Khutbah Pertama:
إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا
يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
وَ إِنَّ أَصَدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ، وَأَحْسَنَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلالَةٌ، وَكُلَّ ضَلالَةٍ فِي النَّارِ
أَمَّا بَعْدُ:
أَيُّهَا الْمُسْلِمُونَ اِتَّقُوْا اللهَ تَعَالَى
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah Ta’ala,
Sebuah kenikmatan yang luar biasa yang Allah berikan kepada hamba-Nya adalah nikmat sehat. Sebuah nikmat yang tak terlihat. Sampai Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyampaikan. Dari Yasar bin Ubaid radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لا بأسَ بالغِنَى لَمَنِ اتَّقَى ، والصحةُ لِمَنِ اتّقَى خيرٌ من الغِنَى ، وطِيبُ النفسِ من النعيمِ
“Tidak masalah memiliki kekayaan bagi orang yang bertakwa. Dan sehat secara fisik bagi orang yang bertakwa, itu lebih baik dari kekayaan. Dan jiwa yang tenang/nyaman adalah bagian dari kekayaan.” (HR. Ibnu Majah 2141).
Jamaah yang dimuliakan Allah,
Kita bisa melakukan aktivitas apapun dengan sangat nyaman saat kita sehat. Kita bisa merasakan semua kenikmatan indera kita, saat kita sehat. Kita bisa merasakan nikmatnya makanan karena kita sehat. Yang asin terasa asin. Yang manis terasa manis. Yang enak terasa enak. Semua itu karena kita sehat. Sebaliknya orang yang sakit, semua makanan terasa pahit. Allah cabut sebagian kemampuan inderanya.
Kita bersyukur kepada Allah dengan nikmat sehat kita bisa mengerjakan shalat. Kita bisa bersujud dengan meletakkan dahi kita di atas tanah. Kita bisa rukuk dengan sempurna. Dan kita bisa melakukan aktivitas ibadah yang lainnya dengan nyaman. Itulah besarnya pengaruh nikmat sehat.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan definisi manusia yang kaya, bukanlah mereka yang bisa mengumpulkan banyak harta. Tapi justru, orang yang kaya menurut beliau adalah mereka yang bisa mengumpulkan tiga hal. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
من أصبحَ معافًى في بدنِه آمنًا في سِربِه عندَه قوتُ يومِه فَكأنَّما حيزت لَهُ الدُّنيا بحذافيرِها
“Siapapun dari kalian yang melewati satu hari dalam kondisi sehat fisiknya. Kondisi aman di tempat tinggalnya. Dan ia memiliki makanan yang cukup untuk hari itu. Orang ini dibentangkan dunia untuknya berikut seluruh isinya.” (HR. Abu Nu’aim).
Tiga hal inilah yang menjadi modal seseorang bisa beraktivitas dengan nyaman dalam keseharian. Yang pertama adalah sehat fisiknya. Dengan kesehatannya tersebut, ia bisa merasakan kenikmatan dunia sesuai dengan rasanya. Ia bisa menjalani tidur sebagaimana fungsinya yaitu beristirahat. Bisa merasakan nikmatnya makanan dengan ragam rasa yang ditawarkan. Bisa beraktivitas tanpa mengeluhkan sakit dan nyeri. Karena nikmat sehat.
Orang yang sakit, Allah batasi aktivitasnya sesuai dengan sakit yang ia derita. Makanan banyak pantangan. Saat mengonsumsi makanan atau minuman berhadapan dengan resiko darah tinggi, gula darah naik, kolesterol, asam urat, jantung, dll. Ia memiliki keterbatasan menikmati kenikmatan dunia sesuai dengan penyakitnya. Ia tidak lagi mampu menikmati dunia secara natural.
Dari sini kita menjadi sadar, kemampuan manusia dalam menikmati ragam kenikmatan dunia sangat terbatas. Bukan terbatas karena tidak ada materi saja. Materi ada. Saldo rekeningnya melimpah. Tapi ia tidak bisa memanfaatkannya. Karena keterbatasan yang ia alami.
Banyak kita lihat kaum muslimin, hartanya banyak tapi tidak bisa mengantarkannya ke tanah suci karena sakit. Hartanya banyak, tapi tak mampu ia nikmati. Di saat itulah seseorang menyadari bahwa kemampuan manusia untuk menikmati dunia yang ia kejar selama ini, ternyata sangat terbatas.
Kemudian Rasulullah menyebutkan kondisi kedua, ia berada dalam kondisi aman. Kita bisa bayangkan kalau seandainya masjid ini atau tempat tinggal kita berada di wilayah konflik. Ada di Palestina misalnya. Atau daerah mana saja yang kapan pun ada bom yang siap meledak. Mungkin kita tidak berani keluar dari rumah. Atau keluar dari bunker. Kita akan berada di satu titik tertentu dalam kondisi ketakutan yang mencekam.
Karena kita dalam kondisi aman, kita berangkat keluar dengan tenang tanpa perlu membawa senjata. Kita melakukan banyak aktivitas tanpa perasaan khawatir kehilangan nyawa. Inilah nikmat yang luar biasa. Dengan nikmat aman ini, seseorang bisa melakukan aktivitas apapun yang dia inginkan tanpa ada gangguan.
Dan yang ketiga, ia memiliki bahan makanan yang cukup untuk hari itu. Ia tidak mengalami kelaparan. Karena itulah, nikmat aman dan ketersediaan makanan ini Allah jadikan salah satu alasan agar orang-orang kafir Quraisy mau memeluk Islam. Allah Ta’ala berfirman,
فَلْيَعْبُدُوا رَبَّ هَٰذَا الْبَيْتِ (3) الَّذِي أَطْعَمَهُم مِّن جُوعٍ وَآمَنَهُم مِّنْ خَوْفٍ (4)
“Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan Pemilik rumah ini (Ka’bah). Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan.” [Quran Al-Quraisy: 3-4]
Kata Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, siapa yang memiliki tiga nikmat ini, “Orang ini dibentangkan dunia untuknya berikut seluruh isinya.” Sehingga definisi orang yang memiliki kekayaan duniawi adalah dengan memiliki modal tiga kenikmatan ini.
Untuk selanjutnya, dia akan dimintai pertanggung-jawaban oleh Allah, sampai mana nikmat tersebut bisa mendorongnya untuk taat dan beribadah kepada-Nya. “Engkau dalam kondisi sehat, aman, dan punya makanan harian. Apa yang kau lakukan?” Itulah yang akan ditanya oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Para ulama menjelaskan ada tiga hal yang pertama kali ditanya di akhirat. Tentang urusan amal, yang pertama kali akan ditanya adalah amalan shalat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أولُ ما يحاسبُ بهِ العبدُ يومَ القيامةِ الصَّلاةُ ، فإنْ صَلَحَتْ ، صَلَحَ سائِرُ عَمَلِه ، و إنْ فَسَدَتْ فَسَدَ سائِرُ عَمَلِه
“Amal pertama yang dihisab dari seorang hamba pada hari kiamat nanti adalah shalat. Kalau shalatnya baik, terhitung baik pula amal-amal yang lain. Kalau shalatnya buruk, terhitung buruk pula amal-amal yang lain.” (HR. Ath-Thabrani).
Yang kedua, akan ditanya berkaitan dengan nikmat yang diberikan kepadanya. Ia akan ditanya tentang nikmat sehat dan air putih yang ia minum. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إنَّ أوَّلَ ما يُسأَلُ عنهُ العبدُ يومَ القيامةِ من النَّعيمِ أنْ يُقالَ لهُ : ألمْ نُصِحَّ لكَ جِسمَكَ ، و نُرْوِيكَ من الماءِ البارِدِ ؟
“Sesungguhnya kenikmatan pertama yang akan Allah tanyakan kepada seorang hamba pada hari kiamat nanti adalah Allah mengatakan, ‘Bukankah aku telah memberi Kesehatan fisikmu? Dan aku telah memberikan kepadamu air yang segar’?” (Shahihul Jami, 2022).
Orang yang sedang merasakan sakit, pasti tahu persis betapa nikmatnya sehat. Dan air yang segar adalah nikmat yang besar. Kita tidak bisa membayangkan kalau di dunia ini hanya ada air yang manis saja. Atau asin saja. Kita tidak menjumpai air tawar. Apa yang akan dirasakan oleh manusia?
Jika air tawar saja akan ditanya oleh Allah, apalagi nikmat-nikmat yang lain!
Oleh karena itu, jamaah yang dimuliakan Allah,
Mari kita manfaatkan nikmat sehat yang sedang kita rasakan sekarang. Jangan menunggu tidak berdaya, baru mau ibadah. Atau kemampuan sudah berkurang, dalam kondisi ini seseorang tidak bisa lagi melakukan ibadah-ibadah yang berat.
Demikian sebagai khutbah yang pertama, semoga bermanfaat.
أَقُولُ قَوْلِي هَذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ؛ فَإِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.
Khutbah Kedua:
الْحَمْدُ للهِ عَلَى إِحْسَانِهِ، وَالشُّكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيقِهِ وَامْتِنَانِهِ، وَأَشْهَدُ أَلاَّ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ تَعْظِيمًا لِشَانِهِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ نَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ الدَّاعِي إِلَى رِضْوانِهِ، صَلَّى اللهُ عَليْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَأَعْوَانِهِ، وَسَلَّمَ تَسْلِيمًا كَثِيرًا..
أَمَّا بَعْدُ:
أَيُّهَا الْمُسْلِمُونَ اِتَّقُوْا اللهَ تَعَالَى:
Jamaah yang dimuliakan Allah,
Ada satu ayat yang mudah-mudahan bisa menjadi motivasi bagi orang yang sehat. Agar ia semaksimal mungkin memanfaatkan waktu sehatnya. Karena nikmat sehat adalah nikmat yang sering terlupakan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
نعمتانِ مغبونٌ فيهما كثيرٌ منَ النَّاسِ الصِّحَّةُ والفراغُ
“Ada dua nikmat dimana manusia terlupakan untuk memanfaatkannya. Yaitu nikmat sehat dan nikmat waktu senggang.” (HR. Al-Bukhari 6412).
Ada sebuah ayat yang menjadi motivasi untuk orang-orang yang sehat. Yaitu firman Allah Ta’ala,
إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ فَلَهُمْ أَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُونٍ
“Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh; maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya.” [Quran At-Tin: 6].
Apa makna pahala yang tidak terputus ini? Dlam Tafsir al-Qurthubi, terdapat nukilan ucapan Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma saat menafsirkan “pahala yang tiada putus-putusnya. Beliau mengatakan,
إِذَا كَانَ العَبْدُ فِي شَبَابِهِ كَثِيْرُ الصَّلَاةِ كَثِيْرُ الصِّيَامِ وَالصَّدَقَةِ، ثُمَّ ضَعُفَ عَمَّا كَانَ يَعْمَلُ فِي شَبَابِهِ أَجْرَى اللهُ – عَزَّ وَجَلَّ – لَهُ مَا كَانَ يَعْمَلُ فِي شَبَابِهِ
“Apabila seorang hamba di usia mudanya rajin mengerjakan shalat, rajin berpuasa, dan rajin bersedekah. Kemudian ia tidak mampu lagi mengerjakan kebiasannya di masa muda tersebut (karena tua dll), Allah tetap mengalirkan pahala untuknya seperti kebiasaan masa mudanya.”
Sehingga saat seseorang sedang sehat, ia bolak-balik pergi ke masjid. Ia mengerjakan rukuk dan sujud. Hingga tiba dalam satu kondisi, ia sakit. Lututnya tak bisa lagi ditekuk. Pinggang nyeri. Badan tidak bisa lagi gagah dan kuat seperti dulu. ia akan tetap mendapat pahala yang ia kerjakan sewaktu ia sehat. Syaratnya ibadah-ibadah tersebut sudah menjadi kebiasaannya.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إذا مرضَ العبدُ أو سافرَ كتبَ لَهُ من العملِ ما كانَ يعملُهُ وَهوَ صحيحٌ مقيمٌ
“Apabila seorang hamba mengalami sakit. Atau sedang bersafar. Akan tetap dicatatkan pahala untuknya seperti yang biasa ia kerjakan tatkala sehat dan mukim.” (HR. Al-Bukhari 2996).
Karena itulah, ibadah di waktu sehat adalah tabungan pahala di masa tua. Sebagaimana ucapan seseorang rajin olahraga di masa muda adalah tabungan kesehatan di hari tua.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ، وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الخُلَفَاءِ الرَاشِدِيْنَ اَلْأَئِمَّةِ المَهْدِيِيْنَ أَبِيْ بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ، وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الصَّحَابَةِ أَجْمَعِيْنَ، وَعَنِ التَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، وَعَنَّا مَعَهُمْ بِمَنِّكَ وَكَرَمِكَ وَإِحْسَانِكَ يَا أَكْرَمَ الأَكْرَمِيْنَ .
اَللَّهُمَّ أَعِزَ الإِسْلَامَ وَالمُسْلِمِيْنَ، وَأَذِلَّ الشِرْكَ وَالمُشْرِكِيْنَ، وَدَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنَ، اَللَّهُمَّ انْصُرْ مَنْ نَصَرَ دِيْنَكَ وَكِتَابِكَ وَسُنَّةَ نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، اَللَّهُمَّ وَانْصُرْ عِبَادَكَ المُؤْمِنِيْنَ يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ. اَللَّهُمَّ وَعَلَيْكَ بِأَعْدَاءِ الدِّيْنَ فَإِنَّهُمْ لَا يُعْجِزُوْنَكَ، اَللَّهُمَّ إِنَّا نَجْعَلُكَ فِي نُحُوْرِهِمْ وَنَعُوْذُ بِكَ اللَّهُمَّ مِنْ شُرُوْرِهِمْ.
اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُوْرِنَا وَاجْعَلْهُمْ هُدَاةً مُهْتَدِيْنَ، اَللَّهُمَّ وَفِّقْ وَلِيَّ أَمْرِنَا لِمَا تُحِبُّ وَتَرْضَى وَأَعِنْهُ عَلَى البِرِّ وَالتَقْوَى وَسَدِّدْهُ فِي أَقْوَالِهِ وَأَعْمَالِهِ وَارْزُقْهُ البِطَانَةَ الصَالِحَةَ النَاصِحَةَ، اَللَّهُمَّ وَفِّقْ جَمِيْعَ وُلَاةَ أَمْرِ المُسْلِمِيْنَ لِلْعَمَلِ بِكِتَابِكَ وَاتِّبَاعِ سُنَّةِ نَبِيِّكَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.
اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِيْنَنَا اَلَّذِيْ هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَا اَلَّتِي فِيْهَا مَعَاشُنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا اَلَّتِي فِيْهَا مَعَادُنَا، وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لَنَا فِي كُلِّ خَيْرٍ وَالمَوْتَ رَاحَةً لَنَا فِي كُلِّ شَرٍّ. اَللَّهُمَّ آتِ نُفُوْسَنَا تَقْوَاهَا، زَكِّهَا أَنْتَ خَيْرُ مَنْ زَكَّاهَا أَنْتَ وَلِيُّهَا وَمَوْلَاهَا. اَللَّهُمَّ أّصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوْبِنَا وَاهْدِنَا سُبُلَ السَّلَامِ، وَأَخْرِجْنَا مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّوْرِ، وَباَرِكْ لَنَا فِي أَسْمَاعِنَا وَأَبْصَارِنَا وَقُوَّاتِنَا وَأَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَاتِنَا وَاجْعَلْنَا مُبَارَكِيْنَ أَيْنَمَا كُنَّا.
اَللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوْذُ بِكَ مِنَ الغَلَا وَمِنَ البَلاَ وَمِنَ الفِتَنِ وَمِنَ المِحَنِ كُلَّهَا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِناَ هَذَا خَاصَّةً وَسَائِرِ بِلَادِ المُسْلِمِيْنَ عَامَةً يَا ذَا الْجَلَالِ وَالإِكْرَامِ. اَللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوْذُ بِكَ مِنْ مُنْكَرَاتِ الأَخْلَاقِ وَالأَهْوَاءِ وَالأَدْوَاءِ، اَللَّهُمَّ اهْدِنَا لِأَحْسَنِ الأَخْلَاقِ لَا يَهْدِي لِأَحْسَنِهَا إِلَّا أَنْتَ، وَاصْرِفْ عَنَّا سَيِّئَهَا لَا يَصْرِفُ عَنَّا سَيِّئَهَا إِلَّا أَنْتَ. اَللَّهُمَّ اهْدِنَا وَسَدِدْنَا، اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكُ الهُدَى وَالتُّقَى وَالعِفَّةَ وَالغِنَى.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدَيْنَا وَلِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمُسْلِمَاتِ وَالمُؤْمِنِيْنَ وَالمُؤْمِنَاتِ اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا مَا قَدَّمْنَا وَمَا أَخّرْنَا وَمَا أَسْرَرْنَا وَمَا أَعْلَنَّا وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنَّا أَنْتَ المُقَدِّمُ وَأَنْتَ المُؤَخِّرُ وَأَنْتَ عَلَى كُلِّ شَيٍءٍ قَدِيْرٍ.
وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ، وَصَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبَارِكْ وَأَنْعِمْ عَلَى عَبْدِهِ وَرَسُوْلِهِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.
