بيوت في الجنة
Oleh:
Adnan bin Salman ad-Duraiwisy
عدنان بن سلمان الدريويش
إنَّ الحمد لله، نحمدُه ونستعينُه ونستغفرُه، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا وسيئات أعمالنا، مَنْ يهدِه اللهُ فلا مضلَّ له، ومَنْ يُضلِلْ فلا هاديَ له، وأشهدُ أن لا إلهَ إلَّا اللهُ وحدَه لا شريكَ له، وأشهدُ أنَّ محمدًا عبدُه ورسولُه، صلى الله عليه وعلى آله وصحبه وسلَّم تسليمًا كثيرًا، أَمَّا بَعْدُ:
فَأُوصِيكُمْ – أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ – وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ؛ فَهِيَ الْعِصْمَةُ مِنَ الْبَلَايَا، وَالْمَنْعَةُ مِنَ الرَّزَايَا، ﴿ وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا * وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ ﴾ [الطلاق: 2، 3]، أما بعدُ:
Segala puji hanya bagi Allah Subhanahu Wa Ta’ala, kita memuji-Nya, dan memohon pertolongan dan ampunan kepada-Nya. Kita meminta perlindungan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dari keburukan hawa nafsu kita dan kejelekan amalan kita. Barang siapa yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala beri petunjuk, maka dialah orang yang mendapat petunjuk, dan barang siapa yang disesatkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala, maka tidak akan ada yang dapat memberinya petunjuk. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah Subhanahu Wa Ta’ala semata, yang tidak memiliki sekutu, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam adalah hamba dan utusan Allah Subhanahu Wa Ta’ala, semoga sealawat dan salam senantiasa terlimpah kepada beliau, dan kepada keluarga dan seluruh sahabat beliau.
Amma ba’du:
Wahai orang-orang yang beriman, saya berwasiat kepada diri saya sendiri dan Anda sekalian untuk bertakwa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, karena ia merupakan pencegah segala bala musibah dan pelindung dari segala keburukan. “Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberinya jalan keluar. Dan Dia akan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. Barang siapa bertawakal kepada Allah, maka Allah akan mencukupkannya.” (QS. At-Talaq: 2-3).
Salah satu tujuan terbesar yang diusahakan oleh seorang muslim dalam hidupnya di dunia adalah menaati Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan masuk surga. Oleh sebab itu, ia selalu mencari amal-amal saleh yang disebutkan dalam hadis-hadis Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam untuk ia terapkan, sehingga itu menjadi sebab dibangunkan rumah di surga untuknya.
Diriwayatkan dalam Shahih al-Jami bahwa Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda:
الْجَنَّةُ بِنَاؤُهَا لَبِنَةٌ مِنْ فِضَّةٍ وَلَبِنَةٌ مِنْ ذَهَبٍ، وَمِلَاطُهَا الْمِسْكُ الأَذْفَرُ، وَحَصْبَاؤُهَا اللُّؤْلُؤُ وَالْيَاقُوتُ، وَتُرْبَتُهَا الزَّعْفَرَانُ، مَنْ يَدْخُلْهَا يَنْعَمْ لَا يَبْأَسْ، وَيَخْلُدْ لَا يَمُوتْ، لَا تَبْلَى ثِيَابُهُمْ، وَلَا يَفْنَى شَبَابُهُمْ
“Surga itu bangunannya tersusun dari satu bata perak dan satu bata emas. Perekatnya adalah minyak kasturi yang paling harum. Kerikilnya dari mutiara dan yaqut, dan tanahnya dari zafaran. Siapa yang memasukinya akan hidup dalam kenikmatan tanpa kesengsaraan, hidup kekal tanpa kematian, pakaian mereka tidak usang dan masa muda mereka tidak pernah sirna.”
Wahai para hamba Allah Subhanahu Wa Ta’ala! Manusia di dunia ini berusaha keras banting tulang demi membangun rumah, sampai ia telah kehilangan harta, usaha, pikiran, dan waktu hingga batas yang tidak terbesit di pikiran. Dan demi hal itu, terkadang juga ada orang yang selalu dirundung kegalauan, kegusaran, insomnia, dan kegelisahan, bahkan rela mengorbankan air mukanya untuk mencari utang dan pinjaman, dan meminta penundaan pembayaran cicilan.
Namun, pada akhirnya ia mengetahui bahwa rumah itu bisa saja rusak, hilang, terbakar, runtuh, dan retak. Dan kalaulah rumahnya selamat dari itu semua, pemilik rumah tidak akan selamat dari kematian, karena semua orang adalah musafir bersama kafilah orang-orang yang telah pergi sebelumnya, sebagaimana yang telah Allah Subhanahu Wa Ta’ala firmankan:
أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِكْكُمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنْتُمْ فِي بُرُوجٍ مُشَيَّدَةٍ
“Di mana pun kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, sekalipun kamu berada di dalam benteng-benteng yang kokoh.” (QS. An-Nisa: 78).
Wahai kaum Muslimin! Disebutkan dalam as-Sunah beberapa amalan yang dapat menjadi sebab seorang muslim dibangunkan rumah di surga, di antara amalan-amalan itu adalah:
- Membangun masjid atau berpartisipasi dalam pembangunan masjid
Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda:
مَنْ بَنَى لِلَّهِ مَسْجِدًا وَلَوْ كَمَفْحَصِ قَطَاةٍ، بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ
“Barang siapa membangun masjid karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala, meskipun hanya sebesar sarang burung pasir (sandgrouse), maka Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan membangunkan baginya sebuah rumah di surga.” (Shahih Ibn Hibban).
- Membaca surat Al-Ikhlas sebanyak sepuluh kali
Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda:
مَنْ قَرَأَ ﴿ قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ﴾ عَشْرَ مَرَّاتٍ، بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ
“Barang siapa membaca قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ [surat al-Ikhlas] sebanyak sepuluh kali, niscaya Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan membangunkan baginya sebuah rumah di surga.” (Shahih al-Jami).
- Bersungguh-sungguh mengamalkan amalan sunah, terlebih lagi salat-salat sunah rawatib
Diriwayatkan dari Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam:
مَنْ ثَابَرَ عَلَى اثْنَتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً مِنَ السُّنَّةِ، بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ: أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ قَبْلَ الظُّهْرِ، وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَهَا، وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْمَغْرِبِ، وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْعِشَاءِ، وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الْفَجْرِ
“Barang siapa senantiasa menjaga dua belas rakaat salat sunah, Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan membangunkan baginya sebuah rumah di surga: empat rakaat sebelum Zuhur, dua rakaat sesudahnya, dua rakaat sesudah Magrib, dua rakaat sesudah Isya, dan dua rakaat sebelum Subuh.” (Shahih At-Tirmidzi).
- Bersabar dan tetap memuji Allah Subhanahu Wa Ta’ala ketika tertimpa musibah berupa kematian buah hati
Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam memberi kabar gembira bahwa siapa yang anaknya meninggal dunia, lalu ia bersabar dan mengucapkan istirja’ (kalimat Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raji’uun), maka akan dibangunkan baginya rumah di surga. Beliau bersabda:
إِذَا مَاتَ وَلَدُ العَبْدِ قَالَ اللَّهُ لِمَلَائِكَتِهِ: قَبَضْتُمْ وَلَدَ عَبْدِي؟ فَيَقُولُونَ: نَعَمْ. فَيَقُولُ: قَبَضْتُمْ ثَمَرَةَ فُؤَادِهِ؟ فَيَقُولُونَ: نَعَمْ. فَيَقُولُ: مَاذَا قَالَ عَبْدِي؟ فَيَقُولُونَ: حَمِدَكَ وَاسْتَرْجَعَ. فَيَقُولُ اللَّهُ: ابْنُوا لِعَبْدِي بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ، وَسَمُّوهُ بَيْتَ الْحَمْدِ.
“Apabila anak seorang hamba meninggal dunia, Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman kepada para malaikat-Nya: ‘Apakah kalian telah mencabut nyawa anak hamba-Ku?’ Mereka menjawab: ‘Ya.’ Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman: ‘Apakah kalian telah mencabut buah hatinya?’ Mereka menjawab: ‘Ya.’ Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman: ‘Apa yang dikatakan hamba-Ku?’ Mereka menjawab: ‘Ia memuji-Mu dan mengucapkan kalimat istirja’, maka Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman: ‘Bangunkanlah untuk hamba-Ku sebuah rumah di surga dan namailah rumah itu Baitul Hamd (Rumah Pujian).” (HR. Shahih At-Tirmidzi).
Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala menjadikan kita orang-orang yang mendapatkan manfaat dari tuntunan dan sunah Nabi-Nya Shallallahu Alaihi Wa Sallam.
Demikianlah yang dapat saya sampaikan, dan saya memohon ampun kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala Yang Maha Agung untuk kita semua, dan seluruh kaum Muslimin dan Muslimat dari segala kesalahan dan dosa. Mohonlah ampun dan bertaubatlah juga kepada-Nya, karena sungguh Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Khutbah Kedua
الحمد لله، خلَق فسوَّى، وقدَّر فهَدَى، وَصَلَّى الله وسلم على نبي الرحمة والهدى، وعلى آله وصحبه ومن اقتفى.
قال الله تعالى: ﴿ يَاأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً ﴾ [النساء: 1]، أما بعد:
Segala puji bagi Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang telah menciptakan dan membaguskan ciptaan-Nya, serta menetapkan dan memberi petunjuk. Semoga selawat dan salam selalu terlimpah kepada Nabi pembawa kasih sayang dan hidayah, dan kepada keluarga, para sahabat, dan seluruh pengikut beliau.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
يَاأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً
“Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan darinya Dia menciptakan pasangannya, dan dari keduanya Dia mengembangbiakkan banyak laki-laki dan perempuan.” (QS. An-Nisa: 1).
Amma ba’du:
Wahai para hamba Allah Subhanahu Wa Ta’ala! Di antara amalan lain yang dapat menjadi sebab seorang muslim dibangunkan rumah di surga adalah:
- Berakhlak mulia, dan menghindari perdebatan dan dusta
Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda:
أَنَا زَعِيمٌ بِبَيْتٍ فِي رَبَضِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْمِرَاءَ وَإِنْ كَانَ مُحِقًّا، وَبِبَيْتٍ فِي وَسَطِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْكَذِبَ وَإِنْ كَانَ مَازِحًا، وَبِبَيْتٍ فِي أَعْلَى الْجَنَّةِ لِمَنْ حَسُنَ خُلُقُهُ
“Aku menjamin sebuah rumah di pinggiran surga bagi orang yang meninggalkan perdebatan meskipun ia benar, dan sebuah rumah di tengah surga bagi orang yang meninggalkan dusta meskipun dalam bercanda, serta sebuah rumah di surga yang paling tinggi bagi orang yang berakhlak mulia.” (Shahih Abi Dawud).
- Beriman kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda:
أَنَا زَعِيمٌ لِمَنْ آمَنَ بِي وَأَسْلَمَ وَهَاجَرَ بِبَيْتٍ فِي رَبَضِ الْجَنَّةِ، وَبَيْتٍ فِي وَسَطِ الْجَنَّةِ، وَبَيْتٍ فِي أَعْلَى غُرَفِ الْجَنَّةِ. وَأَنَا زَعِيمٌ لِمَنْ آمَنَ بِي وَأَسْلَمَ وَجَاهَدَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِبَيْتٍ فِي رَبَضِ الْجَنَّةِ، وَبَيْتٍ فِي وَسَطِ الْجَنَّةِ، وَبَيْتٍ فِي أَعْلَى غُرَفِ الْجَنَّةِ فَمَنْ فَعَلَ ذٰلِكَ لَمْ يَدَعْ لِلْخَيْرِ مَطْلَبًا، وَلَا مِنَ الشَّرِّ مَهْرَبًا، يَمُوتُ حَيْثُ شَاءَ أَنْ يَمُوتَ
“Aku menjamin bagi orang yang beriman kepadaku, masuk Islam, dan berhijrah: sebuah rumah di pinggiran surga, sebuah rumah di tengah surga, dan sebuah rumah di kamar-kamar surga yang paling tinggi. Dan aku juga menjamin bagi orang yang beriman kepadaku, masuk Islam, dan berjihad di jalan Allah Subhanahu Wa Ta’ala mendapat sebuah rumah di pinggiran surga, sebuah rumah di tengah surga, dan sebuah rumah di kamar-kamar surga yang paling tinggi. Maka siapa yang melakukan hal itu, ia tidak menyisakan satu pun pintu kebaikan kecuali ia mendatanginya, dan tidak pula ada jalan keburukan kecuali ia menghindarinya, maka di mana saja ia wafat, (ia tetap mendapat jaminan itu).” (Shahih al-Jami’).
- Membaca doa ketika memasuki pasar
Diriwayatkan dari Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam:
مَنْ دَخَلَ السُّوقَ، فَقَالَ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ، وَلَهُ الْحَمْدُ، يُحْيِي وَيُمِيتُ، بِيَدِهِ الْخَيْرُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، كَتَبَ اللَّهُ لَهُ أَلْفَ أَلْفَ حَسَنَةٍ، وَمَحَا عَنْهُ أَلْفَ أَلْفَ سَيِّئَةٍ، وَرَفَعَ لَهُ أَلْفَ أَلْفَ دَرَجَةٍ، وَبَنَى لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ
“Barang siapa yang memasuki pasar, lalu mengucapkan: Laa ilaaha illallaah wahdahu laa syariika lahu, lahul mulku wa lahul hamdu, yuhyii wa yumiitu, biyadihil khairu, wa huwa ‘alaa kulli syai-in qadiir, maka Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan mencatat satu juta kebaikan baginya, menghapus darinya satu juta kesalahan, meninggikan satu juta derajatnya, dan membangunkan rumah di surga baginya.” (HR. Al-Hakim dalam Al-Mustadrak).
Wahai para hamba Allah Subhanahu Wa Ta’ala! Ucapkanlah selawat dan salam kepada Nabi kalian, sebagai sambutan atas perintah Tuhan kalian:
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya berselawat kepada Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, berselawatlah kalian untuknya dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan.” (QS. Al-Ahzab: 56).
Ya Allah, limpahkanlah selawat kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam, dan kepada keluarga beliau, sebagaimana Engkau limpahkan selawat kepada Nabi Ibrahim dan kepada keluarga beliau.
اللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِينَ، وَاخْذُلْ أَعْدَاءَكَ أَعْدَاءَ الدِّينِ، اللَّهُمَّ آمِنَّا فِي أَوْطَانِنَا، وَأَصْلِحْ أَئِمَّتَنَا وَوُلَاةَ أُمُورِنَا، وَارْزُقْهُمُ الْبِطَانَةَ الصَّالِحَةَ النَّاصِحَةَ، اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ، وَاجْمَعْ عَلَى الْحَقِّ كَلِمَتَهُمْ، رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا وَوَالِدِينَا عَذَابَ الْقَبْرِ وَالنَّارِ.
Ya Allah, muliakanlah agama Islam dan kaum Muslimin, dan hinakanlah musuh-musuh-Mu yang merupakan musuh-musuh agama. Ya Allah, berilah kami keamanan di negeri kami, perbaikilah para pemimpin dan pengemban urusan kami, karuniakanlah kepada mereka orang-orang dekat yang saleh dan tulus. Ya Allah, ampunilah kaum Muslimin dan Muslimat, jalinlah hati mereka, satukanlah mereka di atas kebenaran. Ya Tuhan kami, berilah kebaikan bagi kami di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dan orang tua kami dari azab kubur dan neraka.
عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ؛ فَاذْكُرُوا اللَّهَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ، وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ.
Wahai para hamba Allah Subhanahu Wa Ta’ala! “Sesungguhnya Allah memerintahkan untuk berlaku adil, berbuat kebajikan, dan memberikan bantuan kepada kerabat. Dia (juga) melarang perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan. Dia memberi pelajaran kepadamu agar kamu selalu ingat.” (QS. An-Nahl: 90).
Maka ingatlah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, niscaya Dia akan mengingat kalian, bersyukurlah kepada-Nya atas nikmat-nikmat-Nya, niscaya Dia akan menambah nikmat-nikmat itu bagi kalian. “Sungguh, mengingat Allah itu lebih besar (keutamaannya daripada ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Ankabut: 45).
Sumber:

