إنَّ الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره ونتوب إليه ، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا وسيئات أعمالنا ، من يهده الله فلا مضلَّ له ، ومن يضلل فلا هادي له ، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له ، وأشهد أنَّ محمدًا عبده ورسوله ، وصفيه وخليله ، وأمينه على وحيه ، ومبلِّغ الناس شرعه ، ما ترك خيراً إلا دلَّ الأمة عليه ، ولا شراً إلا حذَّرها منه ، فصلوات الله وسلامه عليه وعلى آله وصحبه أجمعين . أما بعد أيها المؤمنون عباد الله : اتقوا الله تعالى ؛ فإن من اتقى الله وقاه ، وأرشده إلى خير أمور دينه ودنياه .
Sesungguhnya segala puji hanya bagi Allah Subhanahu Wa Ta’ala, kami memuji-Nya, memohon pertolongan-Nya, dan meminta ampunan dan bertobat kepada-Nya. Kami berlindung kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dari kejahatan diri kami dan keburukan amal perbuatan kami. Barang siapa yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala beri petunjuk, niscaya tidak ada yang bisa menyesatkannya, dan barang siapa yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala sesatkan, niscaya tidak ada yang bisa memberinya petunjuk.
Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang benar kecuali Allah semata, Yang tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya, orang pilihan dan kekasih-Nya, dan pengemban amanah wahyu-Nya dan penyampai syariat-Nya pada manusia.
Tidaklah ada kebaikan kecuali beliau telah menjelaskannya kepada umatnya dan tidaklah ada keburukan kecuali beliau telah memperingatkan umatnya terhadapnya. Semoga selawat dan salam penghormatan Allah terlimpahkan kepada beliau dan keluarga beliau serta seluruh sahabat beliau.
Adapun berikutnya, wahai kaum Mukminin, hamba-hamba Allah Subhanahu Wa Ta’ala, bertakwalah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, karena barang siapa yang bertakwa, maka Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan menjaganya dan membimbingnya kepada kebaikan dalam urusan agama dan dunianya.
Wahai kaum Mukminin, hamba-hamba Allah Subhanahu Wa Ta’ala, sesungguhnya nikmat Allah Subhanahu Wa Ta’ala atas kita sangat banyak, tidak terhitung serta banyak tak berbilang, dan di antara nikmat yang paling agung kedudukannya dan paling mulia derajatnya adalah nikmat berupa Al-Qur’an mulia, peringatan bijaksana, kalam Tuhan Semesta. Jadi, Al-Qur’an, wahai kaum mukminin, adalah nikmat yang sangat agung, anugerah yang berharga, dan pemberian yang amat mulia lagi luhur, yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala karuniakan kepada umat Islam. Allah Subhanahu Wa Ta’ala memuji diri-Nya karena telah menurunkan Al-Qur’an ini, menganugerahkannya kepada hamba-hamba-Nya, serta menampakkan nikmat yang agung dan anugerah yang mulia ini kepada mereka.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyebutkan keagungan kedudukan serta tingginya derajat nikmat ini di banyak tempat dalam Al-Qur’an, di antaranya, Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman (yang artinya),
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَنْزَلَ عَلَى عَبْدِهِ الْكِتَابَ وَلَمْ يَجْعَلْ لَهُ عِوَجًا (1) قَيِّمًا لِيُنْذِرَ بَأْسًا شَدِيدًا مِنْ لَدُنْهُ وَيُبَشِّرَ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا حَسَنًا
“Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kitab kepada hamba-Nya dan Dia tidak menjadikan kebengkokan padanya, sebagai petunjuk yang lurus untuk memperingatkan akan azab yang sangat keras dari sisi-Nya dan untuk memberi kabar gembira kepada orang-orang beriman yang mengerjakan amal-amal saleh bahwa bagi mereka pahala yang baik.” (QS. Al-Kahf: 1–2)
Allah Subhanahu Wa Ta’ala juga berfirman (yang artinya),
تَبَارَكَ الَّذِي نَزَّلَ الْفُرْقَانَ عَلَى عَبْدِهِ لِيَكُونَ لِلْعَالَمِينَ نَذِيرًا
“Mahasuci Allah yang telah menurunkan Al-Furqān (Al-Qur’an) kepada hamba-Nya agar dia menjadi pemberi peringatan bagi seluruh alam.” (QS. Al-Furqān: 1).
Dia Subhanahu Wa Ta’ala berfirman (yang artinya),
وَإِنَّهُ لَتَنْزِيلُ رَبِّ الْعَالَمِينَ (192) نَزَلَ بِهِ الرُّوحُ الْأَمِينُ (193) عَلَى قَلْبِكَ لِتَكُونَ مِنَ الْمُنْذِرِينَ (194) بِلِسَانٍ عَرَبِيٍّ مُبِينٍ
“Dan sesungguhnya Al-Qur’an ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan seluruh alam, yang dibawa turun oleh Ar-Rūḥ Al-Amīn (Jibril) ke dalam hatimu (Muhammad) agar engkau menjadi orang yang memberi peringatan, dengan bahasa Arab yang jelas.” (QS. Asy-Syu‘arā’: 192–195).
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman (yang artinya),
إِنَّ هَذَا الْقُرْآنَ يَهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا كَبِيرًا (9) وَأَنَّ الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِالْآخِرَةِ أَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا
“Sesungguhnya Al-Qur’an ini memberi petunjuk kepada jalan yang paling lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang beriman yang mengerjakan amal-amal saleh bahwa bagi mereka pahala yang besar, dan bahwa orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat telah Kami sediakan bagi mereka azab yang pedih.” (QS. Al-Isrā’: 9–10).
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman (yang artinya),
وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ وَلَا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلَّا خَسَارًا
“Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an sesuatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang beriman, tetapi Al-Qur’an itu tidak menambah apa pun bagi orang-orang zalim selain kerugian.” (QS. Al-Isrā’: 82).
Wahai kaum Mukminin, wahai hamba-hamba Allah Subhanahu Wa Ta’ala, sesungguhnya Al-Qur’an adalah kitab cahaya dan penerang, petunjuk dan rahmat, serta penyembuh bagi penyakit yang ada di dalam dada.
قَدْ جَاءَكُمْ مِنَ اللَّهِ نُورٌ وَكِتَابٌ مُبِينٌ (15) يَهْدِي بِهِ اللَّهُ مَنِ اتَّبَعَ رِضْوَانَهُ سُبُلَ السَّلَامِ وَيُخْرِجُهُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ بِإِذْنِهِ وَيَهْدِيهِمْ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ
“Sungguh telah datang kepada kalian dari Allah cahaya dan kitab yang jelas, dengan kitab itulah Allah memberi petunjuk kepada orang-orang yang mengikuti keridaan-Nya ke jalan-jalan keselamatan, mengeluarkan mereka dari berbagai kegelapan menuju cahaya dengan izin-Nya, dan membimbing mereka ke jalan yang lurus.” (QS. Al-Mā’idah: 15–16).
Wahai kaum Mukminin, wahai hamba-hamba Allah Subhanahu Wa Ta’ala, sesungguhnya Al-Qur’an adalah kehormatan umat Islam, kebanggaan terbesar mereka, dan kemuliaan yang kekal.
وَإِنَّهُ لَذِكْرٌ لَكَ وَلِقَوْمِكَ وَسَوْفَ تُسْأَلُونَ
“Dan sesungguhnya Al-Qur’an itu benar-benar adalah peringatan bagimu dan bagi kaummu, dan kelak kalian akan dimintai pertanggungjawaban.” (QS. Az-Zukhruf: 44).
“Peringatan bagimu dan bagi kaummu,” maksudnya adalah kehormatan bagi kalian, kemuliaan, kebanggaan, ketinggian derajat, anugerah yang sangat besar, dan keutamaan yang kekal yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala karuniakan kepada kalian, “dan kelak kalian akan dimintai pertanggungjawaban” tentangnya pada hari kiamat, yakni Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan menanyai kalian tentang Al-Qur’an ini, bagaimana keadaan kalian terhadap Al-Qur’an?
Apakah kalian telah mengagungkannya dengan sebenar-benarnya pengagungan, menempatkannya sesuai kedudukannya, mengenali kemuliaan dan kedudukannya, serta membacanya sebagaimana mestinya dengan mengilmui dan mengamalkannya? Ataukah keadaan kalian dengannya hanyalah menelantarkan, menolak, berpaling, dan menjauhinya?
Al-Qur’an itulah yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala pertanyakan kepada manusia pada hari kiamat, bagaimana hubungan mereka dengan Kitab Agung ini? Wahai hamba-hamba Allah Subhanahu Wa Ta’ala, maka celakalah orang yang perlakuannya dengan Al-Qur’an adalah menelantarkan, menolak, dan berpaling darinya.
وَقَالَ الرَّسُولُ يَا رَبِّ إِنَّ قَوْمِي اتَّخَذُوا هَذَا الْقُرْآنَ مَهْجُورًا
“Dan Rasul berkata: Wahai Tuhanku, sesungguhnya kaumku telah menjadikan Al-Qur’an ini sesuatu yang ditinggalkan.” (QS. Al-Furqān: 30).
Celakalah orang yang berpaling dari Al-Qur’an, dari membacanya, memahaminya, dan mengamalkannya, serta menolaknya dengan sebenar-benarnya penolakan.
وَقَدْ آتَيْنَاكَ مِنْ لَدُنَّا ذِكْرًا (99) مَنْ أَعْرَضَ عَنْهُ فَإِنَّهُ يَحْمِلُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وِزْرًا (100) خَالِدِينَ فِيهِ وَسَاءَ لَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حِمْلًا
“Dan sungguh Kami telah memberikan kepadamu dari sisi Kami sebuah peringatan, barang siapa berpaling darinya, maka sungguh dia akan memikul dosa pada hari kiamat, mereka kekal di dalamnya, dan amat buruklah beban itu bagi mereka pada hari kiamat.” (QS. Ṭāhā: 99–101).
Celaka! Celaka, wahai hamba-hamba Allah Subhanahu Wa Ta’ala, orang yang sikapnya terhadap Al-Qur’an adalah meremehkan, menjadikannya lelucon, ejekan, dan olok-olokan, Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman (yang artinya):
قُلْ أَبِاللَّهِ وَآيَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنْتُمْ تَسْتَهْزِئُونَ (65) لَا تَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ
“Katakanlah: ‘Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya, dan Rasul-Nya kalian memperolok-olok?’ Janganlah kalian meminta maaf, sungguh kalian telah kafir setelah keimanan kalian.” (QS. At-Taubah: 65–66).
Sungguh celaka, wahai hamba-hamba Allah Subhanahu Wa Ta’ala, orang yang menyelewengkan ayat-ayat Allah Subhanahu Wa Ta’ala, memalingkannya dari tujuan-tujuannya yang agung, maksud-maksud yang mulia, dan makna-maknanya yang luhur.
إِنَّ الَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِي آيَاتِنَا لَا يَخْفَوْنَ عَلَيْنَا أَفَمَنْ يُلْقَى فِي النَّارِ خَيْرٌ أَمْ مَنْ يَأْتِي آمِنًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ اعْمَلُوا مَا شِئْتُمْ إِنَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ (40) إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا بِالذِّكْرِ لَمَّا جَاءَهُمْ وَإِنَّهُ لَكِتَابٌ عَزِيزٌ (41) لَا يَأْتِيهِ الْبَاطِلُ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَلَا مِنْ خَلْفِهِ تَنْزِيلٌ مِنْ حَكِيمٍ حَمِيدٍ
“Sesungguhnya orang-orang yang menyimpang dalam ayat-ayat Kami tidaklah tersembunyi bagi Kami. Maka apakah orang yang dilemparkan ke dalam neraka itu lebih baik, ataukah orang yang datang dengan aman pada hari kiamat? Berbuatlah apa yang kalian kehendaki, sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kalian kerjakan. (Demikianlah) sesungguhnya orang-orang yang kafir terhadap peringatan (Al-Qur’an) ketika ia datang kepada mereka, dan sungguh, ia (Al-Qur’an) adalah Kitab yang mulia, tidak datang kepadanya kebatilan dari depan maupun dari belakangnya, ia adalah wahyu yang diturunkan dari Yang Mahabijaksana lagi Maha Terpuji.” (QS. Fuṣṣilat: 40–42).
Wahai kaum Mukminin, wahai hamba-hamba Allah Subhanahu Wa Ta’ala, ketika manusia tidak menyadari kedudukan Al-Qur’an, statusnya yang agung dan martabatnya yang tinggi —bahwa ia adalah kebanggaan umat Islam, kemuliaan dan keluhurannya— maka hal ini memunculkan di tengah-tengah mereka berbagai sikap peremehan terhadap Al-Qur’an, merendahkan, tidak mengagungkan statusnya, dan tidak mendudukkannya sesuai dengan kedudukan yang layak baginya. Menguraikan sikap-sikap peremehan tersebut panjang pembahasannya.
Akan tetapi, wahai hamba-hamba Allah Subhanahu Wa Ta’ala, wajib bagi kita untuk mengagungkan Kitab Tuhan kita dan menyadari bahwa ia adalah kemuliaan dan kehormatan kita, dan bahwa menyia-nyiakan Al-Qur’an serta tidak mengagungkannya adalah kerugian bagi kita di dunia dan di akhirat. Kita adalah suatu kaum, wahai kaum Mukminin, yang Allah muliakan dengan Al-Qur’an, Dia angkat derajat kita dengannya, dan Dia tinggikan kedudukan kita dengannya, maka ketika kita menyia-nyiakan Al-Qur’an, niscaya kita pun akan tersia-siakan!
Ya Allah, anugerahkanlah kepada kami kemampuan untuk mengagungkan Kitab-Mu, wahai Zat Pemilik Keagungan dan Kemuliaan, penuhilah hati kami dengan pengagungan terhadap Al-Qur’an, dan jadikanlah kami, wahai Ilah kami, termasuk orang-orang yang membacanya dengan sebenar-benar bacaan, dengan cara yang Engkau ridai dari kami. Saya cukupkan perkataan saya ini dan saya memohon ampun kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala untuk diri saya sendiri, untuk Anda semua, dan untuk seluruh kaum muslimin dari setiap dosa, maka mohonlah ampun kepada-Nya, niscaya Dia mengampuni kalian. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Khutbah Kedua:
الحمد لله حمد الشاكرين ، وأثني عليه ثناء الذاكرين ، لا أحصي ثناءً عليه هو جل وعلا كما أثنى على نفسه ؛ وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له ، وأشهد أنَّ محمداً عبده ورسوله صلى الله وسلَّم عليه وعلى آله وصحبه أجمعين . أما بعد
Segala puji bagi Allah Subhanahu Wa Ta’ala dengan pujian orang-orang yang bersyukur, aku memuji-Nya dengan sanjungan orang-orang yang senantiasa mengingat-Nya. Aku tidak mampu menghitung pujian bagi-Nya, Dia Subhanahu Wa Ta’ala adalah sebagaimana Dia memuji diri-Nya sendiri. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah selain Allah Subhanahu Wa Ta’ala semata, tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, semoga selawat dan salam penghormatan Allah Subhanahu Wa Ta’ala terlimpahkan kepada beliau dan keluarga beliau serta seluruh Sahabat beliau.
Adapun berikutnya, wahai kaum Mukminin, wahai hamba-hamba Allah, bertakwalah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, karena barang siapa yang bertakwa kepada Allah, Dia akan menjaganya dan membimbingnya kepada kebaikan dalam urusan agama dan dunianya. Takwa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala adalah mengamalkan ketaatan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dengan cahaya (ilmu) dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala karena mengharap pahala-Nya dan meninggalkan kemaksiatan terhadap Allah dengan cahaya (ilmu) dari Allah karena takut terhadap azab-Nya.
Wahai kaum Mukminin, wahai hamba-hamba Allah Subhanahu Wa Ta’ala, sesungguhnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala menurunkan Al-Qur’an ini agar diamalkan dan menjadi jalan hidup bagi kaum Muslimin, sehingga mereka terbimbing dengan petunjuk-petunjuknya, mengambil penerang dengan cahayanya, mengamalkan ayat-ayatnya yang muḥkam, mengimani ayat-ayatnya mutasyābih, menghalalkan apa yang dihalalkannya, mengharamkan apa yang diharamkannya, dan membenarkan berita-beritanya.
Ketika pun kaum Muslimin punya sikap demikian terhadap Al-Qur’an, niscaya mereka berada dalam kemuliaan, ketinggian, keluhuran, dan keagungan di dunia dan di akhirat.
Oleh karena itu, wahai hamba-hamba Allah Subhanahu Wa Ta’ala, marilah kita menghisab diri kita masing-masing, bagaimana keadaan kita terhadap Kitab Agung ini?!
Kalam Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang tidak tertandingi nilainya, dan tiada dua keagungan, kedudukan, dan ketinggian martabatnya. Bagaimana sikap kita terhadap Al-Qur’an ini?
Apakah kita telah mengagungkannya dengan sebenar-benarnya pengagungan dan mengenal kedudukannya?
Apakah kita telah menyadari bahwa keutamaannya dibandingkan seluruh perkataan-perkataan lain adalah seperti keutamaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala atas seluruh makhluk-Nya?
Apakah kita mengetahui, wahai hamba-hamba Allah Subhanahu Wa Ta’ala, bahwa Al-Qur’an adalah sebab kemuliaan kita, jalan hidayah kita, dan wasilah ketinggian derajat kita di dunia dan di akhirat?
Apakah kita telah memberi perhatian dalam pertumbuhan dan pendidikan anak-anak kita dengan menanamkan pengagungan terhadap Al-Qur’an, memuliakannya, serta memberi perhatikan terhadapnya dengan membaca, memahami, dan mengamalkannya?
Al-Qur’an diturunkan untuk diamalkan, namun banyak manusia yang berpaling dari tujuan ini dan menjadikannya sekadar bacaan semata, bahkan sebagian dari mereka mencukupkan diri dengan menjadikannya hiasan dekorasi dan ornamen yang menghiasi dinding-dinding, tanpa berusaha memahami ayat-ayatnya, menadaburi makna-maknanya, dan mengamalkan kandungannya.
Kita memohon kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala agar Dia memberikan taufik kepada kita semua untuk mengamalkan Al-Qur’an ini, dan agar Dia menjadikan kita semua—dengan anugerah, keutamaan, kemurahan, dan kedermawanan-Nya—termasuk golongan ahli Al-Qur’an, yang mana mereka adalah keluarga Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan orang-orang pilihan-Nya.
Haturkan selawat dan salam kalian —semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala memelihara kalian— kepada Muhammad putra Abdullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam, sebagaimana Allah Subhanahu Wa Ta’ala memerintahkan hal tersebut kepada kalian dalam kitab-Nya (yang artinya),
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً
“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya berselawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Berselawatlah kalian untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.” (QS. Al-Ahzab: 56).
Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam juga bersabda,
مَنْ صَلَّى عَلَيَّ وَاحِدَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرًا
“Barang siapa berselawat kepadaku satu kali, niscaya Allah akan berselawat kepadanya sepuluh kali.” (HR. Muslim).
Ya Allah, limpahkanlah selawat untuk Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah limpahkan selawat untuk Ibrahim dan keluarga Ibrahim, sungguh, Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia, dan limpahkanlah berkah untuk Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah limpahkan berkah untuk Ibrahim dan keluarga Ibrahim, sungguh, Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.
Ya Allah, Ridailah para khalifah yang terbimbing dan para imam petunjuk, Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali, dan ridailah juga, ya Allah, par sahabat seluruhnya, para tabiin, dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari kiamat, serta kami dan mereka semua dengan karunia, kedermawanan, dan kebaikan-Mu, wahai Zat Yang paling dermawan.
اللهم أعزَّ الإسلام والمسلمين ، وأذلَّ الشرك والمشركين ، ودمّر أعداء الدين ، اللهم احمِ حوزة الدين يا رب العالمين . اللهم انصر إخواننا المسلمين المستضعفين في كل مكان ، اللهم انصرهم في أرض الشام وفي كل مكان ، اللهم كن لهم ناصراً ومعِينا وحافظاً ومؤيدا ، اللهم آمن روعاتهم واستر عوراتهم ، اللهم احقن دماءهم ، واحفظهم إلهنا في أنفسهم وأموالهم وأهليهم وأعراضهم يا ذا الجلال والإكرام . اللهم وعليك بأعداء الدين فإنهم لا يعجزونك، اللهم إنا نجعلك في نحورهم ونعوذ بك اللهم من شرورهم . اللهم إنا نسألك بكل اسم هو لك سميت به نفسك أو أنزلته في كتابك أو علَّمته أحداً من خلقك أن تجعل القرآن العظيم ربيع قلوبنا ونور صدورنا وجِلاء أحزاننا وهمومنا وغمومنا . اللهم ذكِّرنا منه ما نُسِّينا وعلِّمنا منه ما جهلنا وارزقنا تلاوته آناء الليل وأطراف النهار على الوجه الذي يرضيك عنا .
Ya Allah, muliakanlah Islam dan kaum Muslimin, hinakanlah kesyirikan dan kaum musyrikin, binasakan musuh-musuh Islam, dan jagalah wilayah agama ini, wahai Tuhan semesta alam!
Ya Allah, tolonglah saudara-saudara kami umat Islam yang tertindas di mana pun mereka berada! Ya Allah, tolonglah mereka yang berada di Negeri Syam dan di mana pun mereka berada!
Ya Allah, jadilah Penolong, Penyokong, Penjaga, dan Pembela mereka! Ya Allah, berilah mereka keamanan dari rasa takut, tutupilah aurat-aurat mereka, peliharalah darah-darah mereka, dan jagalah, wahai Sesembahan kami, harta, jiwa, keluarga, dan kehormatan mereka, wahai Zat Pemilik Kemuliaan dan Keagungan!
Ya Allah, kami serahkan kepada-Mu musuh-musuh agama ini, sesungguhnya mereka tidak mampu melemahkan-Mu!
Ya Allah, kami jadikan Engkau Pelindung kami dari mereka dan kami berlindung kepada-Mu dari keburukan-keburukan mereka.
Ya Allah, kami bermohon kepada-Mu dengan bertawasul dengan semua nama-Mu yang dengan-Nya Engkau menamai diri-Mu sendiri, yang Engkau turunkan dalam kitab suci-Mu, yang Engkau ajarkan kepada salah seorang ciptaan-Mu, atau yang Engkau simpan nama tersebut dalam ilmu gaib di sisi-Mu, agar Engkau menjadikan Al-Qur’an sebagai penyejuk hati kami, cahaya di dalam dada kami, pelipur duka lara kami, dan penghilang kekhawatiran dan keresahan kami.
Ya Allah, ingatkanlah kami terhadap bagian darinya yang kami lupakan, ajarkanlah kepada kami bagian darinya yang belum kami ketahui, dan anugerahkanlah kepada kami untuk membacanya di pertengahan malam dan setiap penghujung siang hari (pagi dan sore hari).
اللهم إنا نسألك حبك ، وحب من يحبك ، وحب كلامك يا ذا الجلال والإكرام ، وحب كل عمل يقرِّبنا إلى حبك يا حي يا قيوم ، وأن تجعل حبك أحبَّ إلينا من أنفسنا وأهلينا ومن الماء البارد في شدة الظمأ . اللهم آت نفوسنا تقواها وزكها أنت خير من زكها أنت وليها ومولاها . اللهم آمِنَّا في أوطاننا ، وأصلح أئمتنا وولاة أمورنا ، واجعل ولايتنا فيمن خافك واتقاك واتبع رضاك يا رب العالمين ، اللهم وفِّق ولي أمرنا لهداك ، اللهم وفِّقه لهداك ، اللهم وسدِّده في أقواله وأعماله ، وارزقه البطانة الصالحة الناصحة يا رب العالمين . ربنا إنا ظلمنا أنفسنا وإن لم تغفر لنا وترحمنا لنكونن من الخاسرين . ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار . عباد الله : اذكروا الله يذكركم ، واشكروه على نعمه يزدكم ، {وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ } .
Ya Allah, kami memohon kecintaan kepada-Mu, kecintaan kepada orang yang mencintai-Mu, kecintaan terhadap firman-Mu, wahai Zat Pemilik Kemuliaan dan Keagungan, dan kecintaan kepada amal yang dapat mendekatkan kami kepada cinta-Mu, wahai Zat Yang Maha Hidup lagi Maha Mandiri, dan agar Engkau jadikan kecintaan-Mu adalah kecintaan yang paling kami cintai daripada kecintaan terhadap diri kami sendiri dan keluarga dan daripada kecintaan terhadap air dingin di kala dahaga yang sangat.
Ya Allah, berikanlah kepada jiwa-jiwa kami ketakwaannya dan sucikanlah ia karena Engkaulah sebaik-baik Zat Yang mensucikannya, Engkaulah Penjaganya dan Pelindungnya!
Ya Allah, berilah kami keamanan di tanah air kami, perbaikilah para pemimpin kami dan para pemegang kekuasaan kami, dan serahkan negeri kami kepada orang yang takut dan bertakwa kepada-Mu serta mengikuti rida-Mu, wahai Tuhan semesta alam!
Ya Allah, berilah taufik untuk pemimpin kami kepada petunjuk-Mu! Ya Allah, berilah taufik untuknya kepada petunjuk-Mu! Ya Allah, luruskan ucapan dan perbuatannya, dan anugerahi dia kaki tangan yang saleh dan menasihati, wahai Tuhan semesta alam.
Wahai Tuhan kami, sesungguhnya kami telah menzalimi diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi. Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungi kami dari siksa neraka. Wahai hamba-hamba Allah Subhanahu Wa Ta’ala, ingatlah Allah niscaya Allah akan mengingat kalian dan syukuri nikmat-Nya niscaya Dia menambah bagi kalian. Sesungguhnya mengingat Allah Subhanahu Wa Ta’ala (dalam salat) adalah lebih besar (keutamaannya), dan Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengetahui apa yang kalian kerjakan.
Syaikh Abdurrazzaq bin Abdil Muhsin Al-Abbad Al-Badr.
Sumber:

