إنَّ الحمد لله ؛ نحمده ونستعينه ونستغفره ونتوب إليه ، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا وسيئات أعمالنا ، من يهده الله فلا مضلَّ له ، ومن يُضلِل فلا هادي له ، وأشهد أن لا إله إلا اللهُ وحده لا شريك له ، وأشهد أنَّ محمداً عبده ورسوله ؛ وصفيُّه وخليله ، وأمينه على وحيه ، ومبلِّغ الناس شرعه ، ما ترك خيرًا إلا دل الأمة عليه ، ولا شرًا إلا حذرها منه ؛ فصلوات الله وسلامه عليه وعلى آله وصحبه أجمعين .
Sesungguhnya segala puji hanya bagi Allah, kami memuji-Nya, memohon pertolongan-Nya, dan meminta ampunan dan bertobat kepada-Nya. Kami berlindung kepada Allah dari kejahatan diri kami dan keburukan amal perbuatan kami. Barang siapa yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala beri petunjuk, niscaya tidak ada yang bisa menyesatkannya, dan barang siapa yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala sesatkan, niscaya tidak ada yang bisa memberinya petunjuk.
Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang benar kecuali Allah semata, Yang tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya, orang pilihan dan kekasih-Nya, pengemban amanah wahyu-Nya, dan mubalig syariat-Nya. Tidaklah ada kebaikan kecuali beliau telah menjelaskannya kepada umatnya dan tidaklah ada keburukan kecuali beliau telah memperingatkan umatnya terhadapnya. Semoga selawat Allah dan salam penghormatan-Nya terlimpah untuk beliau dan keluarganya serta seluruh sahabat beliau.
Adapun berikutnya, wahai kaum Mukminin, bertakwalah kepada Allah Subẖānahu wa Ta’ālā dalam segala amalan Anda dan hadirkanlah rasa murāqabah (merasa diawasi oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala) dengan murāqabah-nya seorang hamba mengetahui bahwa Tuhannya mendengar dan melihatnya. Takwa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala adalah mengamalkan ketaatan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dengan cahaya (ilmu) dari Allah karena mengharap pahala-Nya dan meninggalkan kemaksiatan terhadap Allah dengan cahaya (ilmu) dari Allah karena takut terhadap azab-Nya.
Wahai kaum Mukminin, hari-hari Ramadan semakin mendekat dan kedatangannya hampir menjelang, yang mana bulan ini datang membawa kebaikan yang agung dan keberkahan yang melimpah serta berbagai keistimewaan agung yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala khususkan untuk bulan ini yang membedakannya dengan bulan-bulan lainnya. Inilah bulan terbaik, bulan teragung serta paling luhur dan paling mulia. Allah Subhanahu Wa Ta’ala meletakkan dalam bulan ini banyak kebaikan dan keberkahan yang besar, serta memperbanyak anugerah dan karunia-Nya.
أيها المؤمنون : الاستبشار بمجيء هذا الشهر العظيم والفرح بقدومه سنَّةٌ ماضية وهديٌ مأثور ؛ روى الإمام أحمد في مسنده عن أنس رضي الله عنه أن النبي صلى الله عليه وسلم قال : ((هَذَا رَمَضَانُ قَدْ جَاءَ ؛ تُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ ، وَتُغْلَقُ فِيهِ أَبْوَابُ النَّارِ ، وَتُسَلْسَلُ فِيهِ الشَّيَاطِينُ)) قال أهل العلم : وهو أصلٌ في التهنئة بشهر رمضان . أيها المؤمنون : يفرح المؤمنون وحُق لهم بمقدم هذا الشهر العظيم ، ويدخلهم سرور عظيم بمجيئه لما يدركونه من عظيم الهبات في هذا الشهر وكثرة البركات ؛ ولهذا -عباد الله- من أدرك رمضان وهو في صحةٍ وعافية وأمنٍ وإيمان فقد فاز بغنيمة عظيمة وربح كبير ، ومن أدرك رمضان ثم خرج ولم يُغفر له فخسرانه خسرانٌ عظيم ، إذ قال النبي عليه الصلاة والسلام : ((رَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ دَخَلَ عَلَيْهِ رَمَضَانُ ثُمَّ انْسَلَخَ قَبْلَ أَنْ يُغْفَرَ لَهُ)) ؛ وذلك -عباد الله- أن رمضان موسمٌ عظيم لغفران الذنوب والتوبة من الخطيئات ، والإنابة إلى رب الأرض والسماوات ، والفوز بالرضوات والنجاة من النيران ، ونيل عظيم الثواب وكثير الأجور .
Wahai kaum Mukminin, bergembira menyambut datangnya bulan yang agung ini dan bersuka cita atas kedatangannya merupakan sunah yang telah berjalan dan tradisi yang turun-temurun. Imam Aḥmad meriwayatkan dalam Musnad-nya dari Anas Raḍiyallāhu ‘anhu bahwa Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda,
هَذَا رَمَضَانُ قَدْ جَاءَ ؛ تُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ ، وَتُغْلَقُ فِيهِ أَبْوَابُ النَّارِ ، وَتُسَلْسَلُ فِيهِ الشَّيَاطِينُ
“Inilah Ramadan yang telah datang, ketika itu dibukakan pintu-pintu surga, ditutup pintu-pintu neraka, dan dibelenggu setan-setan.”
Para ulama menyatakan bahwa hadis ini merupakan dasar anjuran mengucapkan selamat atas kedatangan bulan Ramadan.
Wahai kaum Mukminin, orang-orang beriman sedang bergembira —dan memang sepatutnya mereka bergembira— dengan kedatangan bulan yang agung ini. Kegembiraan besar merasuki mereka karena datangnya Ramadan karena mereka benar-benar menyadari agungnya anugerah pada bulan ini dan banyaknya keberkahan di dalamnya.
Oleh karena itu, wahai hamba-hamba Allah Subhanahu Wa Ta’ala, barang siapa mendapati Ramadan dalam keadaan sehat, selamat, aman, dan beriman, maka sungguh ia telah memperoleh ganimah yang besar dan keuntungan yang agung.
Adapun orang yang mendapati Ramadan hingga Ramadan berlalu sementara dosanya tidak diampuni, maka kerugiannya adalah kerugian yang sangat besar. Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda,
رَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ دَخَلَ عَلَيْهِ رَمَضَانُ ثُمَّ انْسَلَخَ قَبْلَ أَنْ يُغْفَرَ لَهُ
“Celakalah seseorang kedatangan Ramadan, kemudian Ramadan berlalu sebelum ia diampuni.” (HR. At-Tirmidzi).
Hal itu, wahai hamba-hamba Allah, karena Ramadan adalah musim yang agung untuk pengampunan dosa, pertobatan dari kesalahan, kembali kepada Tuhan bumi dan langit, meraih keridaan, keselamatan dari api neraka, dan memperoleh pahala yang besar dan ganjaran yang banyak.
أيها المؤمنون: حُق للمسلمين أن يفرحوا بمقدم هذا الشهر ، وأن يسرّوا بمجيئه ، ولكن -عباد الله- لابد أن يُفعَّل هذا الفرح والسرور بعملٍ صالح وطاعات زاكيات وحُسن إقبال على الله تبارك وتعالى وتعرُّضٍ لنفحات الإيمان ونفحات الرحمة والبركات التي جعلها الله سبحانه وتعالى في هذا الشهر العظيم . أيها المؤمنون : خيرات رمضان وبركاته العظيمة تبدأ من أول ليلة من لياليه ، فإنه إذا دخل رمضان دخلت بدخوله تلك البركات المتنوعات والعطايا الكثيرات ، وتأملوا رعاكم الله في هذا الحديث العظيم ؛ روى الإمام الترمذي في جامعه عن أبي هريرة رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : ((إِذَا كَانَ أَوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ صُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ وَمَرَدَةُ الجِنِّ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ فَلَمْ يُفْتَحْ مِنْهَا بَابٌ، وَفُتِّحَتْ أَبْوَابُ الجَنَّةِ فَلَمْ يُغْلَقْ مِنْهَا بَابٌ، وَيُنَادِي مُنَادٍ: يَا بَاغِيَ الخَيْرِ أَقْبِلْ وَيَا بَاغِيَ الشَّرِّ أَقْصِرْ، وَلِلَّهِ عُتَقَاءُ مِنَ النَّارِ وَذَلكَ كُلُّ لَيْلَةٍ)) .
Wahai kaum Mukminin, sudah sepantasnya kaum Muslimin bergembira dengan kedatangan bulan ini dan bersuka cita atas kehadirannya. Akan tetapi, wahai hamba-hamba Allah Subhanahu Wa Ta’ala, kegembiraan dan suka cita itu harus diwujudkan dengan amal saleh, ketaatan yang suci, kesungguhan ibadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, serta menghadapkan diri kepada hembusan-hembusan keimanan, rahmat, dan keberkahan yang Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā hembuskan di bulan yang agung ini.
Wahai kaum Mukminin, kebaikan-kebaikan Ramadan dan keberkahannya yang agung dimulai sejak malam pertamanya. Yaitu apabila telah masuk bulan Ramadan, maka bersamaan dengan itu masuk pula berbagai keberkahan yang beraneka ragam dan anugerah yang banyak.
Renungkanlah —semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala menjaga kalian— hadis yang agung ini. Imam At-Tirmidzi meriwayatkan dalam Kitab Jāmi‘-nya dari Abū Hurairah Raḍiyallāhu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda,
إِذَا كَانَ أَوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ صُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ وَمَرَدَةُ الجِنِّ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ فَلَمْ يُفْتَحْ مِنْهَا بَابٌ، وَفُتِّحَتْ أَبْوَابُ الجَنَّةِ فَلَمْ يُغْلَقْ مِنْهَا بَابٌ، وَيُنَادِي مُنَادٍ: يَا بَاغِيَ الخَيْرِ أَقْبِلْ وَيَا بَاغِيَ الشَّرِّ أَقْصِرْ، وَلِلَّهِ عُتَقَاءُ مِنَ النَّارِ وَذَلكَ كُلُّ لَيْلَةٍ
“Apabila datang malam pertama bulan Ramadan, setan-setan dan para jin jahat dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup sehingga tidak satu pun dari pintunya dibuka, pintu-pintu surga dibuka sehingga tidak satu pun pintunya ditutup. Lalu ada penyeru yang berseru, ‘Wahai pencari kebaikan, bersungguh-sungguhlah! Wahai pencari keburukan, berhentilah!’ Sedangkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala memiliki orang-orang yang dibebaskan dari api neraka, dan hal itu terjadi setiap malam.”
Renungkanlah —semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala memelihara kalian— berbagai keistimewaan yang agung dan keutamaan-keutamaan yang besar yang menjadi kekhususan bulan mulia ini, yang dimulai sejak malam pertama masuknya Ramadan!
Pintu-pintu surga dibukakan, dibukanya pintu-pintu surga itu karena banyaknya amal saleh, ketaatan suci, dan baiknya kesungguhan ibadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Oleh karena itulah, wahai hamba-hamba Allah Subhanahu Wa Ta’ala, sudah sepantasnya seorang mukmin —ketika ia mengetahui bahwa pintu-pintu surga dibuka dan tidak ada satu pun pintunya yang ditutup— bersungguh-sungguh melawan hawa nafsunya untuk memperbanyak amal-amal yang dengannya seorang hamba dapat masuk melalui pintu-pintu surga tersebut.
Pintu-pintu neraka ditutup sehingga tidak ada satu pun pintunya yang dibuka, hal itu, wahai hamba-hamba Allah Subhanahu Wa Ta’ala, karena puasa memiliki pengaruh yang besar dalam menahan seorang hamba dari perbuatan dosa dan mewujudkan ketakwaannya kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Bahkan, inilah tujuan dan maksud utama disyariatkannya puasa, sebagaimana firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala,
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)
Setan-setan dan para jin jahat dibelenggu. Nabi ‘alaihish shalātu was salām tidak mengatakan bahwa mereka lenyap atau mati, mereka tetap ada pada bulan Ramadan, tetapi berada dalam keadaan terbelenggu. Orang yang terbelenggu berarti melemah geraknya. Oleh karena itu para ulama mengatakan bahwa kadar keselamatan seorang hamba berbanding lurus dengan kualitas puasanya dan kesungguhannya dalam ibadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Sebab, baiknya puasanya dan baiknya kesungguhannya akan menghalau tipu daya setan.
Setiap malam dari malam-malam Ramadan ada penyeru yang berseru, “Wahai pencari kebaikan, bersungguh-sungguhlah! Wahai pencari keburukan, berhentilah!”
Seruan ini, meskipun tidak didengar oleh seorang Muslim pada malam-malam Ramadan, hanya saja, dia tetap harus meyakininya, karena ia merupakan ucapan dari orang yang jujur dan tepercaya yang tidak berbicara menurut hawa nafsu—semoga selawat Allah dan salam penghormatan-Nya terlimpah untuk beliau.
Oleh karena itu, setiap Muslim pada setiap malam Ramadan seyogianya menghadirkan dalam hatinya seruan ini dan merenungkan makna hadis ini, bahwa manusia dalam hal kesungguhannya kepada kebaikan dan menahan diri dari keburukan terbagi menjadi dua golongan: Golongan yang mencari kebaikan, menuntutnya, dan bersungguh-sungguh meraihnya, dan golongan lain —semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala melindungi kita— yang mencari keburukan, menuntutnya, dan bersungguh-sungguh meraihnya. Maka jiwa-jiwa manusia terbagi jadi dua macam. Setiap hamba hendaknya meneliti dirinya dan memperhatikan keinginan-keinginannya: Apakah ia menginginkan kebaikan dan mencarinya, atau menginginkan keburukan dan mencarinya?
Hendaklah ia merenungkan seruan ini di setiap malam, “Wahai pencari kebaikan, bersungguh-sungguhlah! Karena Anda sedang berada pada musim kebaikan, musim ketaatan dan ibadah.
“Wahai pencari keburukan, berhentilah!” Yakni kendalikan diri Anda dan cegahlah ia. Jika Anda tidak menahan diri Anda dari keinginan-keinginan buruk ini pada bulan Ramadan yang penuh berkah, maka kapan lagi Anda berharap dapat menahannya pada waktu yang lain?
Allah Subhanahu Wa Ta’ala memiliki orang-orang yang akan dibebaskan dari api neraka, dan hal itu terjadi pada setiap malam dari malam-malam Ramadan.
Ini, wahai hamba-hamba Allah Subhanahu Wa Ta’ala, semestinya menggerakkan hati-hati yang tulus untuk memiliki harapan yang sangat besar agar menjadi di antara mereka yang lehernya dibebaskan dari api neraka. Oleh karena itu, harapan ini haruslah selalu diperbarui dalam hati seorang muslim pada setiap malam dari malam-malam Ramadan, karena sesungguhnya Allah pada setiap malam dari bulan ini memiliki orang-orang yang akan dibebaskan dari api neraka.
نسأل الله الكريم رب العرش العظيم بأسمائه الحسنى وصفاته العليا أن يبلِّغنا أجمعين شهر رمضان ، وأن يغنِّمنا خيراته ، وأن يوفقنا فيه وفي كل الأوقات لما يحبه ويرضاه من سديد الأقوال وصالح الأعمال . أقول هذا القول وأستغفر الله لي ولكم ولسائر المسلمين من كل ذنب؛ فاستغفروه يغفر لكم إنه هو الغفور الرحيم .
Kami memohon kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala Yang Maha Dermawan, Tuhan Arasy yang agung, dengan bertawasul dengan nama-nama-Nya yang indah dan sifat-sifat-Nya yang luhur, agar Dia menyampaikan umur kita semua kepada bulan Ramadan, menjadikan kita orang-orang yang bisa memperoleh seluruh kebaikannya, serta memberi taufik kepada kita di bulan itu dan di setiap waktu untuk melakukan ucapan-ucapan yang lurus dan amal-amal yang saleh yang Dia cintai dan ridai.
Saya cukupkan perkataan saya ini dan saya memohon ampun kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala untuk diri saya sendiri, untuk kalian, dan untuk seluruh kaum Muslimin dari setiap dosa, maka mohonlah ampun kepada-Nya, niscaya Dia mengampuni kalian! Sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
الحمد لله كثيرا ، وأشهد أن لا إله إلا اللهُ وحده لا شريك له ، وأشهد أنَّ محمداً عبده ورسوله ؛ اللهم صل وسلِّم عليه وعلى آله وصحبه أجمعين . أما بعد أيها المؤمنون: اتقوا الله ؛ فإن من اتقى الله وقاه ، وأرشده إلى خير أمور دينه ودنياه . ثم اعلموا رعاكم الله أنَّ أصدق الحديث كلام الله ، وخير الهدى هدى محمدٍ صلى الله عليه وسلم ، وشرَّ الأمور محدثاتها ، وكلّ محدثةٍ بدعة ، وكل بدعةٍ ضلالة ، وعليكم بالجماعة فإنَّ يد الله على الجماعة .
Khutbah kedua:
Segala puji bagi Allah Subhanahu Wa Ta’ala dengan pujian yang banyak. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah selain Allah Subhanahu Wa Ta’ala semata, Yang tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muḥammad adalah hamba dan utusan-Nya. Semoga selawat Allah dan salam penghormatan-Nya terlimpah untuk beliau dan keluarganya serta seluruh sahabat beliau.
Adapun berikutnya, wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, karena barang siapa bertakwa kepada Allah Subẖānahu wa Taʿālā, maka Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan menjaganya dan membimbingnya kepada kebaikan dalam urusan agama dan dunianya. Ketahuilah —semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala memelihara kalian— bahwa sebenar-benar perkataan adalah firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad Ṣallallāhu ʿAlaihi wa Sallam. Sejelek-jelek perkara adalah perkara yang diada-adakan, dan setiap bidah adalah kesesatan. Kalian wajib berpegang teguh pada Al-Jamāʿah, karena tangan Allah Subhanahu Wa Ta’ala di atas Al-Jamāʿah.
Wahai kaum Mukminin, musim-musim kebaikan adalah kesempatan yang sangat berharga, yang setiap Muslim seyogianya memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya dan tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut bagi dirinya. Betapa banyak orang yang berpuasa pada Ramadan yang lalu dan berharap dapat menjumpai Ramadan-Ramadan berikutnya, namun kematian menghalangi mereka dari hal itu.
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ
“Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian.” (QS. Āli ‘Imrān: 185).
Maka —wahai orang yang mendapat taufik dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala, telah dimuliakan dan dimudahkan untuk menjumpai Ramadan— Anda harus menyadari besarnya nikmat dan agungnya karunia tersebut, dengan memperlihatkan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala kebaikan dari diri Anda, sambutlah bulan ini dengan sebaik-baik jamuan, karena ia adalah tamu yang mulia dan pendatang yang terhormat. Jamuan baginya adalah dengan ketaatan yang baik, kesungguhan yang baik dalam ibadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, dan menahan diri dari dosa, maksiat, dan kekeliruan.
Wahai kaum Mukminin, harus disiplin di hari-hari dan malam-malam pada bulan ini, jika tidak, ia akan berlalu dengan sangat cepat dan berakhir dengan cepat pula.
Namun, apabila seseorang disiplin dalam mengatur waktunya dengan berbagai agenda yang terstruktur dan tujuan-tujuan yang jelas, serta bersungguh-sungguh melawan nafsu dirinya untuk merealisasikannya, niscaya pada bulan tersebut ia akan meraih keuntungan yang besar dan kebaikan yang banyak. Jika tidak demikian, maka hari-hari bulan itu akan berlalu dan malam-malamnya berakhir sementara dalam keadaan menyia-nyiakan kebaikan bulan tersebut dan keberkahannya yang agung untuk dirinya.
Kami memohon kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala agar Dia tidak menghalangi kita dari kebaikan yang ada di sisi-Nya karena keburukan yang ada di sisi kita, agar Dia memperbaiki seluruh urusan kita dan tidak menyerahkan kita kepada diri kita sendiri walau sekejap mata. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar Doa, Dialah Yang diharapkan, dan cukuplah Dia bagi kita dan Dialah sebaik-baik penolong.
Haturkan selawat dan salam kalian —semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala memelihara kalian— kepada Muhammad putra Abdullah, sebagaimana Allah Subḥānahu wa Taʿālā memerintahkan hal tersebut kepada kalian dalam kitab-Nya,
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً
“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya berselawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Berselawatlah kalian untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.” (QS. Al-Ahzab: 56).
Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam juga bersabda,
مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلَاةً صَلَّى الله عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا
“Barang siapa berselawat kepadaku satu kali, niscaya Allah akan berselawat kepadanya sepuluh kali.” (HR. Muslim).
Ya Allah, limpahkanlah selawat untuk Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah limpahkan selawat untuk Ibrahim dan keluarga Ibrahim, sungguh, Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia, dan limpahkanlah berkah untuk Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah limpahkan berkah untuk Ibrahim dan keluarga Ibrahim, sungguh, Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.
Ya Allah, ridailah para khalifah yang terbimbing dan para imam petunjuk, Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali. Ya Allah, ridailah juga para sahabat seluruhnya, para Tabiin, dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari kiamat, serta kami dan mereka semua dengan karunia, kedermawanan, dan kebaikan-Mu, wahai Zat Yang paling dermawan.
اللهم أعزَّ الإسلام والمسلمين ، وأذل الشرك والمشركين ، اللهم انصر من نصر دينك وكتابك وسنة نبيك محمد صلى الله عليه وسلم ، اللهم انصر إخواننا المسلمين المستضعفين في كل مكان ، اللهم كن لهم ناصرًا ومُعينا وحافظًا ومؤيدا . اللهم آمِنَّا في أوطاننا ، وأصلح أئمتنا وولاة أمورنا ، واجعل ولايتنا فيمن خافك واتقاك واتبع رضاك يا رب العالمين. اللهم وفِّق ولي أمرنا لهداك واجعل عمله في رضاك ، اللهم وأعنه على طاعتك يا حي يا قيوم يا ذا الجلال والكرام ، اللهم وفقه وولي عهده لما تحبه وترضاه من سديد الأقوال وصالح الأعمال.
Ya Allah, muliakanlah Islam dan kaum Muslimin, hinakanlah kesyirikan dan kaum Musyrikin, dan binasakan musuh-musuh Islam!
Ya Allah, tolonglah orang yang menolong agama-Mu, kitab-Mu, dan Sunah Nabi-Mu Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam. Ya Allah, tolonglah saudara-saudara kami umat Islam yang tertindas di mana pun mereka berada.
Ya Allah, jadilah penolong, penyokong, penjaga, dan pembela mereka! Ya Allah, berilah kami keamanan di tanah air kami, perbaikilah para pemimpin kami dan para pemegang kekuasaan kami, dan serahkan negeri kami kepada orang yang takut dan bertakwa kepada-Mu serta mengikuti rida-Mu, wahai Tuhan semesta alam.
Ya Allah, berilah taufik kepada pemimpin kami untuk mengikuti petunjuk-Mu, dan jadikan tindakan mereka selalu dalam rida-Mu.
Ya Allah, bantulah ia dalam ketaatan kepada-Mu, wahai Yang Maha Hidup lagi Maha Mandiri, wahai Zat Pemilik Kemuliaan dan Keagungan. Ya Allah, berilah taufik kepada pemegang urusan kami dan putra mahkotanya untuk mengucapkan perkataan yang benar dan melakukan amalan yang baik yang Engkau cintai dan ridai.
اللهم آت نفوسنا تقواها ، زكها أنت خير من زكاها ، أنت وليها ومولاها . اللهم أصلح لنا ديننا الذي هو عصمة أمرنا ، وأصلح لنا دنيانا التي فيها معاشنا ، وأصلح لنا آخرتنا التي فيها معادنا ، واجعل الحياة زيادةً لنا في كل خير، والموت راحةً لنا من كل شر . اللهم اغفر لنا ذنبنا كله ؛ دقَّه وجلَّه ، أوله وآخره ، علانيته وسره. اللهم اغفر لنا ما قدَّمنا وما أخَّرنا ، وما أسررنا وما أعلنا ، وما أنت أعلم به منَّا . اللهم اغفر لنا ولوالدينا ووالديهم وذرياتهم وللمسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات الأحياء منهم والأموات . ربنا إنَّا ظلمنا أنفسنا وإن لم تغفر لنا وترحمنا لنكوننَّ من الخاسرين . ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار . وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين .
Ya Allah, berikanlah kepada jiwa-jiwa kami ketakwaannya dan sucikanlah ia karena Engkaulah sebaik-baik Zat Yang menyucikannya, Engkaulah Penjaganya dan Pelindungnya.
Ya Allah, perbaikilah untuk kami agama kami yang merupakan benteng semua urusan kami, perbaikilah untuk kami dunia kami yang menjadi tempat penghidupan kami, dan perbaikilah untuk kami akhirat kami yang menjadi tempat kembali kami, serta jadikanlah kehidupan ini sebagai tambahan dalam setiap kebaikan dan jadikanlah kematian sebagai peristirahatan dari segala keburukan.
Ya Allah, ampunilah semua dosa-dosa kami, yang kecil maupun yang besar, yang awal maupun yang akhir, dan yang tersembunyi maupun yang terang-terangan. Ya Allah, ampunilah semua dosa-dosa kami yang kami dahulukan dan yang kami akhirkan, yang kami tutup-tutupi dan yang kami nampakkan, maupun dosa yang Engkau jauh lebih Mengetahuinya daripada kami.
Ya Allah, ampunilah kami, orang tua kami, orang tua mereka, anak keturunan mereka, dan seluruh kaum Muslimin yang lelaki dan wanita serta kaum Mukminin yang lelaki dan wanita, baik yang masih hidup maupun yang meninggal di antara mereka.
Wahai Tuhan kami, sesungguhnya kami telah menzalimi diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak Mengampuni kami dan Memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi. Ya Tuhan kami, Berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan Lindungi kami dari siksa neraka, dan kami akhiri doa kami dengan pujian kepada Allah, Tuhan semesta alam.
Syaikh Abdurrazzaq bin Abdil Muhsin Al-Abbad Al-Badr.
Sumber:

