Khutbah Jumat Singkat Terbaru

Mari bersama menabung pahala amal jariyah untuk kehidupan kita kelak di akhirat.   BSI: 7086882242
a.n. Yayasan Yufid Network  

Seluruh dana untuk operasional produksi konten dakwah di Yufid: Yufid.TV, YufidEDU, Yufid Kids, website dakwah (KonsultasiSyariah.com, Yufid.com, KisahMuslim.com, Kajian.Net, KhotbahJumat.com, dll).

Yufid menerima zakat mal untuk operasional dakwah Yufid

Artikel Khutbah Jumat

Hadiah untuk Orang Beriman tentang Keutamaan Bulan Sya’ban

Oleh:

Syaikh Muhammad bin Ibrahim As-Sibr

الحمد لله، لا إله إلا هو، لا يقدُر أحدٌ قدرَه، أحمدُه وأشكره، وأُثني عليه بما هو أهلُه، وأشكرُه على سوابغِ نعمٍ لا تُحصَى عددًا وآلاءٍ لا يُحاطُ بها كثرة، وأشهد ألا إله إلا الله وحده لا شريك له شهادةً خالصةً مُخلِصة، وأشهد أن محمداً عبده ورسوله المطاع في العُسر واليُسر والمنشَط والمَكرَه، صلَّى الله وسلَم وبارَك عليه وعلى أصحابه الكرام وآله السادة الخيرة، والتابعين ومن تبِعهم بإحسانٍ وسلَّم تسليمًا مزيداً؛ أما بعد:

Segala puji hanya bagi Allah Subhanahu Wa Ta’ala, tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Dia dan tidak ada yang mampu menandingi-Nya. Saya ucapkan puja dan puji syukur kepada-Nya dengan apa yang layak bagi-Nya. Saya bersyukur atas limpahan nikmat yang tidak terkira dan karunia yang tidak terhingga. Saya bersaksi dengan kesaksian yang tulus ikhlas bahwa tidak ada Tuhan selain Allah Subhanahu Wa Ta’ala semata, yang tidak memiliki sekutu, dan saya bersaksi bahwa Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam adalah hamba dan utusan-Nya, yang harus ditaati dalam keadaan sulit maupun mudah, dan susah maupun senang. Semoga selawat, salam, dan keberkahan senantiasa terlimpah kepada beliau dan kepada seluruh sahabat beliau yang mulia serta keluarga beliau yang mulia, juga kepada para tabiin dan orang-orang yang mengikuti jejak mereka dengan sebaik-baiknya. Amma ba’du:

Wahai para hamba Allah Subhanahu Wa Ta’ala! Bertakwalah kepada-Nya; 

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim.” (QS. Ali Imran: 102).

Ketahuilah bahwa Allah Subhanahu Wa Ta’ala menjadikan waktu sebagai tempat untuk menyimpan amalan. 

فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ * وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ

“Siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarrah, dia akan melihat (balasan)-nya. Dan siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarrah, dia akan melihat (balasan)-nya.” (QS. Az-Zalzalah: 7-8).

Oleh sebab itu, orang yang tertipu adalah yang tertipu pada waktu terbaik, dan orang yang terhalang kebaikan adalah yang terhalang dari musim-musim ketaatan. Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah menjadikan waktu sebagai jalan bagi orang-orang beriman untuk menuju ketaatan kepada Tuhan mereka, dan musibah bagi orang-orang selain mereka atas kelengahan terhadap diri mereka. Oleh karenanya, hidupkanlah diri kalian, dan sesungguhnya hati itu dapat hidup dengan zikir dan ketaatan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. 

وَمَا تُقَدِّمُوا لِأَنْفُسِكُمْ مِنْ خَيْرٍ تَجِدُوهُ عِنْدَ اللَّهِ

“Segala kebaikan yang kamu kerjakan untuk dirimu akan kamu dapatkan (pahalanya) di sisi Allah.” (QS. Al-Baqarah: 110).

Bulan Sya’ban telah menaungi kalian. Bulan ini Allah Subhanahu Wa Ta’ala letakkan di antara dua bulan agung, yaitu bulan Haram Rajab dan bulan Ramadhan yang penuh berkah. Bulan ini penuh dengan kejadian dan peristiwa besar, di antaranya adalah perubahan arah kiblat dari Baitul Maqdis ke Ka’bah yang mulia pada tahun kedua Hijriyah, dan pada bulan Sya’ban di tahun yang sama, diturunkan perintah wajib puasa bulan Ramadhan pada tahun itu.

Dinamai dengan bulan Sya’ban, karena dulu orang-orang Arab berpencar untuk mencari air. Ada juga yang menyebutkan karena mereka berpencar untuk memasuki peperangan setelah mereka keluar dari bulan Haram Rajab (bulan yang diharamkan berperang). Ada juga yang menyebutkan karena bulan ini muncul di antara bulan Rajab dan Ramadhan.

Ia merupakan bulan berpencarnya banyak kebaikan. Dulu Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam memperbanyak puasa pada bulan ini. Diriwayatkan dari Aisyah Radhiyallahu ‘anha, ia berkata: “Aku tidak pernah melihat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam menyempurnakan puasa satu bulan penuh selain bulan Ramadhan, dan aku tidak pernah melihat beliau lebih banyak berpuasa daripada puasanya di bulan Sya‘ban.” (HR. Muslim).

Ini menunjukkan besarnya antusias beliau dalam berpuasa pada bulan Sya’ban, dan yang dimaksud adalah berpuasa pada mayoritas harinya, bukan seluruhnya. Al-Hafizh Ibnu Hajar menjelaskan dalam kitab Fath Al-Bari hlm. 214 jilid 4: “Dulu puasa sunnah Nabi pada bulan Sya’ban lebih banyak daripada pada bulan lainnya, beliau berpuasa pada mayoritas hari-hari bulan Sya’ban.” 

Dalam hadis Usamah bin Zaid disebutkan bahwa ia pernah bertanya: “Wahai Rasulullah! Aku tidak pernah melihat engkau berpuasa pada suatu bulan seperti banyaknya engkau berpuasa pada bulan Sya’ban.” Beliau lalu menjawab: 

ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ، وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَىٰ رَبِّ الْعَالَمِينَ، فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ

“Itu adalah bulan yang sering dilalaikan oleh manusia, yaitu antara Rajab dan Ramadhan. Pada bulan itu amal-amal diangkat kepada Tuhan seluruh alam, maka aku ingin amalanku diangkat dalam keadaan aku sedang berpuasa.” (HR. An-Nasa’i dan Abu Dawud).

Datangnya bulan Sya’ban merupakan pengingat bagi orang yang masih memiliki utang puasa pada bulan Ramadhan yang lalu, agar ia segera mengqadha puasanya sebelum datang bulan Ramadhan berikutnya. Diriwayatkan dari Aisyah Radhiyallahu ‘anha, ia berkata: “Dulu saya punya utang puasa bulan Ramadhan, tapi saya tidak bisa mengqadhanya kecuali pada bulan Sya’ban.” (HR. Al-Bukhari).

Oleh sebab itu, bersegeralah melepaskan tanggungan kalian dalam menunaikan hak Allah berupa puasa wajib. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ

“Barang siapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu ia tidak berpuasa), maka wajib mengganti puasanya itu pada hari-hari yang lain.” (QS. Al-Baqarah: 184).

Ketahuilah – semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala merahmati Anda sekalian – bahwa bulan Sya’ban merupakan pendahuluan bagi bulan Ramadhan yang di dalamnya Al-Qur’an diturunkan, sehingga bulan Sya’ban merupakan medan latihan dan persiapan untuk menyambut datangnya bulan keimanan. Bulan Sya’ban bagi bulan Ramadhan bagaikan salat-salat sunah rawatib bagi salat-salat fardhu. Ia seperti masa latihan untuk berpuasa Ramadhan, agar meringankan kesulitan dan bebannya serta waktu untuk mencicipi manis dan kenikmatannya, sehingga seseorang dapat memasuki bulan Ramadhan dengan penuh semangat dan energi.

Karena bulan Sya’ban itu seperti pengantar bagi bulan Ramadhan – dan harus ada persiapan dalam sesi pengantar ini – maka disyariatkan di dalamnya beberapa ibadah untuk menyiapkan hati dalam memasuki Ramadhan, sehingga tercapailah kesiapan dan kebiasaan jiwa dalam menjalankan ketaatan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Oleh karena itu, dulu para Salaf sangat serius beribadah pada bulan Sya’ban, mereka memperbanyak tilawah Al-Qur’an.

Dulu apabila telah memasuki bulan Sya’ban, Amru bin Qais menutup perniagaannya dan memfokuskan diri untuk membaca Al-Qur’an. Beliau bersabda: “Beruntunglah orang yang memperbaiki diri sebelum bulan Ramadhan.” Para Salaf juga berseru ketika telah memasuki bulan Sya’ban: “Ini adalah bulannya para pembaca Al-Qur’an.”

Ketahuilah – semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberi Anda sekalian taufik-Nya – bahwa di antara bentuk bid’ah adalah mengadakan perayaan malam Nisfu Sya’ban (pertengahan bulan Sya’ban), mengkhususkan siang harinya dengan ibadah puasa, dan malam harinya dengan salat malam dan beberapa doa dan zikir tertentu. Padahal itu semua tidak disebutkan dalam hadis yang shahih dari Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam, tapi disebutkan dalam hadis lemah atau bahkan palsu, sebagaimana yang dijelaskan Ibnu Rajab dan ulama lainnya. Namun, ini tidak berlaku bagi orang yang memang punya kebiasaan salat malam atau berpuasa, maka ia tetap boleh salat malam atau puasa tanpa ada larangan apapun.

Di antara bentuk bid’ah lainnya adalah saling bertukar pesan permintaan maaf pada malam Nisfu Sya’ban. Padahal ini juga tidak punya landasan yang shahih, dan ampunan Allah Subhanahu Wa Ta’ala senantiasa terbuka pintunya dan syariat telah memerintahkan untuk memaafkan sesama manusia setiap saat. 

Oleh sebab itu, wahai para hamba Allah Subhanahu Wa Ta’ala! bertakwalah kepada-Nya dan berjalanlah di atas tuntunan Nabi kalian yang dapat mengantarkan ke surga, dan jauhilah jalan-jalan sesat, bid’ah, dan melenceng yang dapat menjerumuskan ke neraka.

Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberkahi kita dengan Al-Qur’an Al-Azhim, dan memberi kita manfaat dari ayat-ayatnya. Demikianlah yang dapat saya sampaikan, dan mohonlah ampun kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, karena sungguh Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Khutbah Kedua

الحمد لله وكفى، وسلام على عباده الذين اصطفى؛ أما بعد: فاتقوا الله -عباد الله – حق التقوى، وهيئوا أنفسكم لرمضان؛ بالتوبة النصوح، وإصلاح القلوب، وإزالة ما علق بها من الذنوب والآثام؛ وتعلموا ما لا بد من أحكام الصيام والقيام، حتى تعبدوا ربكم على بصيرة، واحمدوا الله أن بلغكم شهر رمضان، فكم غيَّب الموت من صاحب، ووارى الثرى من حبيب! فبادروا وافعلوا الخير لعلكم تفلحون.

Segala puji hanya bagi Allah Subhanahu Wa Ta’ala, selawat dan salam semoga terlimpah kepada para hamba-Nya yang Dia pilih. Amma ba’du:

Wahai para hamba Allah Subhanahu Wa Ta’ala! Bertakwalah kepada-Nya dengan sebenar-benarnya takwa. Persiapkanlah diri kalian untuk bulan Ramadhan dengan taubat yang tulus, memperbaiki hati, dan melenyapkan dosa-dosa yang menempel padanya. Pelajarilah hukum-hukum puasa dan salat malam yang harus kalian ketahui, agar kalian dapat menyembah Tuhan kalian berdasarkan ilmu yang benar. Limpahkanlah puji syukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala jika Dia menyampaikan umur kalian hingga bulan Ramadhan, karena betapa banyak teman yang telah direnggut maut dan orang tercinta yang terkubur tanah! Oleh sebab itu, bersegeralah menjalankan kebaikan supaya kalian menjadi orang-orang yang beruntung.

Ucapkanlah selawat dan salam kepada Nabi kalian, Muhammad bin Abdullah, karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah memerintahkan itu kepada kalian melalui firman-Nya:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya berselawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, berselawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.” (QS. Al-Ahzab: 56).

اللهم صل وسلم على محمد وعلى آله وصحبه أجمعين وتابعيهم بإحسان إلى يوم الدين.

اللهم أعزَّ الإسلام والمسلمين، واحم حوزة الدين، واجعل هذا البلد آمنًا مطمئنًّا وسائر بلاد المسلمين.

اللهم أعذنا من الفتن، ما ظهر منها وما بطن، يا رب العالمين.

اللهم وفِّق وليَّ أمرنا خادم الحرمين الشريفين، وولي عهده لِما تحب وترضى، يا ذا الجلال والإكرام.

سبحان ربك رب العزة عما يصفون، وسلام على المرسلين، والحمد لله رب العالمين.

Ya Allah, limpahkanlah selawat dan salam kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam, kepada keluarga dan seluruh sahabat beliau, serta kepada orang-orang yang mengikuti mereka dengan sebaik-baiknya hingga hari pembalasan.

Ya Allah, muliakanlah Islam dan kaum Muslimin, lindungilah kehormatan agama, dan jadikanlah negeri ini aman dan tenteram, serta seluruh negeri kaum Muslimin.

Ya Allah, lindungilah kami dari segala fitnah, yang tampak maupun yang tersembunyi, wahai Tuhan seluruh alam.

Ya Allah, berilah taufik kepada pemimpin kami, Penjaga Dua Tanah Suci, dan kepada putra mahkotanya untuk melakukan apa yang Engkau cintai dan ridhai, wahai Dzat Yang Maha Agung lagi Maha Mulia.

سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ، وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.

Sumber:

https://www.alukah.net/spotlight/0/167605/إتحاف-أهل-الإيمان-بفضائل-شهر-شعبان-خطبة/

Sumber artikel PDF

Print Friendly, PDF & Email

Belajar Iqro Belajar Membaca Al-Quran

KLIK GAMBAR UNTUK MEMBELI FLASHDISK VIDEO BELAJAR IQRO, ATAU HUBUNGI: +62813 26 3333 28