Print Friendly, PDF & Email

Khutbah Pertama:

الحمد لله حمدا كثيرا طيبا مباركًا فيه ، أحمده تبارك وتعالى كما يحب ويرضى ، وأثني عليه الخير كله ، لا أحصي ثناءً عليه هو كما أثنى على نفسه ، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له ؛ إله الأولين والآخرين وقيوم السموات والأرضين ، وأشهد أن محمداً عبده ورسوله وصفيه وخليله وأمينه على وحيه ومبلغ الناس شرعه ؛ فصلوات الله وسلامه عليه وعلى آله وصحبه أجمعين .

أما بعد معاشر المؤمنين عباد الله :

Bertakwalah kepada Allah Ta’ala. Ketauhilah! Sesungguhnya takwa adalah sebaik-baik bekal yang disiapkan seorang hamba untuk menggapai ridha Allah.

Ibadallah,

Ketauhilah ibadah kepada Allah merupakan tujuan kita diciptakan. Sebagaimana firman Allah Ta’ala,

﴿ وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ ﴾

“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.” (QS:Adz-Dzaariyat | Ayat: 56).

Ibadah itu tidak akan diterima kecuali dengan tiga rukun (pilar). Ketiga rukun tersebut adalah cinta, harap, dan takut. Dalam beribadah seseorang harus menghadirkan rasa cinta kepada Allah, berharap kepada-Nya, dan takut kepada-Nya. Inilah tiga pilar ibadah yang harus ada pada semua ibadah yang kita kerjakan. Shalat Anda, puasa Anda, haji Anda, sedekah Anda, semua ketaatan yang Anda jadikan jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah harus terdapat tiga hal ini. Anda wajib beribadah kepada Allah dengan mencintai-Nya. Berharap pahala dari-Nya. Dan takut akan hukuman-Nya. Allah ﷻ berfirman tentang cinta:

﴿ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَشَدُّ حُبًّا لِلَّهِ ﴾

“Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah.” (QS:Al-Baqarah | Ayat: 165).

Firman-Nya tentang harap:

﴿ وَمَنْ يَقْنَطُ مِنْ رَحْمَةِ رَبِّهِ إِلَّا الضَّالُّونَ ﴾

“Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Tuhan-nya, kecuali orang-orang yang sesat.” (QS:Al-Hijr | Ayat: 56).

Firman-Nya tentang takut:

﴿ أَفَأَمِنُوا مَكْرَ اللَّهِ فَلَا يَأْمَنُ مَكْرَ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْخَاسِرُونَ ﴾

“Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terduga-duga)? Tiada yang merasa aman dan azab Allah kecuali orang-orang yang merugi.” (QS:Al-A’raf | Ayat: 99).

Dan Allah mengumpulkan ketiga rukun ini dalam satu ayat dari surat Al-Isra:

﴿ أُولَئِكَ الَّذِينَ يَدْعُونَ يَبْتَغُونَ إِلَى رَبِّهِمُ الْوَسِيلَةَ أَيُّهُمْ أَقْرَبُ وَيَرْجُونَ رَحْمَتَهُ وَيَخَافُونَ عَذَابَهُ إِنَّ عَذَابَ رَبِّكَ كَانَ مَحْذُورًا ﴾

“Orang-orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan kepada Tuhan mereka siapa di antara mereka yang lebih dekat (kepada Allah) dan mengharapkan rahmat-Nya dan takut akan azab-Nya; sesungguhnya azab Tuhanmu adalah suatu yang (harus) ditakuti.” (QS:Al-Israa’ | Ayat: 57).

Ibadallah,

Kedudukan cinta dalam ibadah bagaikan kedudukan ruh untuk jasad. Cinta adalah sesuatu yang menggerakkan jiwa untuk melakukan suatu aktivitas ibadah dan ketaatan. Seseorang yang cinta akan menaati perintah yang dicintai dan menjauhi apa yang ia larang. Cinta adalah asas ibadah bahkan ia menjadi ruh penggeraknya.

Adapun harap adalah pemimpin jiwa. Seseorang tidak menempuh suatu jalan dan istiqomah di atasnya kecuali ada di dalam hatinya rasa harap. Sedangkan rasa takut adalah supir yang mengendalikan jiwa. Yang menjadi benteng dari sesuatu yang haram; dosa dan maksiat.

Wahb bin Munabbih rahiamhullah mengatakan, “Rasa harap adalah pemimpin, takut adalah supirnya, dan jiwa itu keras (sulit dikendalikan).”

Benar sekali, rasa harap membimbing Anda menuju banyak keutamaan. Rasa rahap membuat Anda betah dalam ketaatan. Ia membuat Anda bersungguh-sungguh dalam ibadah. Dan rasa takut menjadi supir manusia yang mengantarkan untuk dekat dengan ketaatan dan membawa jauh dari yang haram dan dosa.

Ibadallah,

Demikianlah pendapat para ulama. Rasa harap akan bermanfaat apabila ia memimpin seseorang menuju ketaatan. Sedangkan rasa takut bermanfaat apabila ia membuat seseorang jauh dari yang haram dan dosa. Oleh karena itu, para ulama mengatakan, “Tidak boleh rasa harap itu yang dominan disbanding rasa takut. Demikian juga rasa takut tidak boleh lebih dominan dari rasa harap”.

Keduanya harus setara. Karena keduanya ibarat dua sayap burung. Siapa yang rasa harapnya lebih dominan dari rasa takut, maka ia menjadi seseorang yang merasa aman dari murka Allah. Dan siapa yang rasa takutnya lebih dominan dari rasa harap, maka ia akan menjadi seseorang yang berputus asa dari rahmat Allah. Allah ﷻ memperingatkan manusia agar tidak bersifat demikian.

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dari Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhu, ada seseorang yang bertanya kepada Nabi ﷺ tentang dosa besar.

الشِّرْكُ بِاللهِ وَ اْلإِياَسُ مِنْ رَوْحِ اللهِ وَ اْلقُنُوْطِ مِنْ رَحْمَةِ اللهِ

“Dosa besar adalah berbuat syirik kepada Allah Azza wa Jalla. Dan pesimis dari kasih sayang Allah Azza wa Jalla serta berputus asa dari (mendapatkan) rahmat-Nya.”

Ibadallah,

Rasa aman dari makar Allah akan muncul apabila seseorang memiliki rasa harap yang lebih besar. Dan rasa berputus asa dari rahmat Allah akan muncul tatkala seorang hamba memiliki rasa takut yang lebih besar. Wajib bagi seseorang hamba memiliki rasa takut dan harap kepada Allah dengan kadar yang berimbang.

Ibadallah,

Kita sangat membutuhkan memperhatikan ketiga rukun ibadah ini. supaya kita mampu istiqomah dalam menaati Allah Tabaraka wa Ta’ala. Jika tidak, kita akan terjatuh pada sikap berlebih-lebihan atau bermalas-malasan. Kita memohon kepada Allah ﷻ dengan nama-nama-Nya Yang Maha Baik dan sifat-sifat-Nya sempurna agar menjadikan kita orang-orang yang mecintai-Nya dengan cinta yang hakiki, berharap rahmat-Nya dan takut akan adzab-Nya. Semoga Dia memberi taufik kepada kita pada yang Dia cintai dan ridhai.

أقول هذا القول وأستغفر الله لي ولكم ولسائر المسلمين من كل ذنب فاستغفروه يغفر لكم إنه هو الغفور الرحيم.

Khutbah Kedua:

الحمد لله على إحسانه ، والشكر له على فضله وجوده وامتنانه ، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له تعظيماً لشأنه ، وأشهد أن محمداً عبده ورسوله الداعي لرضوانه ؛ صلى الله وسلم عليه وعلى آله وأصحابه وأعوانه، أما بعد عباد الله :

Bertakwalah kepada Allah Ta’ala dengan menghadirkan tiga hal ini. ketiga hal inilah yang disebut oleh para ulama dengan rukun ibadah hati. Yaitu: cinta, hara, dan takut.

Ibadallah,

Siapa yang beribadah kepada Allah dengan cinta saja tanpa rasa takut dan harap, maka ia menjadi seorang zindiq. Siapa yang beribadah kepada Allah dengan takut saja tanpa rasa cinta dan harap, maka ia akan menjadi seorang yang keras. Tidak toleran terhadap pelaku dosa dan kesalahan. Dan siapa yang beribadah kepada Allah hanya dengan rasa harap tanpa rasa cinta dan takut, maka ia akan meremehkan ajaran agama. ibadah tidak akan benar dan lurus kecuali mengumpulkan tiga rukun ini. allah ﷻ berfirman,

﴿ أُولَئِكَ الَّذِينَ يَدْعُونَ يَبْتَغُونَ إِلَى رَبِّهِمُ الْوَسِيلَةَ أَيُّهُمْ أَقْرَبُ ﴾

“Orang-orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan kepada Tuhan mereka siapa di antara mereka yang lebih dekat (kepada Allah).” Ini adalah cinta. Sedangkan rasa takut dan harap terdapat pada kelanjutan ayat.

﴿ وَيَرْجُونَ رَحْمَتَهُ وَيَخَافُونَ عَذَابَهُ إِنَّ عَذَابَ رَبِّكَ كَانَ مَحْذُورًا ﴾

“dan mengharapkan rahmat-Nya dan takut akan azab-Nya; sesungguhnya azab Tuhanmu adalah suatu yang (harus) ditakuti.”

واعلموا – رعاكم الله – أن أصدق الحديث كلام الله ، وخير الهدى هدى محمد صلى الله عليه وسلم ، وشر الأمور محدثاتها ، وكل محدثة بدعة ، وكل بدعة ضلالة ، وكل ضلالة في النار ، وعليكم بالجماعة فإن يد الله على الجماعة

وصلوا وسلموا رعاكم الله على محمد بن عبد الله كما أمركم الله بذلك في كتابه فقال: ﴿ إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً ﴾ [الأحزاب:٥٦] ، وقال صلى الله عليه وسلم : (( مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلاةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا)) .

اللهم صل على محمد وعلى آل محمد كما صليت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد ، وبارك على محمد وعلى آل محمد كما باركت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد . وارض اللهم عن الخلفاء الراشدين الأئمة المهديين ؛ أبي بكر الصديق ، وعمر الفاروق ، وعثمان ذي النورين ، وأبي الحسنين علي ، وارض اللهم عن الصحابة أجمعين ، وعن التابعين ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين ، وعنا معهم بمنك وكرمك وإحسانك يا أكرم الأكرمين .

اللهم أعز الإسلام والمسلمين ، اللهم أعز الإسلام والمسلمين ، اللهم أعز الإسلام والمسلمين ، وأذل الشرك والمشركين ، ودمر أعداء الدين ، واحم حوزة الدين يا رب العالمين . اللهم آمنا في أوطاننا، وأصلح أئمتنا وولاتنا أمورنا، واجعل ولايتنا فيمن خافك واتقاك واتبع رضاك يا رب العالمين . اللهم وفق ولي أمرنا لهداك واجعل عمله في رضاك ، اللهم إنا نسألك موجبات رحمتك وعزائم مغفرتك ، ونسألك شكر نعمتك وحسن عبادتك ، ونسألك قلباً سليما ولساناً صادقا ، ونسألك من خير ما تعلم ، ونعوذ بك من شر ما تعلم ، ونستغفرك مما تعلم إنك أنت علام الغيوب.

اللهم آت نفوسنا تقواها ، زكها أنت خير من زكاها ، أنت وليها ومولاها ، اللهم أصلح ذات بيننا وألف بين قلوبنا واهدنا سبل السلام وأخرجنا من الظلمات إلى النور ، وبارك لنا في أسماعنا وأبصارنا وأزواجنا وذرياتنا وأموالنا وأوقاتنا واجعلنا مباركين أينما كنا ، اللهم ارفع عنا الغلا والوبا والمحن كلها والزلازل والفتن ما ظهر منها وما بطن عن بلدنا هذا خاصة وعن سائر بلاد المسلمين عامة يا رب العالمين ، اللهم اغفر لنا ذنبنا كله، دقه وجله، أوله وآخره، سره وعلنه ، اللهم اغفر لنا ولوالدينا وللمسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات الأحياء منهم والأموات .

ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار. اللهم أغثنا، اللهم أغثنا، اللهم أغثنا . وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين ، وصلى الله وسلم وبارك وأنعم على عبد الله ورسوله نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين.

Oleh Tim KhotbahJumat.com
Artikel ww.KhotbahJumat.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.