Khutbah Jumat Singkat Terbaru

Mari bersama menabung pahala amal jariyah untuk kehidupan kita kelak di akhirat.   BSI: 7086882242
a.n. Yayasan Yufid Network  

Seluruh dana untuk operasional produksi konten dakwah di Yufid: Yufid.TV, YufidEDU, Yufid Kids, website dakwah (KonsultasiSyariah.com, Yufid.com, KisahMuslim.com, Kajian.Net, KhotbahJumat.com, dll).

Yufid menerima zakat mal untuk operasional dakwah Yufid

Bersih Hati

Penjelasan Doa: “Allāhumma Innī As-aluka ats-Tsabāta fīl Amri …”

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوبُ إِلَيْهِ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ وَصَفِيُّهُ وَخَلِيلُهُ وَأَمِينُهُ عَلَى وَحْيِهِ وَمُبَلِّغُ النَّاسِ شَرْعَهُ؛ فَصَلَوَاتُ اللَّهِ وَسَلَامُهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.

أَمَّا بَعْدُ عِبَادَ اللَّهِ: اتَّقُوا اللَّهَ فَإِنَّ مَنِ اتَّقَى اللَّهَ وَقَاهُ وَأَرْشَدَهُ إِلَى خَيْرِ أُمُورِ دِينِهِ وَدُنْيَاهُ. 

Sesungguhnya segala puji bagi Allah. Kami memuji-Nya, memohon pertolongan kepada-Nya, meminta ampun kepada-Nya, dan bertobat kepada-Nya. Kami berlindung kepada Allah dari keburukan diri kami dan dari kejelekan amal-amal kami. Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya; dan barang siapa yang disesatkan-Nya, maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk.

Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah, hanya Dia, Yang tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba-Nya, Rasul-Nya, pilihan-Nya, kekasih-Nya, pengemban wahyu-Nya, serta penyampai syariat-Nya kepada manusia. Semoga selawat dan salam Allah tercurah kepada beliau, kepada keluarga, dan kepada seluruh sahabat beliau.

Adapun berikutnya, wahai hamba-hamba Allah, bertakwalah kepada Allah; karena barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Allah akan menjaganya dan membimbingnya kepada kebaikan urusan agamanya dan dunianya.

Wahai kaum mukminin, hamba-hamba Allah, sesungguhnya Nabi kita al-Mushṭafhā dan Rasul kita yang terpilih —‘alaihi shalawātullāhi wa salāmuhu— dianugerahi jawāmi‘ul kalim (ucapan yang ringkas namun sarat makna) dan keindahan hikmah. Beliau mengucapkan kata-kata yang sedikit, melafazkan lafaz-lafaz yang ringan namun mengandung makna yang luas dan agung. Wahai hamba-hamba Allah: demikian pula halnya dengan doa-doa beliau shalawātullāhi wa salāmuhu ‘alaihi, beliau suka apabila berdoa kepada Allah dengan jawāmi‘ul kalim, sebagaimana hal itu telah disebutkan dalam hadis sahih.

Wahai hamba-hamba Allah, di sini ada penegasan bagi setiap Muslim agar memperbagus kesungguhannya untuk memperhatikan doa-doa Nabi shallallāhu ‘alaihi wa sallam yang sahih dan valid dari beliau; dengan memahami makna-maknanya, serta merealisasikan maksud dan kandungannya. Sungguh, doa-doa Nabi ‘alaihi shalātu wa salām adalah doa-doa yang terjaga dari kesalahan dan kekeliruan, sekaligus berisi pokok-pokok permohonan yang tinggi dan maksud-maksud yang mulia. Maka bagaimana mungkin kita berpaling darinya dan mencari ganti dengan doa yang lain, padahal itu adalah doa-doa Nabi yang maksum ‘alaihi shalātu wa salām?!

Wahai kaum mukminin, ini adalah sebuah pembahasan tentang sebuah doa agung yang dahulu dipanjatkan oleh Nabi kita shallallāhu ‘alaihi wa sallam, yang sahih diriwayatkan dari beliau shalawātullāhi wa salāmuhu ‘alaihi yang menghimpun berbagai kebaikan, pintu-pintu kebajikan, dan dasar-dasar kebahagiaan di dunia dan akhirat. Aṭ-Ṭabarānī meriwayatkan dalam al-Mu‘jam al-Kabīr dengan sanad yang sahih dari Rasulullah shallallāhu ‘alaihi wa sallam, dari hadis Syaddād bin Aus raḍiyallāhu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallāhu ‘alaihi wa sallam bersabda kepadaku: 

يَا شَدَّادُ بن أَوْسٍ إِذَا رَأَيْتَ النَّاسَ قَدِ اكْتَنَزُوا الذَّهَبَ وَالْفِضَّةَ فَاكْنِزْ هَؤُلاءِ الْكَلِمَاتِ : اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الثَّبَاتَ فِي الأَمْرِ , وَالْعَزِيمَةَ عَلَى الرُّشْدِ ، وَأَسْأَلُكَ مُوجِبَاتِ رَحْمَتِكَ وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ ، وَأَسْأَلُكَ شُكْرَ نِعْمَتِكَ , وَحُسْنَ عِبَادَتِكَ ، وَأَسْأَلُكَ قَلْبًا سَلِيمًا وَلِسَانًا صَادِقًا ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا تَعْلَمُ ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا تَعْلَمُ ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا تَعْلَمُ إِنَّكَ أَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ

“Wahai Syaddād bin Aus, apabila engkau melihat manusia telah menimbun emas dan perak, maka perbanyaklah olehmu kalimat-kalimat ini: 

‘Allāhumma innī as’aluka ats-tsabāta fil-amr, wal ‘azīmata ‘alar rusyd, wa as’aluka mūjibāti raḥmatika wa ‘azā’ima maghfiratika, wa as’aluka syukra ni‘matika wa ḥusna ‘ibādatika, wa as’aluka qalban salīman wa lisānan shādiqan, wa as’aluka min khairi mā ta‘lam, wa a‘ūdzu bika min sharri mā ta‘lam, wa astaghfiruka limā ta‘lam, innaka anta ‘allāmul-ghuyūb 

(Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu keteguhan dalam urusan (agama), tekad yang kuat di atas petunjuk; dan aku memohon kepada-Mu perkara-perkara yang mendatangkan rahmat-Mu dan ketetapan ampunan-Mu; dan aku memohon kepada-Mu syukur terhadap nikmat-Mu dan kebaikan ibadah kepada-Mu; dan aku memohon kepada-Mu hati yang selamat dan lisan yang jujur; dan aku memohon kepada-Mu kebaikan yang Engkau ketahui, dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukan yang Engkau ketahui; dan aku memohon ampun kepada-Mu atas apa yang Engkau ketahui. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara-perkara gaib).’” 

Hadis ini sahih dan juga diriwayatkan oleh an-Nasā’ī dan selainnya. Dalam sebagian riwayat disebutkan bahwa Nabi shallallāhu ‘alaihi wa sallam dahulu mengucapkan doa ini dalam salat beliau. 

Wahai kaum mukminin: sungguh, ini adalah permintaan-permintaan agung dan lengkap, betapa kita benar-benar perlu, demi Allah, untuk memberi perhatian terhadapnya, menjaganya, serta bersungguh-sungguh merenungi makna dan kandungannya. Doa-doa ini mencakup seluruh kebaikan, yang awal dan yang akhir, yang tampak maupun yang tersembunyi; serta kebaikan dunia dan kebaikan akhirat. Ini adalah jawāmi‘ul kalim, doa-doa yang sempurna, dan himpunan segala kebaikan.

Wahai hamba-hamba Allah, ini adalah wasiat untuk benar-benar memberi perhatian terhadap doa ini dan setiap doa yang sahih dan valid asalnya dari Rasulullah shalawātullāhi wa salāmuhu ‘alaihi. Doa, wahai hamba-hamba Allah, adalah tanda keberuntungan dan kunci segala kebaikan di dunia dan akhirat. Sabda Nabi shallallāhu ‘alaihi wa sallam dalam doa ini: 

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الثَّبَاتَ فِي الأَمْرِ

“Allāhumma innī as’aluka ats-tsabāta fil-amr …,” maksudnya adalah agar aku tetap teguh di atas agama Allah, istikamah dalam ketaatan kepada-Nya, dan tidak menyeleweng ke kanan maupun ke kiri. Doa yang serua adalah sabda beliau: “Yā muqallibal qulūb, tsabbit qalbī ‘alā dīnik (Wahai Zat Pembolak-balik Hati, teguhkan hatiku di atas agama-Mu).” 

Tersebut dalam hadis Ummu Salamah raḍiyallāhu ‘anhā, ia berkata: “Sesungguhnya Rasulullah shallallāhu ‘alaihi wa sallam sering mengucapkan doa: 

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ

‘Yā muqallibal qulūb, tsabbit qalbī ‘alā dīnik.’” Ia (Ummu Salamah) berkata: Aku bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah hati itu benar-benar bisa berbolak-balik?” Beliau menjawab: “Ya, tidaklah Allah menciptakan seorang manusia dari anak Adam melainkan hatinya berada di antara dua jari dari jari-jari Allah; jika Dia menghendaki, Dia akan meluruskannya, dan jika Dia menghendaki, Dia akan membelokkannya.” (HR. Aṭ-Ṭabarānī) 

Maka betapa kita, wahai hamba-hamba Allah, sangat membutuhkan untuk memperbanyak doa ini agar Allah meneguhkan kita di atas urusan (agama). Yang dimaksud dengan “al-amr (urusan)” adalah agama Allah Jalla wa ‘Alā yang Dia syariatkan dan perintahkan bagi hamba-hamba-Nya. Sabda beliau: 

وَالْعَزِيمَةَ عَلَى الرُّشْدِ

“wal-‘azīmata ‘alar-rusyd …,” ini adalah permintaan agung yang sangat kita butuhkan. Kata ar-rusyd, wahai hamba-hamba Allah, adalah setiap kebaikan dan keberuntungan di dunia dan akhirat. Sering kali kita mendengar hadis dan nasihat yang bermanfaat, hanya saja tekad kita lemah dan semangat kita rendah. Maka betapa masing-masing dari kita sangat membutuhkan untuk memohon kepada Allah Jalla wa ‘Alā tekad yang kuat di atas petunjuk; yakni apabila sampai kepada Anda suatu kebaikan dan Anda mengetahuinya, maka Anda bertekad untuk mengamalkannya, bersemangat untuk mengerjakannya, dan benar-benar mengamalkannya agar engkau termasuk ahli amal baik tersebut.

 Adapun sabda beliau shallallāhu ‘alaihi wa sallam: 

وَأَسْأَلُكَ شُكْرَ نِعْمَتِكَ

“wa as’aluka syukra ni’matika”; syukur atas nikmat, wahai hamba-hamba Allah, bahwa termasuk salah satu anugerah terbesar dan karunia paling agung adalah ketika Allah Jalla wa ‘Alā memberikan taufik kepada Anda untuk bisa mensyukuri nikmat. Mensyukuri nikmat tersebut dibangun di atas beberapa rukun:

  • Hati yang bersyukur kepada Allah dengan mengakui nikmat tersebut;
  • lisan bersyukur kepada Allah dengan menyebut-nyebutnya, serta memuji Allah, dan menyanjung-Nya sebagaimana yang layak bagi-Nya; 
  • dan anggota badan bersyukur kepada Allah dengan menggunakan nikmat itu dalam ketaatan kepada Allah Jalla wa ‘Alā. 

Sabda beliau: 

وَحُسْنَ عِبَادَتِكَ

“wa ḥusna ‘ibādatika”; kebaikan ibadah, wahai hamba-hamba Allah, adalah sebuah permintaan agung dan maksud mulia. Bahkan Allah Jalla wa ‘Alā tidak menerima ibadah kecuali jika ibadah tersebut memiliki sifat ini. Oleh karena itu Allah Ta‘ālā berfirman, 

لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا

“Agar Dia menguji kalian siapa di antara kalian yang paling baik amalnya.” (QS Al-Mulk: 2) 

Amal tidak akan menjadi baik kecuali dengan dua hal: ikhlas kepada Allah dan mengikuti Rasulullah shallallāhu ‘alaihi wa sallam. Maka dalam doa Anda, 

حُسْنَ عِبَادَتِكَ

“ḥusna ‘ibādatika” terkandung keikhlasan kepada Yang Disembah dan mengikuti Rasul shallallāhu ‘alaihi wa sallam.

Sabda beliau dalam doa ini: 

وَأَسْأَلُكَ قَلْبًا سَلِيمًا

“wa as’aluka qalban salīman …,” yaitu hati yang bersih, suci, dan terbebas dari syirik, nifak, kedengkian, hasad, serta seluruh penyakit hati dan kerusakannya. Jika hati sudah baik dan bersih, maka anggota badan pun akan menjadi baik. Disebutkan dalam doa Nabi Ibrāhīm ‘alaihis-salām ketika beliau berkata, 

يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ (88) إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ

“(Yaitu) pada hari ketika harta dan anak-anak tidak bermanfaat, kecuali orang yang datang kepada Allah dengan hati yang selamat,” (QS Asy-Syu‘arā’: 88–89) yaitu selamat dari syirik dan nifak, selamat dari riya’ dan selainnya, serta selamat dari penyakit-penyakit dan masalah-masalah hati, yang jumlahnya banyak dan jenisnya beragam. 

Jika hati selamat, maka anggota badan akan mengikutinya dalam kebaikan. Inilah yang Nabi shallallāhu ‘alaihi wa sallam sabdakan, “Ketahuilah, bahwa sesungguhnya di dalam tubuh terdapat segumpal daging; yang mana jika ia baik, maka baiklah seluruh tubuh, dan jika ia rusak, maka rusaklah seluruh tubuh. Ketahuilah, itulah hati.” (HR. Bukhari Muslim) 

Lalu sabda beliau: 

وَلِسَانًا صَادِقًا

“wa lisānan shādiqan,” yaitu lisan yang bersih dan terbebas dari (keburukan), senantiasa menjaga kejujuran dan berusaha jujur dalam ucapan serta pembicaraannya. Apabila lisan itu jujur ucapannya, maka seluruh anggota badan akan mengikutinya kejujurannya. 

Hal ini ditunjukkan oleh hadis sahih dari Nabi shallallāhu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda: “Apabila anak Adam memasuki pagi hari, maka seluruh anggota badan menasihati lisan seraya berkata: ‘Bertakwalah kepada Allah dalam (urusan) kami, karena sesungguhnya kami bergantung kepadamu. Jika engkau lurus, maka kami pun akan lurus; dan jika engkau menyimpang, maka kami pun akan menyimpang.’” (HR. Tirmidzi)

Lalu sabda beliau shallallāhu ‘alaihi wa sallam dalam doa ini:

وَأَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا تَعْلَمُ ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا تَعْلَمُ

 “wa as’aluka min khairi mā ta‘lam, wa a‘ūdzu bika min sharri mā ta‘lam,” adalah termasuk doa yang ringkas dan paripurna, karena dalam kalimat ini beliau memohon seluruh kebaikan, yang lahir dan yang batin, yang tersembunyi maupun yang terang-terangan, baik yang berkaitan dengan dunia maupun akhirat. 

Maka doa beliau, “wa as’aluka min khairi mā ta‘lam” mencakup seluruh kebaikan di dunia dan akhirat, sedangkan doa beliau: 

وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا تَعْلَمُ

“wa a‘ūdzu bika min sharri mā ta‘lam,” termasuk bentuk taawuz yang paripurna dan ringkas, karena dalam kalimat ini Anda berlindung dari setiap keburukan, semua bala, dan segala mara bahaya. Maka ucapan tersebut mencakup seluruh bentuk perlindungan. 

Sabda beliau shalawātullāhi wa salāmuhu ‘alaihi pada penutup doa ini, 

وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا تَعْلَمُ

“wa astaghfiruka limā ta‘lam,” terdapat pengakuan seorang hamba atas dosa-dosa dan kesalahannya, betapa banyak dan beragamnya, dan bahwa di antaranya adalah dosa-dosa yang tidak ia ketahui atau telah ia lupakan, namun “Allah telah menghitungnya, sedangkan mereka melupakannya.” (QS Al-Mujādilah: 6) 

Betapa eloknya jika seorang yang memohon ampun berucap dalam permohonan ampunannya: 

وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا تَعْلَمُ

“wa astaghfiruka limā ta‘lam,” karena ilmu Allah ‘Azza wa Jalla meliputi segala yang tersembunyi dan yang tampak, yang lahir dan yang batin, dosa-dosa yang telah lalu maupun yang akan datang; Yang Meliputi segala sesuatu adalah Dia Jalla wa ‘Alā adalah ‘Allāmul Ghuyūb (Yang Maha Mengetahui Segala Yang Gaib), Yang tidak tersembunyi bagi-Nya sesuatu pun di bumi dan di langit. Oleh karena itulah Nabi ‘alaihi shalātu wa salām menutup doa ini dengan bertawasul kepada Allah dengan ucapan: 

إِنَّكَ أَنْتَ عَلامُ الْغُيُوبِ

“innaka anta ‘allāmul-ghuyūb,” yaitu bahwa ilmu-Mu meliputi segala yang gaib bagi kami; karena bagi Allah Jalla wa ‘Alā, yang gaib adalah tampak, dan yang rahasia adalah terang, tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi bagi-Nya.

Maka inilah wasiat, wahai hamba-hamba Allah, untuk memberi perhatian terhadap doa agung yang lengkap ini, yang sahih diriwayatkan dari Nabi kita ‘alaihi shalātu wa salām, disamping juga merenungi makna dan kandungannya. Kita memohon kepada Allah Jalla wa ‘Alā agar memberikan taufik kepada kita semua menuju setiap kebaikan dan menunjuki kita jalan yang lurus. Sesungguhnya Dia Tabāraka wa Ta‘ālā Maha Mendengar doa, Dialah Yang diharapkan, dan Dia sebaik-baik Penolong.

Khotbah Kedua:

الْحَمْدُ لِلَّهِ عَظِيمِ الْإِحْسَانِ وَاسِعِ الْفَضْلِ وَالْجُودِ وَالِامْتِنَانِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ؛ صَلَّى اللَّهُ وَسَلَّمَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ عِبَادَ اللَّهِ: اتَّقُوا اللَّهَ تَعَالَى

Segala puji bagi Allah Yang Maha Agung kebaikan-Nya, Maha Luas karunia, kemurahan, dan anugerah-Nya. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah, hanya Dia, Yang tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba-Nya dan Rasul-Nya; semoga Allah melimpahkan selawat dan salam kepada beliau, kepada keluarga, dan kepada seluruh sahabat beliau.

Adapun berikutnya, wahai hamba-hamba Allah, bertakwalah kepada Allah Ta‘ālā. Wahai hamba-hamba Allah, di antara yang telah kita bahas dalam doa sebelumnya adalah sabda Nabi shallallāhu ‘alaihi wa sallam: “wa as’aluka al-‘azīmata ‘alar-rusyd …,” dan kita telah mengetahui maknanya. Banyak di antara kita, wahai hamba-hamba Allah, yang mengetahui berbagai perkara yang benar-benar termasuk petunjuk, keberuntungan, kebaikan, dan kebahagiaan di dunia dan akhirat, hanya saja tekadnya lemah, semangatnya loyo, dan kesungguhannya rendah. Maka betapa kita sangat membutuhkan sekali lagi untuk memperhatikan doa ini, “al-‘azīmah ‘alar-rusyd.”

Wahai hamba-hamba Allah, termasuk bentuk tekad di atas petunjuk setelah berpuasa di bulan Ramadan adalah berpuasa enam hari di bulan Syawal, sebagaimana diriwayatkan secara sahih dalam hadis dari Nabi shallallāhu ‘alaihi wa sallam bahwa barang siapa yang berpuasa Ramadan kemudian mengikutinya dengan enam hari di bulan Syawal, maka seakan-akan ia berpuasa sepanjang tahun. Ini adalah keutamaan yang agung yang tidak boleh disia-siakan dan kebaikan besar yang tidak boleh ditinggalkan. 

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ وَأَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ فَكَأَنَّمَا صَامَ الدَّهْرَ

“Barang siapa yang berpuasa Ramadan kemudian mengikutinya dengan enam hari di bulan Syawal, maka seakan-akan ia berpuasa sepanjang tahun.” (HR. Muslim) 

Banyak di antara kita mengetahui hadis ini dan mengetahui keutamaannya, namun tekadnya lemah, semangatnya tipis, dan dirinya malas untuk mengamalkan amalan ini, padahal kesempatan masih terbuka lebar. Maka kita memohon kepada Allah Jalla wa ‘Alā tekad di atas petunjuk dan kesungguhan kepada ketaatan kepada-Nya dan kepada perkara yang Dia cintai dan ridai. Kita juga mengetahui bahwa kehidupan ini adalah medan untuk beramal dan tempat berlomba serta bersaing dalam ketaatan kepada Allah. 

Orang yang cerdas, wahai hamba-hamba Allah, adalah dia yang bisa menundukkan nafsunya dan beramal untuk kehidupan setelah mati, sedangkan orang yang lemah adalah yang mengikuti hawa nafsunya dan berangan-angan kepada Allah dengan angan-angan kosong. Haturkanlah selawat dan salam, semoga Allah merahmati kalian, kepada Muhammad bin ‘Abdullāh sebagaimana Allah telah memerintahkan kalian dalam Kitab-Nya, 

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً

“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian untuknya dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan.” (QS Al-Aḥzāb: 56) 

Beliau juga bersabda: 

مَنْ صَلَّى عَلَيَّ وَاحِدَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرًا

“Barang siapa berselawat kepadaku sekali, maka Allah akan berselawat kepadanya sepuluh kali.” 

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.

وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ الْأَئِمَّةِ الْمَهْدِيِّينَ؛ أَبِي بَكْرٍ الصِّدِّيقِ، وَعُمَرَ الْفَارُوقِ، وَعُثْمَانَ ذِي النُّورَيْنِ، وَأَبِي الْحَسَنَيْنِ عَلِيٍّ.

وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الصَّحَابَةِ أَجْمَعِينَ، وَعَنِ التَّابِعِينَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ، وَعَنَّا مَعَهُمْ بِمَنِّكَ وَكَرَمِكَ وَإِحْسَانِكَ يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِينَ.

اللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِينَ، وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِينَ، اللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِينَ، وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِينَ، اللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِينَ، وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِينَ، اللَّهُمَّ وَعَلَيْكَ بِأَعْدَاءِ الدِّينِ فَإِنَّهُمْ لَا يُعْجِزُونَكَ، اللَّهُمَّ إِنَّا نَجْعَلُكَ فِي نُحُورِهِمْ وَنَعُوذُ بِكَ اللَّهُمَّ مِنْ شُرُورِهِمْ.

اللَّهُمَّ انْصُرْ مَنْ نَصَرَ دِينَكَ وَكِتَابَكَ وَسُنَّةَ نَبِيِّكَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعِبَادَكَ الْمُؤْمِنِينَ.

اللَّهُمَّ آمِنَّا فِي أَوْطَانِنَا وَأَصْلِحْ أَئِمَّتَنَا وَوُلَاةَ أُمُورِنَا، وَاجْعَلْ وِلَايَتَنَا فِيمَنْ خَافَكَ وَاتَّقَاكَ وَاتَّبَعَ رِضَاكَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ.

اللَّهُمَّ وَفِّقْ وَلِيَّ أَمْرِنَا لِمَا تُحِبُّهُ وَتَرْضَاهُ، اللَّهُمَّ وَأَعِنْهُ عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى، اللَّهُمَّ وَارْزُقْهُ الْبِطَانَةَ الصَّالِحَةَ النَّاصِحَةَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ.

اللَّهُمَّ وَفِّقْ جَمِيعَ وُلَاةِ أَمْرِ الْمُسْلِمِينَ لِكُلِّ قَوْلٍ سَدِيدٍ وَلِكُلِّ عَمَلٍ رَشِيدٍ فِيهِ صَلَاحُ الْإِسْلَامِ وَعِزُّ الْمُسْلِمِينَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ.

اللَّهُمَّ آتِ نُفُوسَنَا تَقْوَاهَا، زَكِّهَا أَنْتَ خَيْرُ مَنْ زَكَّاهَا، أَنْتَ وَلِيُّهَا وَمَوْلَاهَا.

اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الثَّبَاتَ فِي الْأَمْرِ، وَالْعَزِيمَةَ عَلَى الرُّشْدِ، اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مُوجِبَاتِ رَحْمَتِكَ وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ، اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ شُكْرَ نِعْمَتِكَ وَحُسْنَ عِبَادَتِكَ، اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ قَلْبًا سَلِيمًا وَلِسَانًا صَادِقًا، اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا تَعْلَمُ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا تَعْلَمُ وَنَسْتَغْفِرُكَ لِمَا تَعْلَمُ إِنَّكَ أَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا ذَنْبَنَا كُلَّهُ دِقَّهُ وَجِلَّهُ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ عَلَانِيَتَهُ وَسِرَّهُ.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدَيْنَا وَلِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.

اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْتَغْفِرُكَ إِنَّكَ كُنْتَ غَفَّارًا فَأَرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْنَا مِدْرَارًا، اللَّهُمَّ اسْقِنَا وَأَغِثْنَا، اللَّهُمَّ اسْقِنَا وَأَغِثْنَا، اللَّهُمَّ اسْقِنَا وَأَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَعْطِنَا وَلَا تَحْرِمْنَا، وَزِدْنَا وَلَا تَنْقُصْنَا، وَآثِرْنَا وَلَا تُؤْثِرْ عَلَيْنَا، اللَّهُمَّ إِنَّا نَتَوَسَّلُ إِلَيْكَ بِأَسْمَائِكَ الْحُسْنَى وَصِفَاتِكَ الْعُلَى وَبِأَنَّكَ أَنْتَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، يَا مَنْ وَسِعْتَ كُلَّ شَيْءٍ رَحْمَةً وَعِلْمًا أَنْ تُسْقِيَنَا الْغَيْثَ وَلَا تَجْعَلَنَا مِنَ الْقَانِطِينَ، اللَّهُمَّ اسْقِنَا الْغَيْثَ وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ الْيَائِسِينَ، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ غَيْثًا مُغِيثًا هَنِيئًا مَرِيئًا سَحًّا طَبَقًا نَافِعًا غَيْرَ ضَارٍّ، اللَّهُمَّ أَغِثْ قُلُوبَنَا بِالْإِيمَانِ وَدِيَارَنَا بِالْمَطَرِ، اللَّهُمَّ سُقْيَا رَحْمَةٍ لَا سُقْيَا هَدْمٍ وَلَا عَذَابٍ وَلَا غَرَقٍ، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا.

وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَصَلَّى اللَّهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ وَأَنْعَمَ عَلَى عَبْدِهِ وَرَسُولِهِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.

Terjemah doa:

Ya Allah, limpahkanlah selawat kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah melimpahkan selawat kepada Ibrahim dan kepada keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia, dan berkahilah Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah memberkahi Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia, dan ridailah, ya Allah, para khalifah yang lurus lagi mendapat petunjuk: Abu Bakar ash-Shiddiq, Umar al-Faruq, Utsman Dzun Nurain, dan Ali Abul Hasanain. Ridailah pula seluruh sahabat, para tabiin, dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari Kiamat, serta kami bersama mereka dengan karunia, kemurahan, dan kebaikan-Mu, wahai Zat Yang Maha Pemurah di antara para pemurah. 

Ya Allah, muliakanlah Islam dan kaum muslimin, dan hinakanlah kesyirikan dan kaum musyrikin! Ya Allah, muliakanlah Islam dan kaum muslimin, dan hinakanlah kesyirikan dan kaum musyrikin! Ya Allah, muliakanlah Islam dan kaum muslimin, dan hinakanlah kesyirikan dan kaum musyrikin! Ya Allah, kami serahkan kepada-Mu musuh-musuh agama, sesungguhnya mereka tidak akan mampu melemahkan-Mu.

Ya Allah, kami menjadikan Engkau sebagai pelindung dalam menghadapi mereka, dan kami berlindung kepada-Mu, ya Allah, dari kejahatan mereka. Ya Allah, tolonglah orang yang menolong agama-Mu, Kitab-Mu, Sunah Nabi-Mu shallallāhu ‘alaihi wa sallam, dan hamba-hamba-Mu yang beriman. Ya Allah, berikanlah keamanan kepada kami di negeri kami, perbaikilah para pemimpin dan penguasa kami, dan serahkan wilayah kami kepada orang yang takut kepada-Mu, bertakwa kepada-Mu, dan mengikuti keridaan-Mu, wahai Tuhan semesta alam.

Ya Allah, berilah taufik kepada pemimpin kami kepada perkara yang Engkau cintai dan ridai. Ya Allah, bantulah dia dalam kebaikan dan ketakwaan. Ya Allah, anugerahkan kepadanya kaki tangan yang baik dan bisa menasihati, wahai Tuhan semesta alam. Ya Allah, berilah taufik kepada seluruh pemimpin kaum muslimin kepada setiap ucapan yang benar dan setiap perbuatan yang lurus, yang menjadi sebab kebaikan bagi Islam dan kemuliaan bagi kaum muslimin, wahai Tuhan semesta alam.

Ya Allah, berikanlah kepada jiwa kami ketakwaannya, sucikanlah ia, Engkaulah sebaik-baik Yang menyucikannya, Engkaulah Pelindung dan Pemiliknya. Ya Allah, kami memohon kepada-Mu keteguhan dalam urusan, dan tekad untuk berada di atas petunjuk. Ya Allah, kami memohon kepada-Mu sebab-sebab turunnya rahmat-Mu dan kepastian ampunan-Mu. Ya Allah, kami memohon kepada-Mu rasa syukur atas nikmat-Mu dan baiknya ibadah kepada-Mu. Ya Allah, kami memohon kepada-Mu hati yang bersih dan lisan yang jujur.

Ya Allah, kami memohon kepada-Mu kebaikan yang Engkau ketahui, dan kami berlindung kepada-Mu dari keburukan yang Engkau ketahui, serta kami memohon ampun kepada-Mu atas apa yang Engkau ketahui. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara-perkara gaib. Ya Allah, ampunilah seluruh dosa kami, yang kecil maupun yang besar, yang awal maupun yang akhir, yang tampak maupun yang tersembunyi. Ya Allah, ampunilah kami, kedua orang tua kami, serta kaum muslimin dan muslimah, mukminin dan mukminat, yang masih hidup maupun yang telah meninggal dunia.

Ya Allah, sesungguhnya kami memohon ampun kepada-Mu, sungguh Engkau Maha Pengampun, maka turunkanlah hujan yang lebat kepada kami. Ya Allah, turunkanlah air dan hujan! Ya Allah, turunkanlah air dan hujan! Ya Allah, turunkanlah air dan hujan! Ya Allah, beri kami dan jangan Engkau halangi dari kami, tambahkanlah kepada kami dan jangan Engkau kurangi untuk kami, tolonglah kami dan jangan Engkau abaikan kami.

Ya Allah, sesungguhnya kami bertawasul kepada-Mu dengan nama-nama-Mu yang indah dan sifat-sifat-Mu yang tinggi, dan bahwa Engkau adalah Allah, tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Engkau, wahai Zat Yang rahmat dan ilmu-Nya meliputi segala sesuatu, agar Engkau menurunkan hujan kepada kami dan jangan Engkau jadikan kami termasuk orang-orang yang berputus asa. Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami dan jangan Engkau jadikan kami termasuk orang-orang yang berputus asa. Ya Allah, berilah kami hujan! Ya Allah, berilah kami hujan! Ya Allah, berilah kami hujan! Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu hujan yang baik dan menyenangkan, yang membawa kebaikan, yang deras lagi merata, dan yang bermanfaat dan tidak membahayakan.

Ya Allah, siramilah hati kami dengan iman dan siramilah negeri kami dengan hujan. Ya Allah, jadikanlah hujan ini sebagai rahmat, bukan hujan yang membawa kehancuran, azab, dan menenggelamkan. Ya Allah, berilah kami hujan! Ya Allah, berilah kami hujan! Ya Allah, berilah kami hujan, dan kami akhiri doa kami dengan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Semoga selawat, salam, keberkahan, dan kenikmatan tercurah kepada hamba dan utusan-Nya, Nabi kita Muhammad, serta kepada keluarga dan seluruh sahabat beliau.

***

Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin Al-Abbad Al-Badr

Sumber:

https://www.al-badr.net/detail/PHTOVCDwSt

Sumber artikel PDF

Audio Sumber Artikel

Belajar Iqro Belajar Membaca Al-Quran

KLIK GAMBAR UNTUK MEMBELI FLASHDISK VIDEO BELAJAR IQRO, ATAU HUBUNGI: +62813 26 3333 28