Khutbah Pertama:

إن الحمد لله ؛ نحمده ونستعينه ونستغفره ونتوب إليه ، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا وسيئات أعمالنا ، من يهده الله فلا مضل له ، ومن يضلل فلا هادي له وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمداً عبده ورسوله وصفيه وخليله وأمينه على وحيه ومبلغ الناس شرعه فصلوات الله وسلامه عليه وعلى آله وصحبه أجمعين.

أما بعد معاشر المؤمنين عبادَ الله : اتقوا الله تعالى وراقبوه مراقبة من يعلم أن ربَّه يسمعه ويراه .

Ibadallah,

Seungguhnya nikmat Allah ﷻ yang paling besar dan paling agung kepada seseorang adalah Dia memberi hidayah pada orang yang Dia kehendaki untuk menerima agama yang lurus ini. yakni agama Islam. Agama yang Allah Ta’ala ridhai untuk para hamba-Nya. Agama ini adalah nikmat yang besar dan anugerah yang mahal.

Ibadallah,

Allah ﷻ menerangkan keagungan dan kedudukan nikmat besar ini dalam firman-Nya,

﴿ يَمُنُّونَ عَلَيْكَ أَنْ أَسْلَمُوا قُلْ لَا تَمُنُّوا عَلَيَّ إِسْلَامَكُمْ بَلِ اللَّهُ يَمُنُّ عَلَيْكُمْ أَنْ هَدَاكُمْ لِلْإِيمَانِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ ﴾

“Mereka merasa telah memberi nikmat kepadamu dengan keislaman mereka. Katakanlah: “Janganlah kamu merasa telah memberi nikmat kepadaku dengan keislamanmu, sebenarnya Allah, Dialah yang melimpahkan nikmat kepadamu dengan menunjuki kamu kepada keimanan jika kamu adalah orang-orang yang benar”.” (QS:Al-Hujuraat | Ayat: 17).

Firman-Nya,

﴿ وَلَكِنَّ اللَّهَ حَبَّبَ إِلَيْكُمُ الْإِيمَانَ وَزَيَّنَهُ فِي قُلُوبِكُمْ وَكَرَّهَ إِلَيْكُمُ الْكُفْرَ وَالْفُسُوقَ وَالْعِصْيَانَ أُولَئِكَ هُمُ الرَّاشِدُونَ ﴾

“Tetapi Allah menjadikan kamu “cinta” kepada keimanan dan menjadikan keimanan itu indah di dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus.” (QS:Al-Hujuraat | Ayat: 7).

Dan firman-Nya,

﴿ وَلَوْلَا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ مَا زَكَى مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ أَبَدًا وَلَكِنَّ اللَّهَ يُزَكِّي مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ ﴾

“Sekiranya tidaklah karena kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorangpun dari kamu bersih (dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS:An-Nuur | Ayat: 21).

Dan masih banyak yat yang semakna dengan ini.

Ibadallah,

Nikmat Islam ini adalah nikmat yang sangat agung dan tinggi kedudukannya. Karena Islam adalah agama Allah Tabaraka wa Ta’ala. Agama yang Dia ridhai untuk para hamba-Nya. Dia tidak menerima selain dari Islam. Allah ﷻ berfirman,

﴿ إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ﴾

“Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam.” (QS:Ali Imran | Ayat: 19).

Allah ﷻ berfirman,

﴿ وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ ﴾

“Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” (QS:Ali Imran | Ayat: 85).

Allah ﷻ berfirman,

﴿ الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا ﴾

“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.” (QS:Al-Maidah | Ayat: 3).

Dan firman Allah ﷻ,

﴿ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً ﴾

“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan.” (QS:Al-Baqarah | Ayat: 208).

Ibadallah,

Siapa yang Allah ﷻ muliakan dan cintai dengan memilih mereka memeluk agama ini wajib bagi mereka untuk mengetahui kedudukan nikmat ini. wajib bagi mereka menjaganya dan perhatian terhadap Islam ini. Mereka harus mewaspadai amalan-amalan yang batil yang dapat mengurangi nilai keislaman mereka. Mereka harus menjauhi hal-hal yang menyelisihi syariat; yang haram dan dosa.

Ibadallah,

Hal yang paling terdepan yang harus diketahui seorang muslim dari Islam ini adalah ia harus mengetahui rincian syariat dan hakikat agama ini. karena hal terbesar yang membantu seseorang untuk menjaga keislamannya adalah dengan mengetahui hakikat Islam itu. Mengetahui syariatnya dengan rinci. Dan tentu pengetahuan yang dilandasi dengan Alquran dan sunnah Rasulullah ﷺ.

Ma’asyiral muslimin,

Islam adalah keyakinan yang benar. Keyakinan yang membuat hati seorang mukmin menjadi hidup. Islam adalah beriman kepada Allah ﷻ dan beriman pada semua yang Allah Tabaraka wa Ta’ala perintahkan.

به ﴿ قُلْ آمَنَّا بِاللَّهِ وَمَا أُنْزِلَ عَلَيْنَا وَمَا أُنْزِلَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَالْأَسْبَاطِ وَمَا أُوتِيَ مُوسَى وَعِيسَى وَالنَّبِيُّونَ مِنْ رَبِّهِمْ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْهُمْ وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ (84) وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ ﴾

Katakanlah: “Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya´qub, dan anak-anaknya, dan apa yang diberikan kepada Musa, Isa dan para nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan hanya kepada-Nya-lah kami menyerahkan diri”. Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. (QS:Ali Imran | Ayat: 84-85).

Islam dengan maknanya yang umum meliputi akidah yang menghidupkan hati. Beriman kepada Allah, malaikat, kitab-kitab, rasul-rasul, hari akhirat, serta qadha dan qadr, yang baik dan yang buruk. Dalam Musnad Imam Ahmad, disebutkan,

أن رجلاً سأل النبي صلى الله عليه وسلم : أَيُّ الْإِسْلَامِ أَفْضَلُ ؟ قَالَ الْإِيمَانُ ، قَالَ وَمَا الْإِيمَانُ ؟ قَالَ : تُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْبَعْثِ بَعْدَ الْمَوْتِ

Ada seseorang yang bertanya kepada Nabi ﷺ, “Apa yang paling utama dalam Islam?” Rasulullah menjawab, “Iman”. Ia kembali bertanya, “Apa itu iman?” Nabi menjawab, “Engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya,rasul-rasul-Nya, dan hari kebangkitan setelah kematian.”

Ibadallah,

Islam ada pada seseorang dengan ketaatan dan ibadah yang dikerjakannya. Seseorang beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah ﷻ dengan tunduk dan berserah diri kepada-Nya. Sebesar-besar ketaatan yang dilakukan seorang hamba adalah sebagaimana yang dijelaskan dalam hadits Nabi ﷺ:

عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ وَالْحَجِّ وَصَوْمِ رَمَضَانَ

Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, dia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: “Islam dibangun di atas lima (tonggak): Syahadat Laa ilaaha illa Allah dan (syahadat) Muhammad Rasulullah, menegakkan shalat, membayar zakat, hajji, dan puasa Ramadhan”. (HR. Bukhari).

Ibadallah,

Islam itu baik secara zahir dan batn. Baiknya batin seseorang adalah hatinya berserah kepada Allah ﷻ. Tunduk kepada Rabb Subhanahu wa Ta’ala. Merendahkan diri di hadapan-Nya. Anggota badan seseorang cocok dengan batinnya. Anggota badan taat dan menjalankan perintah Allah ﷻ. Dalam Musnad Imam Ahmad dengan sanad yang kuat, dari Bahz bin Hakim, dari ayahnya, dari kakeknya,

: قلت يا رسول الله ما الإسلام ؟ قال : (( أَنْ يُسْلِمَ قَلْبُكَ لِلَّهِ تَعَالَى ، وَأَنْ تُوَجِّهَ وَجْهَكَ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى ، وَتُصَلِّيَ الصَّلَاةَ الْمَكْتُوبَةَ وَتُؤَدِّيَ الزَّكَاةَ الْمَفْرُوضَةَ ))

“Aku bertanya, wahai Rasulullah, apa itu Islam?” Beliau menjawab, “Hatimu berserah diri kepada Allah Ta’ala. Engkau hadapkan dirimu kepada Allah Ta’ala. Engkau mengerjakan shalat-shalat yang diwajibkan dan membayar zakat yang diwajibkan.”

Rasulullah membuat definisi Islam dengan mengsingkronkan antara kebaikan batin dengan kebaikan zahir. Hati yang baik dan amal anggota badan yang baik. Istiqomah dalam ketaatan kepada Allah dan menjaga ibadah kepada-Nya.

Ibadallah,

Islam adalah saling melindungi, menolong, dan menyambung persaudaraan antara kaum muslimin. allah ﷻ berfirman,

﴿ إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ ﴾

“Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara.” (QS:Al-Hujuraat | Ayat: 10).

Di dalam hadits, Rasulullah ﷺ bersabda,

الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لَا يَظْلِمُهُ وَلَا يَخْذُلُهُ وَلَا يَحْقِرُهُ

“Seorang muslim itu saudara muslim lainnya. Tidak boleh menzhaliminya. Tidak boleh merendahkan dan menghinanya.”

Dalam hadits lain, dari Abdullah bin Amr radhiallahu ‘anhuma,

أَنَّ رَجُلًا سَأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ الْإِسْلَامِ خَيْرٌ ؟ قَالَ تُطْعِمُ الطَّعَامَ وَتَقْرَأُ السَّلَامَ عَلَى مَنْ عَرَفْتَ وَمَنْ لَمْ تَعْرِفْ

“Ada seseorang bertanya kepada Nabi ﷺ, ‘Amalan apa yang baik dalam Islam?’ Beliau menjawab, ‘Engkau memberi makanan. Mengucapkan salam kepada orang yang kau kenal dan tidak kau kenal.” (HR. al-Bukhari dan Muslim).

Ibadallah,

Islam ini bangkit dengan kepedulian. Islam tinggi dengan tekad yang kuat dan menyibukkan diri dengan hal-hal yang utama. Dan menjauhi hal-hal yang tak bermanfaat bagi manusia, baik dalam perkara agama atau dunia. Karena itulah, Nabi ﷺ bersabda,

مِنْ حُسْنِ إِسْلَامِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لَا يَعْنِيهِ

“Di antara bentuk kebaikan Islam seseorang adalah dia meninggalkan sesuatu yang tak bermanfaat untuknya.” (HR. at-Turmudzi).

Ibadallah,

Demikianlah agama yang mulia ini, menata akidah, menyucikan amalan dan karakter seseorang. Mengangkat manusia dengan hal-hal yang bernilai tinggi. Wajib bagi seorang muslim untuk bersungguh-sungguh dalam menggunakan waktunya demi mengamalkan Islam dan menjaganya.

اللهم احفظنا بالإسلام قائمين ، واحفظنا بالإسلام قاعدين ، واحفظنا بالإسلام راقدين ، ولا تشمِت بنا عدواً ولا حاسداً يا رب العالمين ، وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين . وأقول هذا القول وأستغفر الله لي ولكم ولسائر المسلمين من كل ذنب فاستغفروه يغفر لكم إنه هو الغفور الرحيم.

Khutbah Kedua:

الحمد لله عظيم الإحسان واسع الفضل والجود والامتنان ، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له ، وأشهد أن محمداً عبده ورسوله ؛ صلى الله وسلم عليه وعلى آله وصحبه أجمعين .أما بعد عباد الله : اتقوا الله تعالى .

Ibadallah,

Diriwayatkan oleh al-Hakim dalam Mustadrak-nya, dari Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ berdoa:

((اللَّهُمَّ احْفَظْنِيْ بِالإِسْلاَمِ قَائِمًا وَ احْفَظْنِيْ بِالإِسْلاَمِ قَاعِدًا وَ احْفَظْنِيْ بِالإِسْلاَمِ رَاقِدًا وَلاَ تُشْمِتْ بِي عَدُوَّا وَلاَ حَاسِدًا، اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ مِنْ كُلِّ خَيْرٍ خَزَائِنُهُ بِيَدِكَ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ كُلِّ شَرٍّ خَزَائنُهُ بيَدِكَ)) أخرجه حاكم.

“Ya Allah! Jagalah aku dengan Islam saat aku berdiri. Jagalah aku dengan Islam saat aku duduk. Jagalah aku dengan Islam saat aku berbaring. Janganlah musuh dan orang yang dengki terhadapku menguasaiku. Ya Allah! Aku meminta kepada-Mu seluruh kebajikan yang gudangnya berada di tangan-Mu. Dan aku berlindung kepada-Mu dari seluruh kejahatan yang gudangnya berada di tangan-Mu.” (HR. Hakim).

Ibadallah,

Inilah di antara doa yang paling lengkap dan paling agung karena meminta agar Allah menjaga Islam saat berdiri, duduk, dan tidur. Sungguh telah selamat dunia dan akhirat seorang yang tulus memanjatkan doa ini.

Selayaknya bagi kita untuk menjaga doa ini. Agar baik keadaannya dan baik keislamannya. Baik dalam berdoa, beramal, dan berdakwah.

﴿ وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِمَّنْ دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ ﴾

Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (QS:Fushshilat | Ayat: 33).

اللهم أحينا مسلمين وتوفنا مؤمنين ، اللهم زينا بزينة الإيمان واجعلنا هداةً مهتدين . اللهم أصلح لنا ديننا الذي هو عصمة أمرنا ، وأصلح لنا دنيانا التي فيها معاشنا ، وأصلح لنا آخرتنا التي فيها معادنا ، واجعل الحياة زيادةً لنا في كل خير والموت راحة لنا من كل شر . اللهم اغفر لنا ولوالدينا والمسلمين المسلمات والمؤمنين والمؤمنات الأحياء منهم والأموات .

اللهم أعز الإسلام والمسلمين ، وأذل الشرك والمشركين ، ودمر أعداء الدين يا رب العالمين . اللهم وعليك بأعداء الدين أعداء الإسلام فإنهم لا يعجزونك ، اللهم إنا نجعلك في نحورهم ونعوذ بك اللهم من شرورهم .

اللهم آمنا في أوطاننا وأصلح أئمتنا وولاة أمورنا واجعل ولايتنا فيمن خافك واتقاك واتبع رضاك يا رب العالمين . اللهم وفق ولي أمرنا لهداك واجعل عمله في رضاك ، اللهم وفقه لنصرة الإسلام ونصرة الدين يا ذا الجلال والإكرام . اللهم آت نفوسنا تقواها ، زكها أنت خير من زكاها أنت وليها ومولاها . ربنا إنا ظلمنا أنفسنا وإن لم تغفر لنا وترحمنا لنكونن من الخاسرين . ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار .

اللهم صل على محمد وعلى آل محمد كما صليت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد ، وبارك على محمد وعلى آل محمد كما باركت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد .

Oleh tim KhotbahJumat.com
Artikel www.KhotbahJumat.com

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published.