Khutbah Jumat Singkat Terbaru

Mari bersama menabung pahala amal jariyah untuk kehidupan kita kelak di akhirat.   BSI: 7086882242
a.n. Yayasan Yufid Network  

Seluruh dana untuk operasional produksi konten dakwah di Yufid: Yufid.TV, YufidEDU, Yufid Kids, website dakwah (KonsultasiSyariah.com, Yufid.com, KisahMuslim.com, Kajian.Net, KhotbahJumat.com, dll).

Yufid menerima zakat mal untuk operasional dakwah Yufid

Artikel Khutbah Jumat

Dampak-Dampak Negatif Waktu Kosong

Oleh: Hassan Ahmad al-Ammari

Khutbah Pertama: 

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَ الْإِنْسَانَ وَعَمَّرَ بِهِ الْأَرْضَ، وَجَعَلَ الْوَقْتَ خَزَائِنَ تُفْتَحُ بِالطَّاعَاتِ أَوْ تُهْدَرُ بِالْغَفَلَاتِ، وَجَعَلَ الْعَمَلَ سَبَبًا لِلْحَيَاةِ وَالطُّمَأْنِينَةِ، وَجَعَلَ الْفَرَاغَ بَابًا لِلْفُتُورِ وَالْإِحْبَاطِ، نَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ حَمْدًا لَا يَنْقَضِي، وَنَشْكُرُهُ شُكْرًا لَا يَنْفَدُ، وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَهْدِيهِ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، شَهَادَةً تُنْقِذُ الْقَائِلَ مِنْ عَذَابِ السَّوْءِ، وَتَرْفَعُهُ إِلَى جَنَّاتِ الْخُلُودِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، الَّذِي جَاءَ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ، صَلَّى اللَّهُ وَسَلَّمَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِ بَيْتِهِ وَصَحَابَتِهِ أَجْمَعِينَ، وَمَنِ اهْتَدَى بِهَدْيِهِ وَاتَّبَعَ سُنَّتَهُ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ؛ أَمَّا بَعْدُ:

Segala puji hanya bagi Allah yang telah menciptakan manusia dan menjadikannya pemakmur bumi, menjadikan waktu sebagai harta simpanan yang dapat dibuka dengan amal-amal ketaatan dan tersia-siakan dengan kelalaian, menjadikan usaha sebagai sebab kehidupan dan ketenteraman, menjadikan kekosongan sebagai pintu kemalasan dan keputusasaan. Kita mengucapkan puja-puji kepada-Nya tanpa terputus, melimpahkan rasa syukur kepada-Nya tanpa pernah habis. Dan kita memohon pertolongan, petunjuk, dan ampunan kepada-Nya. 

Saya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah semata, yang tidak memiliki sekutu, kesaksian yang menyelamatkan orang yang mengucapkannya dari azab yang pedih, dan meninggikan derajatnya hingga surga-surga yang abadi. Saya juga bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, yang datang membawa petunjuk dan agama yang benar. Semoga shalawat dan salam senantiasa terlimpah kepada beliau dan kepada keluarga dan seluruh sahabat beliau serta orang-orang yang menjalankan tuntunan beliau dan mengikuti sunah beliau hingga Hari Kiamat. Amma ba’du:

Wahai kaum Mukminin, salah satu musibah terbesar zaman ini dan sebab terbesar anjloknya mental dan perilaku adalah penyakit waktu kosong. Orang-orang bijak dan para pembawa perbaikan sudah menyadari bahayanya sejak lama, karena waktu kosong dapat membuka berbagai pintu angan pada jiwa manusia, memberinya kesempatan luas untuk membesar-besarkan kepedihan hidup dan melebih-lebihkan reaksi terhadapnya dan terabaikannya akal karena terseret oleh pikiran-pikiran negatif dan berbagai waswas.

Seorang ahli sastra berkata: “Pekerjaan tidak akan menyebabkan binasa meskipun ia berat, tetapi justru waktu kosong dapat membinasakan hal yang paling berharga dalam diri manusia.” Ungkapan ini sangat selaras dengan apa yang disebutkan dalam syariat kita yang suci ini, Imam al-Bukhari meriwayatkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ: الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ

“Ada dua nikmat yang banyak manusia tertipu dalam memanfaatkannya, yaitu kesehatan dan waktu luang.” (HR. Al-Bukhari).

Apabila bekerja adalah misi dari makhluk hidup, maka para pengangguran bagaikan orang-orang yang telah binasa. Apabila dunia kita ini adalah ladang untuk menanam sesuatu demi kehidupan yang lebih besar setelahnya, maka para pengangguran adalah orang yang paling pantas untuk dibangkitkan dalam keadaan bangkrut, tidak punya hasil panen kecuali penyesalan dan kerugian.

Apabila seorang insan dikaruniai kesehatan, tetapi tidak ia pakai untuk ketaatan, dianugerahi waktu, tetapi tidak diisi dengan kebaikan, maka ia adalah orang yang tertipu, yakni ia orang yang rugi tanpa menyadari kerugiannya kecuali setelah kesempatan telah pergi.

Waktu kosong dapat merusak hati, menggelisahkan jiwa, dan menumbuhkan dalam diri manusia sifat-sifat yang tidak mungkin ada pada orang yang rajin bekerja dan berusaha. 

Allah Ta’ala menyandingkan antara usaha di muka bumi dengan rasa syukur kepada-Nya. Allah Ta’ala berfirman:

هُوَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ ذَلُولًا فَامْشُوا فِي مَنَاكِبِهَا وَكُلُوا مِنْ رِزْقِهِ

“Dialah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kalian, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah dari rezeki-Nya.” (QS. Al-Mulk: 15).

Tidak hanya sampai di sini, tetapi Allah juga menjelaskan bahwa manusia diciptakan untuk bekerja dan berusaha. Dia ‘Azza wa Jalla berfirman:

إِنَّ سَعْيَكُمْ لَشَتَّى

“Sesungguhnya usaha kalian benar-benar beraneka ragam.” (QS. Al-Lail: 4). Juga berfirman:

وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ

“Katakanlah: ‘Beramallah kalian, maka Allah akan melihat amal kalian.’” (QS. At-Taubah: 105).

Wahai para hamba Allah! Pekerjaan bukan sekedar sumber rezeki, tapi ia adalah ibadah dan obat hati. Orang yang sibuk dengan pekerjaan, ilmu, atau ibadah akan lebih seimbang mentalnya dan damai pikirannya, jauh dari amarah, kesempitan hati, dan kebosanan.

Lihatlah —semoga Allah menjaga kalian— kepada para pekerja dan pegawai yang ada di pasar-pasar, kantor-kantor, pabrik-pabrik, di rel-rel kereta api, di atas atap dengan terik matahari dan terpaan angin… kalian melihat pada wajah mereka terdapat ketegaran dan rasa ridha, kalian dapat mendengar dari mereka nyanyian, candaan, tawa, dan jiwa yang lapang, sebab mereka menghabiskan hari mereka dengan bergerak yang menyemangatkan jasmani dan menyibukkan jiwa dari kekosongan aktivitas.

Sebaliknya, lihatlah kepada orang yang menghabiskan harinya di atas kasur, atau nongkrong tanpa tujuan dan usaha, dia hidup di antara keluh kesah, kesempitan dada, banyak mengumpat, dan membesar-besarkan masalah yang sebenarnya tidak ada, serta cepat terpancing emosi oleh sebab yang remeh.

Benarlah orang yang mengucapkan: “Jiwa manusia itu jika tidak kamu sibukkan dengan kebenaran, pasti akan menyibukkanmu dengan kebatilan.”

Dan orang-orang Arab pada zaman dahulu telah mengerti pengaruh negatif dari kekosongan. Penyair mereka berkata:

إِذَا مَلَأَ الْفَرَاغَ فَتًى جِدًّا  وَجَدَّ فِي أُمُورِهِ اسْتَقَامَا

Apabila pemuda mengisi waktu luangnya dengan kesungguhan, 

lalu bersungguh-sungguh dalam urusannya, niscaya ia akan menempuh jalan yang lurus.

Dan penyair lain berkata:

إِنَّ الشَّبَابَ وَالْفَرَاغَ وَالْجِدَةَ  مَفْسَدَةٌ لِلْمَرْءِ أَيُّ مَفْسَدَةٍ

Sesungguhnya masa muda, waktu luang, dan kekayaan,

merupakan sumber kerusakan yang sangat besar bagi seseorang.

Betapa sering kita saksikan sekarang kasus-kasus depresi, gelisah, cepat marah, dan cemas. Sebab utama dari semua itu adalah kekosongan pikiran dan pekerjaan. Jiwa yang menganggur akan melahirkan banyak kecemasan, orang yang tidak punya kegiatan akan berlebih-lebihan dalam merasakan sesuatu. Hal ini sebagaimana yang dikatakan oleh orang-orang bijak: “Kekosongan akan membesar-besarkan kepedihan, melebih-lebihkan keletihan, mengada-ada perasaan, dan membuat masalah kecil menjadi mimpi buruk yang amat menakutkan.”

Wahai orang-orang beriman! Agama Islam hadir untuk membentuk manusia yang aktif dan produktif, bergerak dan berusaha, belajar dan bercocok tanam, berkarya dan berniaga. Tidak hadir untuk membuat orang beriman itu malas. Bahkan dulu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bekerja dengan tangannya sendiri. Begitu juga para sahabat yang merupakan para pedagang, petani, pengrajin, dan penggembala. Mereka menghimpun antara ibadah dan pekerjaan, antara zikir dan usaha.

Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu berkata: “Sungguh aku benci melihat salah seorang dari kalian yang hidup luntang-lantung, tidak bekerja untuk dunianya atau beramal untuk akhiratnya.”

Wahai para hamba Allah! Berhati-hatilah dari kekosongan yang dapat menjerumuskan manusia menuju kesengsaraan. Isilah waktu kalian dengan ketaatan, menuntut ilmu, berkhidmah, bekerja, berolahraga, atau kegiatan apa pun yang bermanfaat, yang dapat memakmurkan jiwa dan menguatkan rohani.

Ya Allah, berkahilah umur kami, isilah waktu kami dengan ketaatan, dan jauhkanlah kami dari kekosongan yang merusak hati.

Demikian yang dapat kami sampaikan. Saya memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung bagi kita semua, maka mohonlah ampun kepada-Nya karena sungguh Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Khutbah Kedua

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ، نَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ وَهُوَ أَهْلُ الْحَمْدِ وَالثَّنَاءِ، وَنَسْتَعِينُهُ عَلَى مَا يُعِينُ بِهِ عِبَادَهُ الصَّالِحِينَ، وَنَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالَاهُ؛ أَمَّا بَعْدُ

Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala amal saleh menjadi sempurna. Kami memuji-Nya karena Dialah yang memang berhak menerima segala pujian dan sanjungan. Kami memohon pertolongan kepada-Nya yang menjadi penolong hamba-hamba-Nya yang saleh. Kami bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah semata yang tidak memiliki sekutu. Dan kami bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Semoga Allah melimpahkan salawat dan salam kepada beliau, juga kepada keluarga dan para sahabat beliau, serta siapa saja yang mengikuti jalan mereka. Amma ba’du:

Wahai kaum Muslimin! Umur kita amatlah singkat dan hari-hari yang kita miliki sangat terbatas, sehingga jika itu lenyap dalam kekosongan, maka ia telah lenyap tanpa bisa tergantikan. Sesungguhnya waktu yang tidak diisi dengan ketaatan atau usaha yang berfaedah akan menjadi musibah besar bagi pemiliknya, baik itu di dunia maupun di akhirat.

Wahai kaum Mukminin! Waktu kosong adalah ladangnya setan, celah fitnah, serta pintu gerbang amarah, keluh kesah, dan akhlak tercela. Oleh sebab itu, ketika seseorang mendapati dirinya tanpa tujuan dan kegiatan, bisikan-bisikan akan mulai meresap ke dalam hatinya, masalah-masalah kecil akan menjelma sangat besar di matanya, kesalahan demi kesalahan akan semakin banyak dibuatnya, dan kehidupan akan tampak lebih berat daripada kenyataannya.

Allah Ta’ala telah memerintahkan Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam —padahal beliau adalah makhluk paling mulia— untuk berusaha dan bekerja setelah selesai dari setiap pekerjaan. Allah Ta’ala berfirman:

فَإِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْ * وَإِلَى رَبِّكَ فَارْغَبْ

“Maka apabila engkau telah selesai dari suatu urusan, tetaplah bersungguh-sungguh mengerjakan urusan yang lain. Dan hanya kepada Tuhanmulah engkau berharap.” (QS. Al-Insyirah: 7-8).

Yakni apabila engkau telah selesai dari pekerjaan, maka mulailah pekerjaan lainnya. Apabila engkau telah selesai dari suatu ketaatan, maka bergegaslah menuju ketaatan yang baru.

Demikianlah sepatutnya hidup seorang mukmin dijalankan, selalu ada pergerakan, ketaatan terus berkesinambungan, dan usaha berlanjut tanpa henti. Imam Asy-Syafi’i rahimahullah telah berkata: “Sesungguhnya manusia itu hanya akan disanjung sesuai dengan kadar usahanya.”

Sedangkan Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu berkata: “Jiwamu itu, jika tidak engkau sibukkan dengan kebaikan, pasti menyibukkanmu dengan keburukan.”

Wahai saudara-saudaraku tercinta! Sesungguhnya kesibukan yang bermanfaat adalah penyembuh jiwa, penenang rohani, dan penenteram hati. Isilah waktu kalian dengan apa yang bermanfaat bagi urusan agama dan dunia kalian.

Belajarlah, bekerjalah, rutinlah berolahraga, berilah pelayanan bagi orang lain, dan jagalah amal-amal ketaatan dengan konsisten. Berhati-hatilah sepenuhnya dari waktu kosong yang dapat melemahkan tekad, melahirkan keluh kesah, dan menggiring kepada kesengsaraan.

اللَّهُمَّ اجْعَلْ أَوْقَاتَنَا مَعْمُورَةً بِطَاعَتِكَ، وَقُلُوبَنَا عَامِرَةً بِذِكْرِكَ، وَاصْرِفْ عَنَّا الْبَطَالَةَ وَالْكَسَلَ وَالْغَفْلَةَ.

اللَّهُمَّ ارْزُقْنَا عَمَلًا صَالِحًا يُرْضِيكَ، وَنَفْسًا مُطْمَئِنَّةً بِذِكْرِكَ، وَهِمَّةً عَالِيَةً لَا يَثْنِيهَا كَسَلٌ، وَقُوَّةً عَلَى طَاعَتِكَ مَا حَيِينَا.

وَصَلِّ اللَّهُمَّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.

Ya Allah, jadikanlah waktu kami penuh dengan ketaatan kepada-Mu, hati kami selalu makmur dengan mengingat-Mu, dan jauhkanlah dari kami kekosongan, kemalasan, dan kelalaian.

Ya Allah karuniakanlah kepada kami amal saleh yang mendatangkan ridha-Mu, jiwa yang tenang dengan mengingat-Mu, semangat membara yang tidak goyah oleh rasa malas, dan kekuatan untuk selalu taat kepada-Mu sepanjang hayat.

Ya Allah, curahkanlah salawat, salam, dan keberkahan kepada Nabi kami Muhammad, dan kepada keluarga serta seluruh sahabat beliau.

Sumber:

https://www.alukah.net/sharia/0/180179/مفاسد-الفراغ-خطبة

Sumber artikel PDF

Belajar Iqro Belajar Membaca Al-Quran

KLIK GAMBAR UNTUK MEMBELI FLASHDISK VIDEO BELAJAR IQRO, ATAU HUBUNGI: +62813 26 3333 28