjalan dengan bertumpu pada tongkatnya. Ia datang menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Laki-laki tua itu berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku memliki kesahalan dan dosa yang banyak. Apakah aku masih diampuni”? 

Rasulullah menjawab, “Bukankan engkau bersaksi tidak ada Tuhan yang benar kecuali Allah”? “Iya. Aku juga bersaksi, Anda adalah utusan Allah.” jawab laki-laki tua itu. 

Rasulullah mengatakan, “Sungguh telah diampuni dosa-dosa dan kesalahan-kesalahanmu.” (HR. Ahmad No: 19432).

Jamaah yang dimuliakan Allah,

Ayat dan hadits di atas menunjukkan luasnya rahmat Allah. Menunjukkan betapa besarnya kasih sayang Allah. Di ayat Surat Az-Zumar ayat 53 tadi, Allah masih menyebut mereka dengan sapaan, “Hai hamba-hamba-Ku”. Masih Allah nisbatkan mereka dengan diri-Nya yang Maha Mulia. Seakan Allah hendak mengatakan, “Kalian pendosa, kalian juga hamba-hamba-Ku.” Seperti orang tua yang mengatakan, “Dia memang nakal, tapi dia anakku.”

Dan seseorang akan sangat bahagia tatkala dinisbatkan dengan sesuatu yang besar, mulia, dan ia cintai. Ada gubernur mengatakan, “Dia ini temanku.” Apa yang dirasakan orang tersebut? Senang dan bangga. Bahkan seseorang terkadang tidak suka kalau orang yang ia cintai hanya menyebut namanya. Tapi lebih suka kalau dia dinisbatkan kepada yang ia cintai. Contoh: seorang istri yang suaminya memanggailnya dengan, “Sayangku”. Ia akan lebih bahagia dibanding sang suami memanggilnya dengan menyebut namanya.

Bagaimana tatkala Allah menisbatkan diri-Nya yang mulia dengan hamba-hamba-Nya para pendosa. Allah sebut, “Hamba-hambaku.” Tentu mereka yang sudah berputus asa, berubah menemukan harapan. Oleh karena itu, al-Qadhi Iyadh rahimahullah mengatakan, 

وَمِـمَّا زَادَنِيْ شَـرَفـاً وَتِـيْــهـاً

وَكِدْتُ بِأَخْمَصِيْ أَطَأُ الـثُرَيَّا

دُخُوْلِيْ تَحْتَ قَوْلِكَ يَا عِبَادِيْ

وَأَنْ صَـيَّرْتَ أَحْمَدَ لِيْ نَـبِيَّـا

Dan membuatku semakin terhormat dan bertambah mulia

Serasa kakiku menapak Bintang tsurayya di langit sana

Engkau sebut aku dalam ucapan-Mu ‘Hai hamba-Ku’

Dan Engkau jadikan Muhammad sebagai Nabi-Ku

Seperti itulah Allah menyapa hamba-hamba-Nya yang pendosa. Orang-orang yang sering tidak menaati-Nya. Namun Allah tawari mereka untuk kembali. Allah ajak dan sambut mereka dengan kasih sayang dan pemuliaan.

قُلْ يَٰعِبَادِىَ ٱلَّذِينَ أَسْرَفُوا۟ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا۟ مِن رَّحْمَةِ ٱللَّهِ إِنَّ ٱللَّهَ يَغْفِرُ ٱلذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُۥ هُوَ ٱلْغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ

Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” [Quran Az-Zumar: 53]

Jamaah yang dimuliakan Allah,

Allah Ta’ala senantiasa membuka pintu rahmat, taubat, dan kasih sayangnya untuk hamba-hamba-Nya hingga hari kiamat. Atau sebelum nyawa seseorang berada di tenggorokan. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ اللهَ يَقْبَلُ تَوْبَةَ الْعَبْدِ مَالَمْ يُغَرْغِرْ

“Sesungguhnya Allah akan menerima taubat seorang hamba sebelum nyawanya sampai ketenggorokan.” [HR. At-Turmudzi].

Sebesar apapun kesalahan seseorang selama nyawanya belum sampai di tenggorokan, pintu taubat tetap Allah buka untuknya. Perhatikan kisah ash-habul ukhdud. Yaitu penguasa yang membunuh orang-orang yang beriman. Yang ia bunuh bukan satu atau dua orang. Tapi satu kampung. Yang ia bunuh bukan orang jahat, tapi orang-orang taat dan wali-wali Allah. Allah Ta’ala berfirman,

 إِنَّ ٱلَّذِينَ فَتَنُوا۟ ٱلْمُؤْمِنِينَ وَٱلْمُؤْمِنَٰتِ ثُمَّ لَمْ يَتُوبُوا۟ فَلَهُمْ عَذَابُ جَهَنَّمَ وَلَهُمْ عَذَابُ ٱلْحَرِيقِ

“Sesungguhnya orang-orang yang membunuh orang-orang yang mukmin laki-laki dan perempuan kemudian mereka tidak bertaubat, maka bagi mereka azab Jahannam dan bagi mereka azab (neraka) yang membakar.” [Quran Al-Buruj: 10].

Maksudnya, kalau mereka bertaubat, mereka tidak akan mendapat adzab. Tapi mereka memilih untuk tidak bertaubat.

Terkait ayat ini, Hasan al-Bashri mengatakan,

اُنْظُرُوْا إِلَى هَذَا الكَرَمِ وَالْجُوْدِ قَتَلُوْا أَوْلِيَاءَهُ وَهُوَ يَدْعُوْهُمْ إِلَى التَّوْبَةِ وَالْمَغْفِرَةِ

“Perhatikanlah betapa mulia dan dermawayannya Allah. Orang-orang ini membunuh wali-wali Allah yang taat. Tapi Allah tetap ajak mereka untuk bertaubat dan menuju ampunan.”

Seperti inilah Allah menawari manusia untuk bertaubat. Sebelum pintu taubat itu Dia tutup.

Demikian sebagai khotbah yang pertama.

أَقُولُ قَوْلِي هَذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ؛ فَإِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.

Khutbah Kedua:

الْحَمْدُ للهِ عَلَى إِحْسَانِهِ، وَالشُّكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيقِهِ وَامْتِنَانِهِ، وَأَشْهَدُ أَلاَّ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ تَعْظِيمًا لِشَانِهِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ نَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ الدَّاعِي إِلَى رِضْوانِهِ، صَلَّى اللهُ عَليْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَأَعْوَانِهِ، وَسَلَّمَ تَسْلِيمًا كَثِيرًا..

أَمَّا بَعْدُ:

أَيُّهَا الْمُسْلِمُونَ اِتَّقُوْا اللهَ تَعَالَى:

Jamaah yang dimuliakan Allah,

Pada khotbah pertama khotib menyampaikan tentang kesalah-pahaman dan buruk sangka sebagian kaum muslimin tentang kasih sayang Allah Ta’ala. Mereka menuduh Allah itu kejam. Dan mudah-mudahan apa yang khotib sampaikan di khotbah pertama bisa meluruskan kesalah-pahaman tersebut.

Namun, luasnya rahmat Allah tersebut bisa jadi membuat seseorang kembali ditipu oleh setan. Setan membisikinya untuk meremehkan dosa, “Kan Allah Maha Pengampun”, “Kan Allah Maha Luas rahmat-Nya”, “Nanti saja taubat, kalau sudah kerja. Atau kalau sudah menikah. Atau kalau sudah punya anak. Atau kalau sudah tua.” Dan tipuan-tipuan lainnya.

Hingga seseorang menjadi tidak takut kepada Allah Ta’ala. Seorang ulama yang bernama ‘Ala bin Ziyad pernah berceramah di tengah masyarakat. Ia menjelaskan tentang ngerinya adzab neraka atau yang semisalnya. Lalu ada seseorang berkomentar, 

لِمَاذَا تُقَنِّطُ النَاسَ؟

“Mengapa engkau membuat orang berputus asa dari rahmat Allah”?

‘Ala menjawab,

وَأَنَا أَقْدِرُ أَنْ أُُقَنِّطُ النَّاسَ؟ وَاللهِ يَقُوْلُ : يَٰعِبَادِىَ ٱلَّذِينَ أَسْرَفُوا۟ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا۟ مِن رَّحْمَةِ ٱللَّهِ

“Apakah aku mampu membuat orang berputus asa dari rahmat Allah? setelah Allah menyatakan, ‘Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah’.

Namun ingat, Allah juga menyatakan,

وَأَنَّ المُسْرِفِيْنَ هُمْ أَصْحَابُ النَّارِ

“Dan sesungguhnya orang-orang yang melampaui batas, mereka itulah penghuni neraka.” [Quran Ghafir: 43]

وَلَكِنَّكُمْ تُحِبُّوْنَ أَنْ تُبَشِّرُوْا بِالْجَنَّةِ عَلَى مَسَاوِئِ أَعْمَالِكُمْ، وَإِنَّمَا بُعِثَ مُحَمَّدٌ ﷺ بَشِيْرًا وَنَذِيْرًا

Namun kalian lebih suka diberi kabar gembira dengan surga padahal kalian banyak mengerjakan dosa. Dan padahal Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam diutus sebagai pembawa kabar gembira sekaligus pemberi peringatan.”

Jamaah yang dimuliakan Allah,

Semoga Allah menjadikan kita hamba yang seimbang antara rasa takut dan harapnya kepada Allah. Semoga Allah membimbing kita untuk beramal menuju surga-Nya dan takut akan neraka-Nya. Dan semoga kita termasuk orang-orang yang adil. Tidak hanya senang mendengar kabar-kabar tentang surga, padahal kita pendosa. Tapi, kita termasuk orang yang siap mendengar ayat dan hadits tentang ancaman dan adzab, agar kita kembali kepada Allah Ta’ala.

Terakhir, khotib sampaikan kepada diri khotib pribadi dan jamaah sekalian. Mari kita kembali kepada Allah saat pintu taubat dan maaf itu Dia buka selebar-lebarnya. Karena ada saatnya pintu tersebut Dia tutup, dan kita akan menyesal selama-lamanya.

﴿إِنَّ اللهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا﴾ [الأحزاب: 56]، وَقَالَ ‏صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلاةً وَاحِدَةً صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا» [رَوَاهُ مُسْلِم].

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ . وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ الأَئِمَّةِ المَهْدِيِيْنَ أَبِيْ بَكْرِ الصِّدِّيْقِ ، وَعُمَرَ الفَارُوْقِ ، وَعُثْمَانَ ذِيْ النُوْرَيْنِ، وَأَبِي الحَسَنَيْنِ عَلِي، وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الصَّحَابَةِ أَجْمَعِيْنَ، وَعَنِ التَابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، وَعَنَّا مَعَهُمْ بِمَنِّكَ وَكَرَمِكَ وَإِحْسَانِكَ يَا أَكْرَمَ الأَكْرَمِيْنَ.

اَللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِيْنَ ، اَللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِيْنَ ، اَللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِيْنَ ، وَأَذِلَّ الشِرْكَ وَالمُشْرِكِيْنَ ، وَدَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنَ ، وَاحْمِ حَوْزَةَ الدِّيْنِ يَا رَبَّ العَالَمِيْنَ ، اَللَّهُمَّ آمِنَّا فِي أَوْطَانِنَا وَأَصْلِحْ أَئِمَّتَنَا وَوُلَاةَ أُمُوْرِنَا وَاجْعَلْ وِلَايَتَنَا فِيْمَنْ خَافَكَ وَاتَّقَاكَ وَاتَّبَعَ رِضَاكَ يَا رَبَّ العَالَمِيْنَ ، اَللَّهُمَّ وَفِّقْ وَلِيَ أَمْرِنَا لِمَا تُحِبُّ وَتَرْضَى وَأَعِنْهُ عَلَى البِرِّ وَالتَقْوَى وَسَدِدْهُ فِي أَقْوَالِهِ وَأَعْمَالِهِ يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ ، اَللَّهُمَّ وَفِّقْ جَمِيْعَ وُلَاةَ أَمْرِ المُسْلِمِيْنَ لِلْعَمَلِ بِكِتَابِكَ وَاتِّبَاعِ سُنَّةَ نَبِيِّكَ صلى الله عليه وسلم ، وَاجْعَلْهُمْ رَأْفَةً عَلَى عِبَادِكَ المُؤْمِنِيْنَ

عِبَادَ اللهِ : اُذْكُرُوْا اللهَ يَذْكُرْكُمْ ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ ،  وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ  .

Belajar Iqro Belajar Membaca Al-Quran

KLIK GAMBAR UNTUK MEMBELI FLASHDISK VIDEO BELAJAR IQRO, ATAU HUBUNGI: +62813 26 3333 28