Khutbah Jumat Singkat Terbaru

Mari bersama menabung pahala amal jariyah untuk kehidupan kita kelak di akhirat.   BSI: 7086882242
a.n. Yayasan Yufid Network  

Seluruh dana untuk operasional produksi konten dakwah di Yufid: Yufid.TV, YufidEDU, Yufid Kids, website dakwah (KonsultasiSyariah.com, Yufid.com, KisahMuslim.com, Kajian.Net, KhotbahJumat.com, dll).

Yufid menerima zakat mal untuk operasional dakwah Yufid

Artikel Khutbah Jumat

Obesitas dan Bahayanya, Serta Penanganannya dalam Sunnah Nabi

السُّمْنَةُ ومَخاطِرُها، وعِلاجُها في السُّنَّةِ النبويَّةِ

Oleh: 

Syaikh Abdurrahman bin Saad asy-Syatsri

الشيخ عبدالرحمن بن سعد الشثري

إنَّ الحمدَ للهِ، نَحمَدُه ونستعينُه، مَن يَهدِه اللهُ فلا مُضِلَّ له، ومن يُضلل فلا هاديَ له، وأشهدُ أن لا إلهَ إلا اللهُ وحدَه لا شريكَ له، وأنَّ محمدًا صلى الله عليه وسلم عبدُه ورسولُه.

Segala puji hanya bagi Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Kita memuji dan memohon pertolongan hanya kepada-Nya. Siapa yang Allah beri petunjuk, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya, dan siapa yang Dia sesatkan, maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk. Saya bersaksi tidak ada Tuhan selain Allah Subhanahu Wa Ta’ala saja, yang tidak memiliki sekutu, dan saya bersaksi Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya.

Amma ba’du:

Wahai manusia sekalian! Bertakwalah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang telah berfirman:

وَلَا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا

“Janganlah kamu membunuh dirimu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.” (QS. An-Nisa: 29).

Ketahuilah bahwa telah banyak diriwayatkan hadis-hadis dari Nabi kita Shallallahu Alaihi Wa Sallam tentang akan terjadinya banyak kasus obesitas pada akhir zaman. Beliau Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda:

خَيْرُ أُمَّتِي الْقَرْنُ الَّذِينَ بُعِثْتُ فِيهِمْ، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ… قالَ: ثُمَّ يَخْلُفُ قَوْمٌ ‌يُحِبُّونَ ‌السَّمَانَةَ، يَشْهَدُونَ قَبْلَ أَنْ يُسْتَشْهَدُوا

“Sebaik-baik umatku adalah generasi yang aku diutus kepada mereka (generasi sahabat) kemudian generasi setelah mereka. Kemudian datanglah setelah mereka kaum yang menyukai badan yang gemuk, mereka memberi kesaksian sebelum diminta.” (HR. Muslim).

An-Nawawi menjelaskan, “Yang dimaksud dengan kata (‌السَّمَانَةَ) dengan huruf Sin berharakat Fathah, yakni kegemukan. Mayoritas ulama berkata tentang makna hadis ini: ‘Yang dimaksud dengan kegemukan di sini adalah memiliki banyak daging, dalam artian kegemukan/obesitas banyak terjadi pada mereka, dan maksudnya bukan semata-mata gemuk.’ Para ulama mengatakan bahwa yang tercela adalah jika kegemukan itu terjadi karena dicari (pola hidup). Sedangkan orang yang memang secara alami punya kecenderungan gemuk, maka tidak masuk dalam cakupan hadis ini. Adapun orang yang mencari kegemukan yakni orang yang berlebihan dalam makan dan minum melebihi batas normal.”

Badan Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan bahwa obesitas di dunia telah meningkat lebih dari dua kali lipat sejak tahun 1980. Dan pada tahun 2014 terdapat lebih dari 1,9 miliar orang dengan usia 18 tahun ke atas memiliki berat badan berlebih, dan 600 juta dari mereka mengalami obesitas. 

Diumumkan juga pada Forum Riyadh untuk Obesitas, yang diselenggarakan tiga tahun yang lalu bahwa tingkat obesitas di Arab Saudi sebesar 40%. Kepala Pusat Penelitian Obesitas di Universitas King Saud menyebutkan bahwa terdapat 47 penyakit yang pemicu utamanya adalah obesitas, dan besarnya pengeluaran untuk pengobatan obesitas dan komplikasinya di Arab Saudi diperkirakan mencapai 19 miliar riyal pertahun, dan angka kematian pertahun sekitar 20 ribu jiwa.

WHO juga menyebutkan bahwa obesitas menjadi pemicu utama beberapa jenis kanker, seperti kanker lapisan dalam rahim (endometrium), kanker payudara, kanker ovarium, kanker prostat, kanker kantung empedu, kanker ginjal, dan kanker usus besar. Kita memohon kesehatan dan keselamatan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Bagaimana cara penanganan obesitas dalam Sunnah Nabi?

Wahai para hamba Allah Subhanahu Wa Ta’ala!

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mencela orang yang membuat dirinya gemuk. Suatu hari beliau pernah melihat seorang lelaki yang gemuk, dan beliau memberi isyarat dengan tangan ke arah perutnya seraya bersabda:

لَوْ كانَ هذا في غَيْرِ هذا الْمَكَانِ لَكَانَ خَيْرًا لَكَ

“Seandainya ini bukan di tempat ini, pasti lebih baik bagimu.” (HR. Ahmad, dan sanadnya dinilai baik oleh Al-Iraqi dan Al-Bushairi).

Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam juga mencela kekenyangan dan berlebihan dalam makan dan minum. Beliau bersabda:

مَا مَلأَ آدَمِيٌّ ‌وِعَاءً ‌شَرًّا ‌مِنْ ‌بَطْنٍ، حَسْبُ الآدَمِيِّ لُقَيْمَاتٌ يُقِمْنَ صُلْبَهُ، فإِنْ غَلَبَتِ الآدَمِيَّ نَفْسُهُ، فَثُلُثٌ لِلطَّعَامِ، وثُلُثٌ لِلشَّرَابِ، وثُلُثٌ لِلنَّفَسِ

“Tidaklah seorang manusia memenuhi suatu wadah yang lebih buruk daripada perutnya. Cukuplah bagi anak Adam beberapa suapan yang dapat menegakkan tulang punggungnya. Jika ia harus (makan lebih banyak), maka sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga untuk napas.” (HR. Ibnu Majah dan dihasankan oleh Ibnu Hajar).

Ibnu Rajab memberi komentar hadis ini dengan berkata: “Hadis ini merupakan kaidah umum bagi seluruh kaidah pengobatan. Diriwayatkan bahwa ketika Ibnu Masawaih membaca hadis ini dalam kitab Abu Khaitsamah, ia lalu mengatakan, ‘Seandainya orang-orang mengamalkan beberapa kalimat ini, niscaya mereka akan selamat dari berbagai penyakit, dan Rumah-Rumah Sakit serta Apotek-Apotek pasti tutup.’”

Diriwayatkan dari Ibnu Umar, ia berkata: 

“Pernah ada seorang lelaki yang bersendawa di hadapan Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam, lalu beliau bersabda:

كُفَّ ‌عَنَّا ‌جُشَاءَكَ، فإِنَّ أَكْثَرَهُمْ شِبَعًا في الدُّنيا أَطْوَلُهُمْ جُوعًا يَوْمَ القِيَامَةِ

‘Tahanlah sendawamu dari kami, karena sesungguhnya orang yang paling banyak kenyang di dunia adalah yang paling panjang laparnya pada hari kiamat.’” (HR. At-Tirmidzi, dan dihasankan Al-Albani). 

Al-Manawi mengatakan: “Larangan bersendawa merupakan larangan pada sebabnya, yaitu kekenyangan, dan ini memang perbuatan tercela secara syariat dan kesehatan.”

Aisyah Radhiyallahu ‘anha mengatakan: “Keluarga Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam tidak pernah kenyang oleh roti gandum selama dua hari berturut-turut, hingga Beliau Shallallahu Alaihi Wa Sallamihi wa sallam wafat.”

Di antara tuntunan Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam dalam menangani obesitas adalah dengan menjalankan hal-hal yang dapat mendatangkan keberkahan makanan dan minuman. Salah satunya disebutkan dalam sabda Beliau Shallallahu Alaihi Wa Sallam:

يَا غُلامُ، سَمِّ اللهَ، ‌وكُلْ ‌بِيَمِينِكَ، وكُلْ مِمَّا يَلِيكَ

“Wahai anak muda, ucapkanlah bismillah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah makanan yang ada di hadapanmu.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim). 

Juga sabda Beliau Shallallahu Alaihi Wa Sallam:

لا ‌يَأْكُلَنَّ ‌أَحَدٌ مِنْكُمْ بِشِمَالِهِ ولا يَشْرَبَنَّ بِهَا، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَأْكُلُ بِشِمَالِهِ وَيَشْرَبُ بِهَا

“Janganlah salah seorang dari kalian makan dengan tangan kirinya dan jangan juga minum dengannya, karena setan makan dan minum dengan tangan kirinya.” (HR. Muslim). 

Diriwayatkan dari Aisyah Radhiyallahu ‘anha bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam pernah memakan makanan dengan enam orang. Kemudian datang orang Arab Badui dan memakan makanan itu dalam dua suapan. Rasulullah lalu bersabda: 

أَمَا ‌إِنَّهُ ‌لَوْ ‌كَانَ ‌سَمَّى ‌باللهِ لَكَفَاكُمْ، فَإِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ طَعَامًا فَلْيَذْكُرِ اسْمَ اللهِ عَلَيْهِ، فَإِنْ نَسِيَ فَي أَوَّلِهِ فَلْيَقُلْ: بِسْمِ اللهِ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ

“Seandainya dia mengucapkan bismillah niscaya makanan itu cukup bagi kalian, maka apabila salah seorang dari kalian memakan makanan, hendaklah mengucapkan bismillah. Apabila ia lupa mengucapkannya di awal makannya, hendaklah ia mengucapkan, ‘Bismillahi awwalahu wa akhirahu’ (Dengan menyebut nama Allah di awal dan akhirnya).” (HR. Ibnu Hibban. Al-Albani mengatakan hadis ini shahih lighairihi).

Di antara hal lain yang mendatangkan keberkahan makanan dan minuman adalah tidak makan sambil bersandar. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda:

لا آكُلُ مُتَّكِئًا

“Aku tidak makan sambil bersandar.” (HR. Al-Bukhari).

Ibnu Al-Qayyim menjelaskan: “Bersandar di sini dapat ditafsirkan dengan duduk bersila, ditafsirkan juga dengan duduk bersandar pada sesuatu, dan ditafsirkan juga dengan berbaring.”

[Abdullah bin Busr berkata]: “Aku pernah memberi hadiah kepada Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam berupa hidangan kambing. Beliau lalu makan sambil duduk berlutut. Lalu ada seorang Arab Badui yang berkata, ‘Posisi duduk macam apa ini?’ Beliau menanggapi, ‘Sesungguhnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala menjadikanku sebagai seorang hamba yang rendah hati, dan tidak menjadikanku hamba yang keras dan sombong.’” (HR. Ibnu Majah, dan dihasankan Ibnu Hajar).

Anas bin Malik berkata: “Saya pernah melihat Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam makan kurma sambil duduk dengan posisi iq’a.” (HR. Muslim).

Posisi iq’a yakni duduk dengan menempelkan pantat ke lantai dan menegakkan kedua betis.

Khutbah Kedua

الحمدُ لله وحده، والصلاة والسلام على من لا نبيَّ بعده.

أما بعد: مِن هديه صلى الله عليه وسلم في الأكل والشرب: (‌يَتَنَفَّسُ ‌في ‌الشَّرَابِ ‌ثَلاثًا، ويَقُولُ: «إِنَّهُ أَرْوَى وَأَبْرَأُ وَأَمْرَأُ») رواه مسلم.

Segala puji hanya bagi Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Shalawat dan salam semoga senantiasa terlimpah kepada penutup para Nabi. Amma ba’du:

Di antara tuntunan Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam ketika makan dan minum adalah minum dengan tiga kali napas. Beliau bersabda bahwa itu lebih menghilangkan dahaga, lebih sehat, dan lebih nikmat. (HR. Muslim).

Diriwayatkan dari Asma binti Abu Bakar bahwa apabila dia diberi  tsarid (makanan berkuah/daging dengan roti), ia memerintahkan agar makanan itu ditutup hingga hilang asap panasnya. Lalu dia berkata: “Aku mendengar Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda:

هُوَ ‌أَعْظَمُ ‌لِلْبَرَكَةِ

“Yang seperti itu lebih banyak mendatangkan keberkahan.” (HR. Ad-Darimi, dan dishahihkan Al-Albani).

“Dulu Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam makan dengan tiga jari, dan menjilat tangannya sebelum mencucinya.” (HR. Muslim).

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam juga pernah melarang seseorang makan dua kurma sekaligus, sebelum meminta izin kepada teman-teman makannya. (HR. Al-Bukhari dan Muslim). Dan beliau juga melarang minum sambil berdiri. (HR. Muslim).

Di antara metode menangani obesitas dalam sunnah Nabi adalah anjuran beliau untuk olahraga jasmani dan rohani. Ibnu Al-Qayyim berkata: “Apabila kamu mencermati tuntunan Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam tentang olahraga, pasti kamu mendapatinya sebagai tuntunan paling sempurna yang dapat menjaga kesehatan dan kekuatan, dan berguna bagi kehidupan dunia dan akhirat.”

Di antara metode lainnya adalah mendirikan salat malam dan memperbanyak puasa. Ibnu Al-Qayyim berkata: “Salat malam adalah salah satu sebab paling berguna untuk menjaga kesehatan, dan pencegah paling kuat terhadap banyak penyakit menahun, serta hal paling menyegarkan bagi jiwa, raga, dan hati, sebagaimana yang diriwayatkan dalam Ash-Shahihain dari Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam, beliau bersabda:

‘Setan mengikat di ujung kepala salah seorang dari kalian ketika ia tidur dengan tiga ikatan. Pada setiap ikatan ia berkata: ‘Malam masih panjang, tidurlah!’ Jika ia bangun lalu mengingat Allah Subhanahu Wa Ta’ala, terlepaslah satu ikatan. Jika ia berwudhu, terlepaslah ikatan yang kedua. Jika ia salat, terlepaslah semua ikatannya.

Maka ia pun bangun dalam keadaan bersemangat dan baik jiwanya. Namun jika tidak, ia bangun dalam keadaan buruk jiwa dan malas.’ Puasa sesuai syariat juga merupakan faktor yang dapat menjaga kesehatan, dan melatih jiwa dan raga yang manfaat ini tidak mungkin dapat dipungkiri oleh orang yang fitrahnya sehat.”

Di antara metode lainnya adalah anjuran Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam untuk pergi ke Masjid dengan berjalan kaki. Lalu di antara tuntunan dalam berjalan adalah dulu beliau apabila berjalan, berjalan dengan penuh kekuatan, tidak ada kemalasan di dalamnya. (HR. Imam Ahmad dan dishahihkan para pen-tahqiq kitab Al-Musnad). 

Abu Hurairah juga berkata: 

وَمَا رَأَيْتُ أَحَدًا ‌أَسْرَعَ ‌في ‌مِشْيَتِهِ مِنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، كَأَنَّمَا الأَرْضُ تُطْوَى لَهُ، إِنَّا لَنُجْهِدُ أَنْفُسَنَا، وَإِنَّهُ لَغَيْرُ مُكْتَرِثٍ

“Aku tidak pernah melihat seseorang yang lebih cepat dalam berjalan daripada Rasulullah. Seakan-akan bumi dilipat untuk beliau. Kami sampai harus bersungguh-sungguh (untuk mengimbangi langkah beliau), sedangkan beliau tidak merasa terbebani sedikit pun.” (HR. Imam Ahmad dan dishahihkan para pen-tahqiq kitab Al-Musnad).

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda:

وَكُلُّ ‌خُطْوَةٍ ‌تَمْشِيهَا ‌إِلَى الصَّلَاةِ صَدَقَةٌ

“Setiap langkah yang kamu ayunkan menuju salat merupakan sedekah.” (HR. Muslim).

Beliau juga bersabda:

مَنْ غَسَّلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَاغْتَسَلَ، وَبَكَّرَ وَابْتَكَرَ، ‌وَمَشَى ‌وَلَمْ ‌يَرْكَبْ، وَدَنَا مِنَ الْإِمَامِ، فَاسْتَمَعَ وَلَمْ يَلْغُ، كَانَ لَهُ بِكُلِّ خَطْوَةٍ عَمَلُ سَنَةٍ، أَجْرُ صِيَامِهَا وَقِيَامِهَا

“Barang siapa pada hari Jumat mencuci kepala dan seluruh badannya, lalu pergi pagi-pagi dan lebih awal dengan berjalan kaki dan tidak berkendara, lalu mendekat kepada imam, mendengarkan khutbah dan tidak melakukan hal yang sia-sia, maka setiap langkahnya dihitung baginya seperti pahala amal satu tahun puasa dan salat malamnya.” (HR. Ibnu Majah, disahihkan Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban, Al-Hakim, Ibnu As-Sakan, dan Al-Albani).

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam juga mendaki gunung Uhud. (HR. Al-Bukhari dan Muslim). Beliau juga melakukan pacuan kuda. (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Ibnu Al-Qayyim berkata: “Dengan demikian kamu mengetahui bahwa tuntunan beliau mengungguli segala tuntunan dalam kesehatan badan dan hati, menjaga kesehatannya, dan mencegah penyakitnya, dan tidak perlu ada tambahan bukti lagi bagi orang yang menggunakan akal sehatnya. Dari Allahlah segala taufik.”

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda:

أَلا ‌كُلُّكُمْ ‌رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

“Ketahuilah bahwa kalian semua adalah pemimpin, dan kalian semua akan dimintai pertanggungjawaban atas rakyatnya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Oleh sebab itu, waspadalah wahai saudaraku, agar tidak menghadirkan makanan dan minuman yang menimbulkan mudarat bagi orang yang berada di bawah tanggung jawabmu.

رَزَقنا الله والمسلمين والمسلمات العفو والعافية.

Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengaruniakan ampunan dan kesehatan kepada kita, serta kaum Muslimin dan Muslimat.

Sumber:

https://www.alukah.net/sharia/0/147338/السمنة-ومخاطرها،-وعلاجها-في-السنة-النبوية/

Sumber artikel PDF

Print Friendly, PDF & Email

Belajar Iqro Belajar Membaca Al-Quran

KLIK GAMBAR UNTUK MEMBELI FLASHDISK VIDEO BELAJAR IQRO, ATAU HUBUNGI: +62813 26 3333 28