Khutbah Pertama:

إن الحمدَ لله، نحمدُه ونستعينُه ونستغفِرُه، ونعوذُ بالله مِن شُرور أنفُسنا ومِن سيئاتِ أعمالِنا، مَن يهدِ اللهُ فلا مُضِلَّ له، ومَن يُضلِل فلا هادِيَ له، وأشهدُ أن لا إله إلا الله وحدَه لا شريكَ له، وأشهدُ أن محمدًا عبدُه ورسولُه، صلَّى الله وسلَّم وبارَك عليه، وعلى آلِهِ الطيبين الطاهِرين، وصحابتِه الغُرِّ الميَامِين، والتابِعِين ومَن تبِعَهم بإحسانٍ إلى يوم الدين.

Ibadallah,

Khtib mewasiatkan kepada diri khotib pribadi dan jamaah sekalian agar senantiasa bertakwa kepada Allah. Bertakwa dalam keadaan menyendiri maupun di tengah keramaian.

﴿غَافِرِ الذَّنْبِ وَقَابِلِ التَّوْبِ شَدِيدِ الْعِقَابِ ذِي الطَّوْلِ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ إِلَيْهِ الْمَصِيرُ﴾

“Yang Mengampuni dosa dan Menerima taubat lagi keras hukuman-Nya. Yang mempunyai karunia. Tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Hanya kepada-Nya-lah kembali (semua makhluk).” [Quran Ghafir: 3].

Berbekallah Anda sekalian untuk tinggal di tempat kembali kalian.

﴿وَاتَّقُوا يَوْمًا تُرْجَعُونَ فِيهِ إِلَى اللَّهِ ثُمَّ تُوَفَّى كُلُّ نَفْسٍ مَا كَسَبَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ﴾

“Dan peliharalah dirimu dari (azab yang terjadi pada) hari yang pada waktu itu kamu semua dikembalikan kepada Allah. Kemudian masing-masing diri diberi balasan yang sempurna terhadap apa yang telah dikerjakannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan).” Quran Al-Baqarah: 281].

Allah Ta’ala mewajibkan kita untuk merealisasikan ubudiyah dan takwa kepadanya.

﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ﴾

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” [Quran Al-Baqarah: 183].

Ibadallah,

Sudah kewajiban kita kaum muslimin untuk kembali kepada Alquran dalam setiap keadaan. Kita reguk kesejukan Alquran bagaikan orang yang kehausan. Jangan berhenti berinteraksi dengan Alquran hanya sebatas membacanya saja. Tapi, pahamilah juga maknanya. Tadabburi ayat-ayatnya. Sehingga Alquran itu memiliki pengaruh besar dalam kehiduapn manusia. Agar Alquran menduduki tempat utama di masyarakat. Sebagaimana kedudukan tauhid dan risalah.

Hendaknya kita mengagungkan apa yang diagungkan Alquran seperti akidah, syariat, dan akhlak. Kita letakkan masing-masing bidang ini porsi yang sesuai yang diberikan Alquran. Jika kita melakukan demikian, maka klaim kita kembali kepada Alquran adalah klaim yang benar. Dan betapa butuhnya umat ini kepada kitab Rabb mereka. Menunjuki diri dengan petunjuknya.

Ibadallah,

Siapa yang membaca Alquran, ia akan melihat kedudukan keimanan pada hari akhir, hari kebangkitan, dan hari manusia dikumpulkan pada hari kiamat. Allah Ta’ala mengulang-ulangnya dalam beberapa ayat di dalam kitab-Nya. Alquran menyampaikan pesannya itu dengan cara permisalan, kisah, dan peringatan kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Allah menjelaskan bagaimana keadaan orang-orang kafir terhadap hari kiamat. Allah Ta’ala berfirman,

﴿زَعَمَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنْ لَنْ يُبْعَثُوا قُلْ بَلَى وَرَبِّي لَتُبْعَثُنَّ ثُمَّ لَتُنَبَّؤُنَّ بِمَا عَمِلْتُمْ وَذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ﴾

“Orang-orang yang kafir mengatakan bahwa mereka sekali-kali tidak akan dibangkitkan. Katakanlah: “Memang, demi Tuhanku, benar-benar kamu akan dibangkitkan, kemudian akan diberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan”. Yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.” [Quran At-Taghabun: 7].

firman-Nya juga,

﴿وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لَا تَأْتِينَا السَّاعَةُ قُلْ بَلَى وَرَبِّي لَتَأْتِيَنَّكُمْ عَالِمِ الْغَيْبِ﴾

“Dan orang-orang yang kafir berkata: “Hari berbangkit itu tidak akan datang kepada kami”. Katakanlah: “Pasti datang, demi Tuhanku Yang Mengetahui yang ghaib’.” [Quran Saba: 3].

Dan firman-Nya:

﴿وَيَسْتَنْبِئُونَكَ أَحَقٌّ هُوَ قُلْ إِي وَرَبِّي إِنَّهُ لَحَقٌّ وَمَا أَنْتُمْ بِمُعْجِزِينَ﴾

“Dan mereka menanyakan kepadamu: “Benarkah (azab yang dijanjikan) itu? Katakanlah: “Ya, demi Tuhanku, sesungguhnya azab itu adalah benar dan kamu sekali-kali tidak bisa luput (daripadanya)”.[Quran Yunus: 53].

Iman kepada hari kiamat atau hari akhir merupakan salah satu rukun Islam.

﴿لَيْسَ الْبِرَّ أَنْ تُوَلُّوا وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلَكِنَّ الْبِرَّ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالْكِتَابِ وَالنَّبِيِّينَ﴾

“Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi…” [Quran Al-Baqarah: 177].

Dalam hadits yang masyhur dikenal dengan hadits Jibril ‘alaihissalam, Jibril datang menemui para sahabat untuk mengajarkan mereka agama mereka. Di antara potongan hadits tersebut adalah:

الإيمانُ: أن تُؤمِنَ بالله وملائكتِه وكُتُبِه ورُسُلِه واليوم الآخر، وتُؤمِنَ بالقَدَرِ خيرِه وشرِّه

“Iman adalah keimanan kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir, dan beriman kepada takdir yang baik dan buruk.” (HR. Muslim).

Ubay bin Khalaf atau al-Ash bin Wafil datang menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan di tangannya terdapat tulang yang sudah hancur. Ia ingin menguji Nabi dengan timbangan hawa nafsunya. Ia berkata,

يا مُحمد! أتزْعُمُ أنَّ اللهَ يبعَثُ هذا؟

‘Hei Muhammad, kau sangka Allah akan membangkitkan lagi ini?”

Nabi menjawab,

نعم، يُميتُكَ اللهُ ثم يبعَثُكَ، ثم يحشُرُكَ إلى النار

“Iya. Allah yang mematikanmu kemudian Dia juga yang membangkitkanmu. Kemudian mengumpulkanmu di neraka.”

Kemudian Allah Ta’ala menurunkan firman-Nya:

﴿أَوَلَمْ يَرَ الْإِنْسَانُ أَنَّا خَلَقْنَاهُ مِنْ نُطْفَةٍ فَإِذَا هُوَ خَصِيمٌ مُبِينٌ (77) وَضَرَبَ لَنَا مَثَلًا وَنَسِيَ خَلْقَهُ قَالَ مَنْ يُحْيِ الْعِظَامَ وَهِيَ رَمِيمٌ (78) قُلْ يُحْيِيهَا الَّذِي أَنْشَأَهَا أَوَّلَ مَرَّةٍ وَهُوَ بِكُلِّ خَلْقٍ عَلِيمٌ (79) الَّذِي جَعَلَ لَكُمْ مِنَ الشَّجَرِ الْأَخْضَرِ نَارًا فَإِذَا أَنْتُمْ مِنْهُ تُوقِدُونَ (80) أَوَلَيْسَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ بِقَادِرٍ عَلَى أَنْ يَخْلُقَ مِثْلَهُمْ بَلَى وَهُوَ الْخَلَّاقُ الْعَلِيمُ (81) إِنَّمَا أَمْرُهُ إِذَا أَرَادَ شَيْئًا أَنْ يَقُولَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ (82) فَسُبْحَانَ الَّذِي بِيَدِهِ مَلَكُوتُ كُلِّ شَيْءٍ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ﴾

“Dan apakah manusia tidak memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setitik air (mani), maka tiba-tiba ia menjadi penantang yang nyata! Dan ia membuat perumpamaan bagi Kami; dan dia lupa kepada kejadiannya; ia berkata: “Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang, yang telah hancur luluh?” Katakanlah: “Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk. yaitu Tuhan yang menjadikan untukmu api dari kayu yang hijau, maka tiba-tiba kamu nyalakan (api) dari kayu itu”. Dan tidaklah Tuhan yang menciptakan langit dan bumi itu berkuasa menciptakan yang serupa dengan itu? Benar, Dia berkuasa. Dan Dialah Maha Pencipta lagi Maha Mengetahui. Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: “Jadilah!” maka terjadilah ia. Maka Maha Suci (Allah) yang di tangan-Nya kekuasaaan atas segala sesuatu dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.” [Quran Yasin: 77-83].

Ayyuhannas,

Obat terbaik untuk hati adalah nasihat. Dan nasihat terbaik adalah mengingat hari kiamat. Dalam hari kiamat tersebut dijelaskan mulai dari apa yang dialami manusia di alam kubur, hari kebangkitan, dan hari manusia dikumpulkan di hadapa Allah Ta’ala pada hari kiamat.

Hari kiamat bukanlah seperti hari-hari yang kita kenal sekarang. Saat itu tidak ada kehidupan. Setelah semua makhluk binasa, Allah hujani bumi selama emapt puluh pagi dengan hujan yang lebat. Dari situlah tumbuh jasad-jasad manusia sebagaimana bibit tanaman tumbuh. Kemudian Israfil meniupkan sangkakala untuk kali yang kedua. Manusia pun bangkit. Ruh mereka dikembalikan kepada jasad. Mereka pun dikumpulkan.

﴿وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَإِذَا هُمْ مِنَ الْأَجْدَاثِ إِلَى رَبِّهِمْ يَنْسِلُونَ﴾

“Dan ditiuplah sangkalala, maka tiba-tiba mereka keluar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Tuhan mereka.” [Quran Yasin: 51].

Kubur-kubur terbelah. Penghuninya pun keluar. Semua keturunan Adam dibangkitkan oleh Allah Ta’ala.

﴿وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَجَمَعْنَاهُمْ جَمْعًا﴾

“Kemudian ditiup lagi sangkakala, lalu Kami kumpulkan mereka itu semuanya.” [Quran Al-Kahfi: 99].

﴿إِنْ كَانَتْ إِلَّا صَيْحَةً وَاحِدَةً فَإِذَا هُمْ جَمِيعٌ لَدَيْنَا مُحْضَرُونَ﴾

“Tidak adalah teriakan itu selain sekali teriakan saja, maka tiba-tiba mereka semua dikumpulkan kepada Kami.” [Quran Yasin: 53].

Bayangkan! Betapa mengerikannya hari itu. Terdapat suatu suara yang mengguncang bumi. Bumi terbelah dan manusia keluar dari kubur mereka. Mereka semua berdiri di hadapkan kepada Allah Ta’ala.

﴿فَإِنَّمَا هِيَ زَجْرَةٌ وَاحِدَةٌ فَإِذَا هُمْ يَنْظُرُونَ﴾

“Maka sesungguhnya kebangkitan itu hanya dengan satu teriakan saja; maka tiba-tiba mereka meIihatnya.” [Quran Ash-Shaffat: 19]

Orang-orang keluar dari kuburnya. Setelah sebelumnya mereka mendapat nikmat atau adzab kubur. Ada yang mendapat kelapangan dan nikmat di kubur. Ada pula yang mendapat kesempitan dan adzab. Manusia pertama yang keluar dari kuburnya adalah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sebagaimana sabda beliau,

أَنَا سَيِّدُ وَلَدِ آدَمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، وَأَوَّلُ مَنْ يَنْشَقُّ عَنْهُ الْقَبْرُ، وَأَوَّلُ شَافِعٍ وَأَوَّلُ مُشَفَّعٍ

“Saya adalah terbaik dari anak Adam pada hari kiamat. Pertama kali dikeluarkan dari kubur. Dan pertama kali orang yang memberi syafaat dan yang diberi syafaat.” (HR. Muslim).

Manusia dikumpulkan dalam keadaan tanpa alas kaki, telanjang, dan belum dikhitan.

﴿كَمَا بَدَأْنَا أَوَّلَ خَلْقٍ نُعِيدُهُ﴾

“Sebagaimana Kami telah memulai panciptaan pertama begitulah Kami akan mengulanginya.” [Quran Al-Anbiya: 104].

Aisyah radhiallahu ‘anha mengatakan, “Wahai Rasulullah, laki-laki dan wanita saling melihat?” Beliau menjawab,

الأمرُ أشَدُّ مِن أن يُهِمَّهم ذلك

“Urusan saat itu lebih berat daripada harus memperhatikan yang demikian.”

Makhluk pertama yang dipakaikan pakaian adalah Ibrahim ‘alaihissalam.

Manusia keluar dari kuburnya bagaikan gelombang. Ada yang datang dan ada yang pergi. Mereka tidak tahu harus pergi kemana. Mereka dalam kebingungan. Terombang-ambing di tengah gelombang manusia.

﴿يَوْمَ يَكُونُ النَّاسُ كَالْفَرَاشِ الْمَبْثُوثِ﴾

“Pada hari itu manusia adalah seperti anai-anai yang bertebaran.” [Quran Al-Qariah: 4].

خُشَّعًا أَبْصَارُهُمْ يَخْرُجُونَ مِنَ الْأَجْدَاثِ كَأَنَّهُمْ جَرَادٌ مُّنتَشِرٌ (7) مُّهْطِعِينَ إِلَى الدَّاعِ ۖ يَقُولُ الْكَافِرُونَ هَٰذَا يَوْمٌ عَسِرٌ (8)

“Sambil menundukkan pandangan-pandangan mereka keluar dari kuburan seakan-akan mereka belalang yang beterbangan. mereka datang dengan cepat kepada penyeru itu. Orang-orang kafir berkata: “Ini adalah hari yang berat”. [Quran Al-Qamar: 7-8]

﴿يَوْمَ يَدْعُوكُمْ فَتَسْتَجِيبُونَ بِحَمْدِهِ وَتَظُنُّونَ إِنْ لَبِثْتُمْ إِلَّا قَلِيلًا﴾

“yaitu pada hari Dia memanggil kamu, lalu kamu mematuhi-Nya sambil memuji-Nya dan kamu mengira, bahwa kamu tidak berdiam (di dalam kubur) kecuali sebentar saja.” [Quran Al-Isra: 52].

Dikatakan kepada mereka, “Wahai manusia, kemarilah menuju Rabb kalian.”

﴿يَوْمَئِذٍ يَتَّبِعُونَ الدَّاعِيَ لَا عِوَجَ لَهُ وَخَشَعَتِ الْأَصْوَاتُ لِلرَّحْمَنِ فَلَا تَسْمَعُ إِلَّا هَمْسًا﴾

“Pada hari itu manusia mengikuti (menuju kepada suara) penyeru dengan tidak berbelok-belok; dan merendahlah semua suara kepada Tuhan Yang Maha Pemurah, maka kamu tidak mendengar kecuali bisikan saja.” [Quran Tha-ha: 108].

﴿فَإِذَا نُفِخَ فِي الصُّورِ فَلَا أَنْسَابَ بَيْنَهُمْ يَوْمَئِذٍ وَلَا يَتَسَاءَلُونَ﴾

“Apabila sangkakala ditiup maka tidaklah ada lagi pertalian nasab di antara mereka pada hari itu, dan tidak ada pula mereka saling bertanya.” [Quran Al-Mukminun: 101].

﴿يَوْمَ يَفِرُّ الْمَرْءُ مِنْ أَخِيهِ (34) وَأُمِّهِ وَأَبِيهِ (35) وَصَاحِبَتِهِ وَبَنِيهِ (36) لِكُلِّ امْرِئٍ مِنْهُمْ يَوْمَئِذٍ شَأْنٌ يُغْنِيهِ﴾

“Pada hari ketika manusia lari dari saudaranya, dari ibu dan bapaknya, dari istri dan anak-anaknya. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya.” [Quran Abasa: 34-37].

﴿يَوْمَ هُمْ بَارِزُونَ لَا يَخْفَى عَلَى اللَّهِ مِنْهُمْ شَيْءٌ﴾

“(Yaitu) hari (ketika) mereka keluar (dari kubur); tiada suatupun dari keadaan mereka yang tersembunyi bagi Allah.” [Quran Ghafir: 16].

Allah Ta’ala Al-Jabbar berseru:

﴿لِمَنِ الْمُلْكُ الْيَوْمَ﴾

“Kepunyaan siapakah kerajaan pada hari ini?”

Kemudian Dia sendiri menjawab pertanyaannya itu:

﴿لِلَّهِ الْوَاحِدِ الْقَهَّارِ (16) الْيَوْمَ تُجْزَى كُلُّ نَفْسٍ بِمَا كَسَبَتْ لَا ظُلْمَ الْيَوْمَ﴾

“Kepunyaan Allah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan. Pada hari ini tiap-tiap jiwa diberi balasan dengan apa yang diusahakannya. Tidak ada yang dirugikan pada hari ini. Sesungguhnya Allah amat cepat hisabnya.” [Quran Ghafir: 16-17].

وَيَوْمَ يَقُولُ كُنْ فَيَكُونُ قَوْلُهُ الْحَقُّ وَلَهُ الْمُلْكُ يَوْمَ يُنْفَخُ فِي الصُّورِ﴾

“Dan benarlah perkataan-Nya di waktu Dia mengatakan: “Jadilah, lalu terjadilah”, dan di tangan-Nya-lah segala kekuasaan di waktu sangkakala ditiup.” [Quran Al-An’am: 73].

Ada manusia dibangkitkan dari kubur mereka dengan berseru:

لبَّيكَ اللهُمَّ لبَّيكَ

“Kami penuhi panggilanmu ya Allah. Kami penuhi.”

Ia wafat dalam keadan ihram. Ada pula seseorang yang dibangkitkan dalam keadaan luka yang masih berdarah. Warnanya merah darah tapi aromanya wangi kasturi. Orang ini adalah orang yang syahid di jalan Allah.

Setelah dibangkitkan, manusia dikumpulkan di padang mahsyar. Mahsyar adalah sebuah tanah lapangnya yang tanahnya putih bersih.

﴿وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الْجِبَالِ فَقُلْ يَنْسِفُهَا رَبِّي نَسْفًا (105) فَيَذَرُهَا قَاعًا صَفْصَفًا (106) لَا تَرَى فِيهَا عِوَجًا وَلَا أَمْتًا﴾

“Dan mereka bertanya kepadamu tentang gunung-gunung, maka katakanlah: “Tuhanku akan menghancurkannya (di hari kiamat) sehancur-hancurnya, maka Dia akan menjadikan (bekas) gunung-gunung itu datar sama sekali, tidak ada sedikitpun kamu lihat padanya tempat yang rendah dan yang tinggi-tinggi.” [Quran Tha-ha: 105-107].

﴿يَوْمَ نَحْشُرُ الْمُتَّقِينَ إِلَى الرَّحْمَنِ وَفْدًا﴾

“(Ingatlah) hari (ketika) Kami mengumpulkan orang-orang yang takwa kepada Tuhan Yang Maha Pemurah sebagai perutusan yang terhormat.” [Quran Maryam: 85].

Sedangkan orang-orang zalim dikumpulkan dalam keadaan membiru. Hati mereka berdegup ketakutan. Pandangan mereka tertunduk. Mereka menuju kepada sesuatu yang tidak mereka inginkan. Dan orang-orang kafir ditarik di atas wajah mereka.

يُحشَرُ المُؤمنون إلى العَرَصات: ﴿يَوْمَ نَحْشُرُ الْمُتَّقِينَ إِلَى الرَّحْمَنِ وَفْدًا﴾ [مريم: 85]، ويُحشَرُ المُجرِمُون يومئذٍ زُرْقًا، واجِفةً قُلُوبُهم، خاشِعةً أبصارُهم، شاخِصةً لا ترتَدُّ إليهم، ويُحشَرُ الكافِرُ على وجهِهِ.

يَا نَبِىَّ اللَّهِ يُحْشَرُ الْكَافِرُ عَلَى وَجْهِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ قَالَ « أَلَيْسَ الَّذِى أَمْشَاهُ عَلَى الرِّجْلَيْنِ فِى الدُّنْيَا قَادِرًا عَلَى أَنْ يُمْشِيَهُ عَلَى وَجْهِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ » . قَالَ قَتَادَةُ بَلَى وَعِزَّةِ رَبِّنَا

“Wahai Nabi Allah, bagaimana orang kafir bisa dikumpulkan dengan berjalan di atas kepalanya pada hari kiamat?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bukankah Dzat yang menjadikan (orang kafir) berjalan dengan kakinya ketika di dunia, Maha Kuasa untuk menjadikan dia berjalan dengan wajahnya pada hari kiamat?” (HR. Bukhari no. 4760 dan Muslim no. 2656).

﴿وَنَحْشُرُهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَلَى وُجُوهِهِمْ عُمْيًا وَبُكْمًا وَصُمًّا مَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ كُلَّمَا خَبَتْ زِدْنَاهُمْ سَعِيرًا﴾

“Dan Kami akan mengumpulkan mereka pada hari kiamat (diseret) atas muka mereka dalam keadaan buta, bisu dan pekak. Tempat kediaman mereka adalah neraka jahannam. Tiap-tiap kali nyala api Jahannam itu akan padam, Kami tambah lagi bagi mereka nyalanya.” [Quran Al-Isra: 97].

Semua makhluk dikumpulkan, sampai juga hewan-hewan.

﴿وَإِذَا الْوُحُوشُ حُشِرَتْ﴾

“dan apabila binatang-binatang liar dikumpulkan.” [Quran At-Takwir: 5].

﴿وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا طَائِرٍ يَطِيرُ بِجَنَاحَيْهِ إِلَّا أُمَمٌ أَمْثَالُكُمْ مَا فَرَّطْنَا فِي الْكِتَابِ مِنْ شَيْءٍ ثُمَّ إِلَى رَبِّهِمْ يُحْشَرُونَ﴾

“Dan tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat (juga) seperti kamu. Tiadalah Kami alpakan sesuatupun dalam Al-Kitab, kemudian kepada Tuhanlah mereka dihimpunkan.” [Quran Al-An’am: 38].

﴿قُلْ إِنَّ الْأَوَّلِينَ وَالْآخِرِينَ (49) لَمَجْمُوعُونَ إِلَى مِيقَاتِ يَوْمٍ مَعْلُومٍ﴾

“Katakanlah: “Sesungguhnya orang-orang yang terdahulu dan orang-orang yang terkemudian, benar-benar akan dikumpulkan di waktu tertentu pada hari yang dikenal.” [Quran Al-Waqi’ah: 49-50].

﴿ذَلِكَ يَوْمٌ مَجْمُوعٌ لَهُ النَّاسُ وَذَلِكَ يَوْمٌ مَشْهُودٌ﴾

“Hari kiamat itu adalah suatu hari yang semua manusia dikumpulkan untuk (menghadapi)nya, dan hari itu adalah suatu hari yang disaksikan (oleh segala makhluk).” [Quran Hud: 103].

﴿وَيَوْمَ نُسَيِّرُ الْجِبَالَ وَتَرَى الْأَرْضَ بَارِزَةً وَحَشَرْنَاهُمْ فَلَمْ نُغَادِرْ مِنْهُمْ أَحَدًا﴾ [الكهف: 47].

“Dan (ingatlah) akan hari (yang ketika itu) Kami perjalankan gunung-gunung dan kamu akan dapat melihat bumi itu datar dan Kami kumpulkan seluruh manusia, dan tidak kami tinggalkan seorangpun dari mereka.” [Quran Al-Kahfi: 47].

Saat Allah kumpulkan manusia, mulai dari yang pertama hingga yang paling akhir, Allah tampakkan bkecurangan, korupsi, dan pengkhiatan orang-orang yang berkhianat. Dikatakan, “Ini adalah kecurangan si Fulan bin Fulan. Ia pun datang. Setiap orang memikul apa yang mereka curangi (korupsi) di atas punggung mereka. Baik itu emas, perak, atau selain itu. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ أُلْفِيَنَّ أَحَدَكُمْ يَجَيءُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَلَى رَقَبَتِهِ بَعِيرٌ لَهُ رُغَاءٌ يَقُوْلُ : يَا رَسُولَ اللّه أَغْثِنِي فَأَقُوْلُ : لاَ أَمْللِكُ لَكَ شَيْئًا قَدْ أَبْلَقْتُكَ، لاَ أُلْفِيَنَّ أَحَدَكُمْ يَجِيءُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَلَى رَقَبَتِهِ فَرَسٌ لَهُ حَمحَمَةٌ فَيَقُولُ : يَا رَسُولَ اللّه أَغْثِنِي فَأَقُوْلُ : لاَ أَمْللِكُ لَكَ شَيْئًا قَدْ أبلَغتُكَ،

Aku akan temui salah seorang kalian yang datang pada hari Kiamat di atas lehernya ada onta yang bersuara, ia berkata, ‘Hai Rasulullah, tolonglah aku’, maka aku (Rasulullah) mengatakan, ‘Aku tidak mampu berbuat apa-apa untukmu sedikitpun, sungguh aku telah menyampaikan kepadamu’, Aku tidak temui salah seorang dari kalian datang pada hari Kiamat dengan kuda di atas pundaknya yang memiliki hamhamah (suara), lantas ia berkata, ‘Hai Rasulullah! Bantulah aku’, maka aku berkata, ‘Aku tidak bisa membantu sedikitpun, sungguh aku telah menyampaikan kepadamu’, Aku tidak dapatkan salah seorang darimu datang pada hari Kiamat dengan kambing yang mengembik diatas pundaknya seraya berkata, ‘Hai Rasulullah! Tolonglah aku’, Maka aku menjawab, ‘Aku tidak mampu berbuat apa-apa untukmu, aku telah menyampaikan kepadamu.”

Demikianlah keadaan orang-orang yang melakukan korupsi di akhirat kelak.

﴿وَمَنْ يَغْلُلْ يَأْتِ بِمَا غَلَّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ﴾

“Barangsiapa yang berkhianat, maka pada hari kiamat ia akan datang membawa apa yang dikhianatkannya itu.” [Quran Ali Imran: 161].

وَأَشْرَقَتِ الْأَرْضُ بِنُورِ رَبِّهَا وَوُضِعَ الْكِتَابُ وَجِيءَ بِالنَّبِيِّينَ وَالشُّهَدَاءِ وَقُضِيَ بَيْنَهُم بِالْحَقِّ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ

“Dan terang benderanglah bumi (padang mahsyar) dengan cahaya (keadilan) Tuhannya; dan diberikanlah buku (perhitungan perbuatan masing-masing) dan didatangkanlah para nabi dan saksi-saksi dan diberi keputusan di antara mereka dengan adil, sedang mereka tidak dirugikan.” [Quran Az-Zumar: 69].

﴿وَنَضَعُ الْمَوَازِينَ الْقِسْطَ لِيَوْمِ الْقِيَامَةِ فَلَا تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْئًا وَإِنْ كَانَ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ أَتَيْنَا بِهَا وَكَفَى بِنَا حَاسِبِينَ﴾

“Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikitpun. Dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawipun pasti Kami mendatangkan (pahala)nya. Dan cukuplah Kami sebagai pembuat perhitungan.” [Quran Al-Anbiya: 47]

Pada hari itu, ada wajah yang putih dan ada wajah yang menghitam. Ada timbangan yang berat dan ada timbangan yang ringan. Ada orang yang menerima kitab dari sebelah kanan dan ada pula yang menerimanya dari sebelah kiri.

Betapa luar biasanya hari tersebut.

﴿فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ خَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ﴾

“dalam sehari yang kadarnya limapuluh ribu tahun.” [Quran Al-Ma’arij: 4].

Manusia menunggu dalam waktu yang lama. Matahari didekatkan kepada mereka dengan jarak 1Mil. Kondisi mereka sesuai dengan kadar amalan mereka. Ada orang yang dinaungi di bawah naungan Arsy. Dan hari itu tidak ada naungan kecuali naungan dari Allah. Mereka dalam keadaan menunggu demikian hingga Allah Ta’ala mengizinkan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi syafaat. Inilah kedudukan terpuji dan tinggi untuk beliau.

﴿وَتَرَى الْمَلَائِكَةَ حَافِّينَ مِنْ حَوْلِ الْعَرْشِ يُسَبِّحُونَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَقُضِيَ بَيْنَهُمْ بِالْحَقِّ وَقِيلَ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ﴾ [الزمر: 75].

“Dan kamu (Muhammad) akan melihat malaikat-mmlaikat berlingkar di sekeliling ‘Arsy bertasbih sambil memuji Tuhannya; dan diberi putusan di antara hamba-hamba Allah dengan adil dan diucapkan: “Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam”.” [Quran Az-Zumar: 75].

Qatadah rahimahullah mengatakan, “Penciptaan dibuka dengan pujian. Seperti dalam firman-Nya:

﴿الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ﴾

“Segala puji bagi Allah Yang telah menciptakan langit dan bumi.” [Quran Al-An’am: 1].

Dan Allah tutup juga penciptaan itu dengan pujian.

﴿وَقُضِيَ بَيْنَهُمْ بِالْحَقِّ وَقِيلَ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ﴾

“Dan diberi putusan di antara hamba-hamba Allah dengan adil dan diucapkan: “Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam”.” [Quran Az-Zumar: 75].

بِسمِ الله الرحمنِ الرحيمِ: ﴿إِنَّ الَّذِينَ سَبَقَتْ لَهُمْ مِنَّا الْحُسْنَى أُولَئِكَ عَنْهَا مُبْعَدُونَ (101) لَا يَسْمَعُونَ حَسِيسَهَا وَهُمْ فِي مَا اشْتَهَتْ أَنْفُسُهُمْ خَالِدُونَ (102) لَا يَحْزُنُهُمُ الْفَزَعُ الْأَكْبَرُ وَتَتَلَقَّاهُمُ الْمَلَائِكَةُ هَذَا يَوْمُكُمُ الَّذِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ﴾ [الأنبياء: 101- 103].

“Bahwasanya orang-orang yang telah ada untuk mereka ketetapan yang baik dari Kami, mereka itu dijauhkan dari neraka, mereka tidak mendengar sedikitpun suara api neraka, dan mereka kekal dalam menikmati apa yang diingini oleh mereka. Mereka tidak disusahkan oleh kedahsyatan yang besar (pada hari kiamat), dan mereka disambut oleh para malaikat. (Malaikat berkata): “Inilah harimu yang telah dijanjikan kepadamu”.” [Quran Al-Anbiya: 101-103].

اللهم اجعَلنا يومَ الفزَعِ مِن الآمِنِين، ولحَوضِ نبيِّك مِن الوارِدِين، ومِمَّن يأخُذُ كتابَه باليَمين، وارزُقنا الفِردوسَ الأعلَى مِن الجنَّة يا أرحم الراحمين.

بارَك الله لي ولكم في القرآن والسنَّة، ونفَعَنا بما فِيهما مِن الآياتِ والحِكمة، أقولُ قولِي هذا، وأستغفِرُ الله تعالى لي ولكم.

Khutbah Kedua:

الحمدُ لله ربِّ العالمين، الرحمنِ الرحيم، مالِك يوم الدين، وأشهَدُ أن لا إله إلا الله وحده لا شريكَ له الملِكُ الحقُّ المُبِين، وأشهدُ أن محمدًا عبدُه ورسولُه الصادِقُ الأمين، صلَّى الله وسلَّم وبارَك عليه، وعلى آله وصحبِه أجمعين.

أما بعدُ .. أيها المُسلمون:

Iman kepada hari akhir, kebangkitan, dan dikumpulkan di hari kiamat menjadi jaminan bagi seseorang untuk menjalani kehidupan dunia dengan benar. Menuntun anggota badan untuk melakukan ketaatan. Berhenti dari maksiat dan dosa. Ayat-ayat Alquran menampakkan hubungan keimanan kepada hari akhir dengan melakukan ketaatan dan berhenti melakukan kemaksiatan. Allah Ta’ala berfirman,

﴿إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ﴾ [التوبة: 18]

“Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari kemudian.” [Quran At-Taubah: 18].

Firman-Nya juga:

ويقولُ – سبحانه -: ﴿وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى الْخَاشِعِينَ (45) الَّذِينَ يَظُنُّونَ أَنَّهُمْ مُلَاقُو رَبِّهِمْ وَأَنَّهُمْ إِلَيْهِ رَاجِعُونَ﴾

“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’, (yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.” [Quran Al-Baqarah: 46].

Allah berfirman kepada Nabi-Nya:

﴿وَإِنَّ السَّاعَةَ لَآتِيَةٌ فَاصْفَحِ الصَّفْحَ الْجَمِيلَ﴾

“Dan sesungguhnya saat (kiamat) itu pasti akan datang, maka maafkanlah (mereka) dengan cara yang baik.” [Quran Al-Hijr: 85].

Dalam tentang cerai, Allah Ta’ala berfirman,

﴿ذَلِكَ يُوعَظُ بِهِ مَنْ كَانَ مِنْكُمْ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ذَلِكُمْ أَزْكَى لَكُمْ وَأَطْهَرُ﴾

“Itulah yang dinasehatkan kepada orang-orang yang beriman di antara kamu kepada Allah dan hari kemudian. Itu lebih baik bagimu dan lebih suci.” [Quran Al-Baqarah: 232].

Siapa yang beriman kepada hari akhir, niscaya akhirat itu senantiasa hadir di dalam hatinya. Ia akan menahan diri dari yang diharamkan. Dan menjauhi perbuatan dosa.

﴿وَإِلَى مَدْيَنَ أَخَاهُمْ شُعَيْبًا فَقَالَ يَاقَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَارْجُوا الْيَوْمَ الْآخِرَ وَلَا تَعْثَوْا فِي الْأَرْضِ مُفْسِدِينَ﴾

“Dan (Kami telah mengutus) kepada penduduk Mad-yan, saudara mereka Syu’aib, maka ia berkata: “Hai kaumku, sembahlah olehmu Allah, harapkanlah (pahala) hari akhir, dan jangan kamu berkeliaran di muka bumi berbuat kerusakan”. [Quran Al-Ankabut: 36].

Allah Ta’ala mengingatkan,

﴿وَيْلٌ لِلْمُطَفِّفِينَ (1) الَّذِينَ إِذَا اكْتَالُوا عَلَى النَّاسِ يَسْتَوْفُونَ (2) وَإِذَا كَالُوهُمْ أَوْ وَزَنُوهُمْ يُخْسِرُونَ (3) أَلَا يَظُنُّ أُولَئِكَ أَنَّهُمْ مَبْعُوثُونَ (4) لِيَوْمٍ عَظِيمٍ (5) يَوْمَ يَقُومُ النَّاسُ لِرَبِّ الْعَالَمِينَ﴾

“Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang. (yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi, dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi. Tidaklah orang-orang itu menyangka, bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan, pada suatu hari yang besar, (yaitu) hari (ketika) manusia berdiri menghadap Tuhan semesta alam?” [Quran Al-Muthaffifin: 1-6].

Ibadallah,

Keimanan pada hari akhir membuat seseorang menjadi manusia yang baru. Keimanan pada hari akhir menghilangkan kerancuan di hati dan pikiran. Sebaliknya, ketika keimanan seseorang pada hari akhir lemah, maka menumbuhkan keraguan dan kerancuan di hati. Allah ta’ala berfirman,

﴿وَكَذَلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوًّا شَيَاطِينَ الْإِنْسِ وَالْجِنِّ يُوحِي بَعْضُهُمْ إِلَى بَعْضٍ زُخْرُفَ الْقَوْلِ غُرُورًا وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ مَا فَعَلُوهُ فَذَرْهُمْ وَمَا يَفْتَرُونَ (112) وَلِتَصْغَى إِلَيْهِ أَفْئِدَةُ الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِالْآخِرَةِ وَلِيَرْضَوْهُ وَلِيَقْتَرِفُوا مَا هُمْ مُقْتَرِفُونَ﴾

“Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dan jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). Jikalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan. Dan (juga) agar hati kecil orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat cenderung kepada bisikan itu, mereka merasa senang kepadanya dan supaya mereka mengerjakan apa yang mereka (syaitan) kerjakan.” [Quran Al-An’am: 112-113].

Ketika seseorang beriman kepada hari akhir dan ayakin dengan apa yang terjadi setelah kematian, akan gugurlah semua kerancuan yang ada di hadapannya. Siapa yang membaca Alquran dengan menghadirkan hatinya, akan cerahlah hatinya. Karena Alquran adalah kalamullah. Karena di dalam Alquran terdapat obat bagi hati dan badan.

﴿وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ وَلَا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلَّا خَسَارًا﴾

“Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.” [Quran Al-Isra: 82].

Ya Allah, jadikanlah kami semua termasuk orang-orang yang beriman kepada hari akhir dengan keimanan yang besar, dengan sebenar-benar keyakinan. Dan jadikanlah kami orang yang aman di hari yang menakutkan itu. Serta termasuk orang-orang yang dimasukkan ke dalam surga-Mu.

هذا وصلُّوا وسلِّمُوا على مَن أرسلَه الله رحمةً للعالمين، وهَديًا للناسِ أجمعين.
اللهم صلِّ وسلِّم وبارِك على عبدِك ورسولِك محمدٍ، وعلى آله الطيبين الطاهرين، وصحابَتِه الغُرِّ الميامِين، ومَن تبِعَهم بإحسانٍ إلى يوم الدين.

اللهم أعزَّ الإسلام والمسلمين، واخذُل الطُّغاةَ والملاحِدةَ والمُفسِدين، اللهم انصُر دينَك وكِتابَك، وسُنَّة نبيِّك، وعِبادَك المُؤمنين.

اللهم مَن أرادَ الإسلامَ والمُسلمين ودِينَهم ودِيارَهم بسُوءٍ فأشغِله بنفسِه، ورُدَّ كيدَه في نَحرِه، واجعَل دائِرةَ السَّوء عليه يا رب العالمين.

اللهم انصُر المُجاهِدين في سبيلِك في فلسطين، وفي كل مكانٍ يا رب العالمين، اللهم فُكَّ حِصارَهم، وأصلِح أحوالَهم، واكبِت عدوَّهم.

اللهم إنا نسألُك باسمِك الأعظَم أن تلطُفَ بإخوانِنا المُسلمين في كل مكان، اللهم كُن لهم في فلسطين، وسُوريا، وفي العِراق، واليمَن، وبُورما، وفي كل مكانٍ، اللهم الْطُف بهم، وارفَع عنهم البلاءَ، وعجِّل لهم بالفرَج، اللهم أصلِح أحوالَهم، واجمَعهم على الهُدَى، واكفِهم شِرارَهم.

اللهم عليك بالطُّغاةَ الظالمين ومَن عاونَهم.

اللهم وفِّق وليَّ أمرِنا خادمَ الحرمين الشريفَين لما تُحبُّ وترضَى، وخُذ به للبِرِّ والتقوَى، اللهم وفِّقه ونائِبَه وأعوانَهم لِما فيه صلاحُ العباد والبلاد.

اللهم احفَظ وسدِّد جُنودَنا المُرابِطين على ثُغورنا وحُدودِ بلادِنا، والمُجاهِدين لحِفظِ أمنِنا وأهلِنا ودِيارِنا المُقدَّسة، اللهم كُن لهم مُعينًا ونصيرًا وحافِظًا.

اللهم انشُر الأمنَ والرخاءَ في بلادِنا وبلادِ المُسلمين، واكفِنا شرَّ الأشرار، وكيدَ الفُجَّار، وشرَّ طوارِقِ الليلِ والنهار.

﴿رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ﴾ [البقرة: 201].

اللهم اغفِر ذنوبَنا، واستُر عيوبَنا، ويسِّر أمورَنا، وبلِّغنا فيما يُرضِيك آمالَنا، اللهم اغفِر لنا ولوالدِينا ووالدِيهم وذُريَّاتهم، وأزواجِنا وذريَّاتِنا، إنك سميعُ الدعاء.

اللهم تقبَّل صِيامَنا، اللهم تقبَّل صِيامَنا، وقِيامَنا، ودُعاءَنا، وصالِحَ أعمالِنا إنك أنت السميعُ العليم، وتُب علينا إنك أنت التوابُ الرحيم.

سُبحان ربِّنا ربِّ العزَّة عما يصِفُون، وسلامٌ على المُرسلين، والحمدُ لله رب العالمين.

Oleh tim KhotbahJumat.com
Artikel www.KhotbahJumat.com

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.