Khutbah Jumat Singkat Terbaru

Mari bersama menabung pahala amal jariyah untuk kehidupan kita kelak di akhirat.   BSI: 7086882242
a.n. Yayasan Yufid Network  

Seluruh dana untuk operasional produksi konten dakwah di Yufid: Yufid.TV, YufidEDU, Yufid Kids, website dakwah (KonsultasiSyariah.com, Yufid.com, KisahMuslim.com, Kajian.Net, KhotbahJumat.com, dll).

Yufid menerima zakat mal untuk operasional dakwah Yufid

Nasehat

Setiap Kebaikan Adalah Sedekah

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ؛ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوبُ إِلَيْهِ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، بَلَّغَ الرِّسَالَةَ، وَأَدَّى الْأَمَانَةَ، وَنَصَحَ الْأُمَّةَ، وَجَاهَدَ فِي اللَّهِ حَقَّ جِهَادِهِ حَتَّى أَتَاهُ الْيَقِينُ، فَمَا تَرَكَ خَيْرًا إِلَّا دَلَّ الْأُمَّةَ عَلَيْهِ وَلَا شَرًّا إِلَّا حَذَّرَهَا مِنْهَا؛ فَصَلَوَاتُ اللَّهِ وَسَلَامُهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ

Sesungguhnya segala puji bagi Allah. Kami memuji-Nya, memohon pertolongan kepada-Nya, meminta ampun kepada-Nya, dan bertobat kepada-Nya. Kami berlindung kepada Allah dari keburukan diri kami dan dari kejelekan amal-amal kami.

Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah maka tidak ada yang dapat menyesatkannya, dan barang siapa yang disesatkan-Nya maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah, hanya Dia, Yang tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba-Nya, yang telah menyampaikan risalah, menunaikan amanah, menasihati umat, dan berjihad di jalan Allah dengan sebenar-benarnya jihad hingga datang kepadanya al-yaqīn (kematian). Maka tidaklah beliau meninggalkan satu kebaikan pun kecuali telah menunjukkannya kepada umat, dan tidak pula suatu keburukan kecuali telah memperingatkan mereka darinya. Semoga selawat dan salam Allah tercurah kepada beliau, kepada keluarga, dan seluruh sahabat beliau.

Adapun selanjutnya, wahai orang-orang beriman, bertakwalah kepada Allah Tuhan kalian, dan hadirkan murāqabah (merasa diawasi oleh Allah) dalam setiap gerak-gerik kalian dengan murāqabah-nya orang yang mengetahui bahwa Tuhannya mendengar dan melihatnya.

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا (70) يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا (71)

 “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar. Niscaya Dia memperbaiki amalan-amalan kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian. Dan barang siapa menaati Allah dan Rasul-Nya, maka sungguh ia telah meraih kemenangan yang besar.” (QS. Al-Aḥzāb: 70–71)

Wahai orang-orang beriman, diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam Kitab Ṣaḥīḥ-nya, dari Jābir bin ‘Abdillāh raḍiyallāhu ‘anhumā, bahwa Nabi shallallāhu ‘alaihi wa sallam bersabda,

كُلُّ مَعْرُوفٍ صَدَقَةٌ

“Setiap kebaikan adalah sedekah.” Hadis ini diriwayatkan pula oleh Imam Muslim dalam Kitab Ṣaḥīḥ-nya dari Ḥudzayfah raḍiyallāhu ‘anhu. Hadis ini merupakan kaidah universal dan bermanfaat dalam bab-bab sedekah, bahwa sedekah tidak terbatas hanya pada harta, bahkan cakupannya lebih luas dan pintunya lebih lebar, berbeda dari apa yang mungkin disangka orang. Bahkan disebutkan dalam hadis bahwa sebagian sahabat Nabi shallallāhu ‘alaihi wa sallam dari kalangan Muhajirin yang fakir mengira demikian, lalu mereka meminta penjelasan kepada Nabi shallallāhu ‘alaihi wa sallam. 

Diriwayatkan oleh Muslim dalam Ṣaḥīḥ-nya, dari Abu Dzar raḍiyallāhu ‘anhu bahwa beberapa sahabat Nabi shallallāhu ‘alaihi wa sallam datang kepada beliau dan berkata,

يَا رَسُولَ اللَّهِ ذَهَبَ أَهْلُ الدُّثُورِ بِالأُجُورِ-وأهل الدثور أهل الأموال- يُصَلُّونَ كَمَا نُصَلِّى وَيَصُومُونَ كَمَا نَصُومُ وَيَتَصَدَّقُونَ بِفُضُولِ أَمْوَالِهِمْ

“Wahai Rasulullah, Ahlu Dutsūr—yakni orang-orang kaya—telah pergi membawa pahala, mereka salat sebagaimana kami salat, mereka berpuasa sebagaimana kami berpuasa, dan mereka bisa bersedekah dengan kelebihan harta mereka.” Maka Nabi shallallāhu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَوَلَيْسَ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لَكُمْ مَا تَصَّدَّقُونَ! إِنَّ بِكُلِّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةً، وَكُلِّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ، وَكُلِّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ، وَكُلِّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ، وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ، وَنَهْىٌ عَنْ مُنْكَرٍ صَدَقَةٌ، وَفِى بُضْعِ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ

“Bukankah Allah telah menjadikan bagi kalian sesuatu yang bisa kalian sedekahkan? Sesungguhnya setiap tasbih adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, memerintahkan yang makruf adalah sedekah, mencegah dari yang mungkar adalah sedekah, dan pada kemaluan salah seorang dari kalian pun ada sedekah.”

Mereka berkata,

يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيَأْتِي أَحَدُنَا شَهْوَتَهُ وَيَكُونُ لَهُ فِيهَا أَجْرٌ؟

“Wahai Rasulullah, apakah maksudnya bahwa salah seorang dari kami menyalurkan syahwatnya lalu ia mendapatkan pahala?”

Beliau bersabda,

أَرَأَيْتُمْ لَوْ وَضَعَهَا فِي حَرَامٍ أَكَانَ عَلَيْهِ فِيهَا وِزْرٌ؟ فَكَذَلِكَ إِذَا وَضَعَهَا فِي الْحَلاَلِ كَانَ لَهُ أَجْرٌ

“Bagaimana pendapat kalian jika ia menyalurkannya pada yang haram, apakah ia mendapat dosa? Maka demikian pula jika ia menyalurkannya pada yang halal, ia mendapatkan pahala.” (HR. Muslim)

Wahai orang-orang beriman, sedekah adalah tugas harian yang menyertai seorang muslim dalam setiap harinya, yang terus dilakukan seiring bergantinya hari. Setiap hari, ketika seseorang bangun di pagi hari dalam keadaan diberi kesehatan dan keselamatan, hendaknya ia membalasnya dengan memuji dan bersyukur kepada Allah atas nikmat-nikmat-Nya, serta dengan berbagai sedekah yang banyak dan beragam.

Diriwayatkan oleh Muslim dalam Ṣaḥīḥ-nya, dari Abu Dzar raḍiyallāhu ‘anhu, bahwa Nabi shallallāhu ‘alaihi wa sallam bersabda,

عَلَى كُلِّ سُلاَمَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ –والسلامى: المفاصل- فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ ، وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ ، وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ ، وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْىٌ عَنِ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ ، وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنَ الضُّحَى

“Bagi setiap persendian dari salah seorang di antara kalian ada sedekah, maka setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, memerintahkan yang makruf adalah sedekah, dan mencegah dari yang mungkar adalah sedekah, yang mana hal itu tercukupi dengan dua rakaat yang ia lakukan pada waktu duha.” (HR. Muslim)

Maka renungkanlah—semoga Allah memelihara Anda—betapa beragamnya pintu-pintu sedekah: di antaranya ada yang manfaatnya terbatas pada pelakunya sendiri seperti tasbih, tahmid, takbir, dan tahlil, dan di antaranya ada yang manfaatnya berdampak kepada orang lain. Bahkan setiap manfaat yang diberikan seseorang kepada saudara-saudaranya sesama muslim, seperti berbagai bentuk kebaikan, pintu-pintu kemurahan hati, dan ragam kebajikan, semuanya termasuk dalam sedekah.

Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi dari Abu Dzar raḍiyallāhu ‘anhu, bahwa Nabi shallallāhu ‘alaihi wa sallam bersabda,

تَبَسُّمُكَ فِي وَجْهِ أَخِيكَ لَكَ صَدَقَةٌ، وَأَمْرُكَ بِالمَعْرُوفِ وَنَهْيُكَ عَنِ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ، وَإِرْشَادُكَ الرَّجُلَ فِي أَرْضِ الضَّلاَلِ لَكَ صَدَقَةٌ، وَبَصَرُكَ لِلرَّجُلِ الرَّدِيءِ البَصَرِ لَكَ صَدَقَةٌ، وَإِمَاطَتُكَ الحَجَرَ وَالشَّوْكَةَ وَالعَظْمَ عَنِ الطَّرِيقِ لَكَ صَدَقَةٌ، وَإِفْرَاغُكَ مِنْ دَلْوِكَ فِي دَلْوِ أَخِيكَ لَكَ صَدَقَةٌ

“Senyummu kepada saudaramu adalah sedekah, ajakanmu kepada yang makruf dan laranganmu terhadap yang mungkar adalah sedekah, arahanmu kepada seseorang yang tersesat di suatu wilayah adalah sedekah, bantuan petunjukmu kepada orang yang lemah penglihatannya adalah sedekah, menyingkirkan batu, duri, dan tulang dari jalan adalah sedekah, dan tuangan airmu dari timbamu ke dalam timba saudaramu adalah sedekah.” (HR. At-Tirmiżī)

Jadi, pintu-pintu sedekah itu sangat beragam. Wahai hamba Allah, bersungguh-sungguhlah untuk memperbanyak sedekah, ambillah berbagai jalannya yang beraneka ragam dan sangat lapang, dengan niat mendekatkan diri kepada Allah Jalla wa ‘Alā.

Apabila ada yang berkata, “Aku tidak memiliki harta dan tidak punya kemampuan untuk melakukan hal-hal tersebut,” maka perhatikanlah luasnya karunia Allah dalam sebuah pertanyaan yang diajukan kepada Nabi shallallāhu ‘alaihi wa sallam. Sungguh, telah diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Abu Hurairah raḍiyallāhu ‘anhu, bahwa seorang lelaki datang kepada Nabi shallallāhu ‘alaihi wa sallam lalu berkata,

يَا رَسُولَ اللهِ ، أَيُّ الأَعْمَالِ أَفْضَلُ ؟

“Wahai Rasulullah, amalan apakah yang paling utama?” Beliau bersabda,

الإِيمَانُ بِاللَّهِ ، وَالْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللهِ

“Beriman kepada Allah dan berjihad di jalan Allah.”

Ia berkata,

فَإِنْ لَمْ أَسْتَطِعْ ذَلِكَ ؟

“Jika aku tidak mampu melakukannya?”

Beliau bersabda,

تُعِينُ ضَائِعًا أَوْ تَصْنَعُ لأَخْرَقَ

“Engkau membantu orang yang membutuhkan atau melakukan sesuatu untuk orang yang tidak mampu.”

Ia berkata lagi:

 فَإِنْ لَمْ أَسْتَطِعْ ذَلِكَ ؟

“Jika aku tidak mampu?”

Beliau bersabda,

احْبِسْ نَفْسَكَ عَنِ الشَّرِّ ، فَإِنَّهَا صَدَقَةٌ تَصَدَّقُ بِهَا عَلَى نَفْسِكَ

“Tahanlah dirimu dari keburukan, karena itu adalah sedekah yang engkau berikan kepada dirimu sendiri.” (HR. Aḥmad)

Kita memohon kepada Allah ‘Azza wa Jalla agar memberi taufik kepada kita semua kepada ucapan yang benar dan amal yang saleh, serta memperbaiki seluruh urusan kita. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Dekat dan Maha Mengabulkan. Aku mencukupkan perkataanku ini, dan aku memohon ampun kepada Allah untukku, untuk kalian, dan untuk seluruh kaum muslimin dari setiap dosa; maka mohonlah ampun kepada-Nya, niscaya Dia akan mengampuni kalian. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Khotbah Kedua:

الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدَ الشَّاكِرِينَ، وَأُثْنِي عَلَيْهِ ثَنَاءَ الذَّاكِرِينَ، أَحْمَدُهُ بِمَحَامِدِهِ الَّتِي هُوَ لَهَا أَهْلٌ، وَأُثْنِي عَلَيْهِ الْخَيْرَ كُلَّهُ، لَا أُحْصِي ثَنَاءً عَلَيْهِ هُوَ كَمَا أَثْنَى عَلَى نَفْسِهِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ؛ صَلَّى اللَّهُ وَسَلَّمَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ

Segala puji bagi Allah dengan pujian orang-orang yang bersyukur. Aku memuji-Nya dengan pujian orang-orang yang berzikir. Aku memuji-Nya dengan pujian-pujian yang memang layak bagi-Nya dan aku menyanjung-Nya dengan seluruh kebaikan. Aku tidak mampu menghitung pujian untuk-Nya sebagaimana Dia Memuji diri-Nya sendiri. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Semoga selawat dan salam tercurah kepada beliau, kepada keluarga, dan para sahabat beliau seluruhnya.

Adapun berikutnya, wahai orang-orang beriman, bertakwalah kepada Allah, karena barang siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah akan menjaganya. Wahai hamba-hamba Allah, ada dua perkara yang sangat menakjubkan dalam masalah sedekah, yang keduanya berkaitan dengan orang fakir yang tidak memiliki harta:

  • Pertama, bahwa sedikit sedekah yang diberikan oleh orang fakir—meskipun hanya satu dirham dari hartanya yang sedikit—bisa mengungguli dan mengalahkan sedekah yang banyak jumlahnya yang dikeluarkan oleh orang punya banyak harta, meskipun itu mencapai puluhan ribu dirham.

Dalam riwayat an-Nasa’i dan selainnya, diriwayatkan dari Abu Hurairah raḍiyallāhu ‘anhu, dari Nabi shallallāhu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

سَبَقَ دِرْهَمٌ مِئَةَ أَلْفٍ

“Satu dirham telah mengungguli seratus ribu dirham.”

Mereka bertanya,

وكَيْفَ

“Bagaimana bisa?” 

Beliau menjawab, 

كَانَ لِرَجُلٍ دِرْهَمَانِ تَصَدَّقَ بأَحَدِهُمَا ، وَانطَلَقَ رَجُلٌ إِلَى عُرْضِ مَالِهِ فَأَخَذَ مِنْهُ مِئَةَ أَلْفٍ فَتَصَدَّقَ بِهَا

“Ada seorang lelaki yang hanya memiliki dua dirham, lalu ia menyedekahkan salah satunya, dan ada seorang lelaki lain yang mendatangi hartanya yang banyak, lalu ia mengambil darinya seratus ribu dirham dan menyedekahkannya.” (HR. An-Nasā’ī)

Orang yang pertama bersedekah dengan setengah dari seluruh hartanya, sedangkan yang kedua bersedekah dengan bagian yang sangat kecil dari hartanya. Maka jelas perbedaan antara orang yang bersedekah dengan setengah hartanya dan orang yang hanya mengeluarkan sedikit dari hartanya, sehingga satu dirham itu mengungguli seratus ribu dirham.

  • Kedua—dan ini lebih menakjubkan—adalah bahwa orang fakir, apabila di dalam hatinya ada niat yang jujur antara dirinya dan Allah, di mana Allah Jalla wa ‘Alā mengetahuinya dari dalam dirinya bahwa seandainya ia memiliki harta seperti si kaya yang bersedekah maka ia akan melakukan hal yang sama maka orang fakir ini dan orang kaya yang bersedekah itu sama dalam pahala, yang satu dengan sedekahnya, dan yang lain dengan niatnya yang jujur.

Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi dari Abu Kabsyah al-Anmārī raḍiyallāhu ‘anhu, bahwa Nabi shallallāhu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّمَا الدُّنْيَا لأَرْبَعَةِ نَفَرٍ : عَبْدٍ رَزَقَهُ اللَّهُ مَالاً وَعِلْمًا فَهُوَ يَتَّقِي فِيهِ رَبَّهُ وَيَصِلُ فِيهِ رَحِمَهُ وَيَعْلَمُ لِلَّهِ فِيهِ حَقًّا؛ فَهَذَا بِأَفْضَلِ الْمَنَازِلِ ، وَعَبْدٍ رَزَقَهُ اللَّهُ عِلْمًا وَلَمْ يَرْزُقْهُ مَالاً فَهُوَ صَادِقُ النِّيَّةِ يَقُولُ: لَوْ أَنَّ لِي مَالاً لَعَمِلْتُ بِعَمَلِ فُلاَنٍ فَهُوَ بِنِيَّتِهِ فَأَجْرُهُمَا سَوَاءٌ ، وَعَبْدٍ رَزَقَهُ اللَّهُ مَالاً وَلَمْ يَرْزُقْهُ عِلْمًا فَهُوَ يَخْبِطُ فِي مَالِهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ لاَ يَتَّقِي فِيهِ رَبَّهُ وَلاَ يَصِلُ فِيهِ رَحِمَهُ وَلاَ يَعْلَمُ لِلَّهِ فِيهِ حَقًّا؛ فَهَذَا بِأَخْبَثِ الْمَنَازِلِ ، وَعَبْدٍ لَمْ يَرْزُقْهُ اللَّهُ مَالاً وَلاَ عِلْمًا فَهُوَ يَقُولُ: لَوْ أَنَّ لِي مَالاً لَعَمِلْتُ فِيهِ بِعَمَلِ فُلاَنٍ ؛ فَهُوَ بِنِيَّتِهِ فَوِزْرُهُمَا سَوَاءٌ

“Sesungguhnya dunia ini hanya ada empat golongan: seorang hamba yang Allah beri harta dan ilmu, lalu ia bertakwa kepada Tuhannya dalam menggunakan harta itu, ia menyambung silaturahmi dengannya, dan mengetahui hak Allah di dalamnya maka ia berada pada kedudukan yang paling utama. Dan ada seorang hamba yang Allah beri ilmu namun tidak diberi harta, lalu ia memiliki niat yang jujur, ia berkata, ‘Seandainya aku memiliki harta, niscaya aku akan beramal seperti si polan,’ maka ia dengan niatnya, dan pahala keduanya sama.

Lalu, ada seorang hamba yang Allah beri harta namun tidak diberi ilmu, lalu ia menggunakan hartanya tanpa ilmu, tidak bertakwa kepada Tuhannya dalam hal itu, ia tidak menyambung silaturahmi, dan tidak mengetahui hak Allah di dalamnya maka ia berada pada kedudukan yang paling buruk. Dan ada seorang hamba yang tidak diberi Allah harta dan tidak pula ilmu, lalu ia berkata, ‘Seandainya aku memiliki harta, niscaya aku akan berbuat seperti si polan’ maka ia dengan niatnya, dan dosa keduanya sama.” (HR. At-Tirmidzi)

Kita memohon kepada Allah ‘Azza wa Jalla agar Dia mengilhamkan kepada kita semua petunjuk bagi diri-diri kita, memperbaiki seluruh urusan kita, dan tidak menyerahkan kita kepada diri kita sendiri walau sekejap mata. Haturkanlah selawat dan salam—semoga Allah merahmati kalian—kepada Muhammad bin ‘Abdullāh sebagaimana Allah telah memerintahkan kalian dalam Kitab-Nya,

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya berselawat kepada Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, berselawatlah kalian untuknya dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan.” (QS Al-Aḥzāb: 56)

Beliau juga bersabda,

مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلَاةً صَلَّى الله عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا

“Barang siapa berselawat kepadaku sekali maka Allah akan berselawat kepadanya sepuluh kali.”

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ، الْأَئِمَّةِ الْمَهْدِيِّينَ؛ أَبِي بَكْرٍ الصِّدِّيقِ، وَعُمَرَ الْفَارُوقِ، وَعُثْمَانَ ذِي النُّورَيْنِ، وَأَبِي الْحَسَنَيْنِ عَلِيٍّ، وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الصَّحَابَةِ أَجْمَعِينَ، وَعَنِ التَّابِعِينَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ، وَعَنَّا مَعَهُمْ بِمَنِّكَ وَكَرَمِكَ يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِينَ

اللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِينَ، اللَّهُمَّ انْصُرْ مَنْ نَصَرَ دِينَكَ وَكِتَابَكَ وَسُنَّةَ نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، اللَّهُمَّ انْصُرْ إِخْوَانَنَا الْمُسْلِمِينَ الْمُسْتَضْعَفِينَ فِي كُلِّ مَكَانٍ، اللَّهُمَّ آمِنْ حُدُودَنَا وَانْصُرْ جُنُودَنَا وَوَفِّقْهُمْ بِتَوْفِيقِكَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ، اللَّهُمَّ آمِنَّا فِي أَوْطَانِنَا، وَأَصْلِحْ أَئِمَّتَنَا وَوُلَاةَ أُمُورِنَا، وَاجْعَلْ وِلَايَتَنَا فِيمَنْ خَافَكَ وَاتَّقَاكَ وَاتَّبَعَ رِضَاكَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ. اللَّهُمَّ وَفِّقْ وَلِيَّ أَمْرِنَا لِهُدَاكَ وَاجْعَلْ عَمَلَهُ فِي رِضَاكَ. اللَّهُمَّ وَفِّقْهُ وَوَلِيَّ عَهْدِهِ لِمَا تُحِبُّهُ وَتَرْضَاهُ مِنْ سَدِيدِ الْأَقْوَالِ وَصَالِحِ الْأَعْمَالِ

اللَّهُمَّ آتِ نُفُوسَنَا تَقْوَاهَا، زَكِّهَا أَنْتَ خَيْرُ مَنْ زَكَّاهَا، أَنْتَ وَلِيُّهَا وَمَوْلَاهَا. اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى. اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدَيْنَا وَوَالِدِيهِمْ وَذُرِّيَّاتِهِمْ وَلِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ. رَبَّنَا إِنَّا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Terjemah Doa:

Ya Allah, limpahkanlah selawat kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah melimpahkan selawat kepada Ibrahim dan kepada keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia, dan berkahilah Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah memberkahi Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.

Dan ridailah, ya Allah, para khalifah yang lurus lagi mendapat petunjuk: Abu Bakar ash-Shiddiq, Umar al-Faruq, Utsman Dzun Nurain, dan Abul Hasanain Ali. Ridailah pula seluruh sahabat, para tabiin, dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari kiamat, serta ridailah kami bersama mereka dengan karunia, kemurahan, dan kebaikan-Mu, wahai Zat Yang Maha Pemurah di antara para pemurah. 

Ya Allah, muliakanlah Islam dan kaum muslimin! Ya Allah, tolonglah orang-orang yang menolong agama-Mu, Kitab-Mu, dan Sunah Nabi-Mu Muḥammad shallallāhu ‘alaihi wa sallam. Ya Allah, tolonglah saudara-saudara kami, kaum muslimin yang tertindas di mana pun mereka berada. Ya Allah, amankanlah perbatasan-perbatasan kami, tolonglah para tentara kami, dan berilah mereka taufik dengan taufik-Mu, wahai Tuhan semesta alam. Ya Allah, berilah keamanan kepada kami di negeri-negeri kami, perbaikilah para pemimpin dan penguasa kami, dan serahkan wilayah kami kepada orang yang takut kepada-Mu, bertakwa kepada-Mu, dan mengikuti keridaan-Mu, wahai Tuhan semesta alam.

Ya Allah, berilah taufik kepada pemimpin kami kepada ucapan yang benar dan amal yang saleh, wahai Tuhan semesta alam. Ya Allah, berilah taufik kepada pemimpin kami untuk mengikuti petunjuk-Mu, dan jadikan amalnya berada dalam keridaan-Mu. Ya Allah, berilah taufik kepadanya dan juga putra mahkotanya kepada ucapan yang benar dan amal yang saleh yang Engkau cintai dan Engkau ridai.

Ya Allah, berikanlah kepada jiwa-jiwa kami ketakwaannya, sucikanlah ia, karena Engkaulah sebaik-baik Zat yang menyucikannya. Engkaulah pelindung dan pemiliknya. Ya Allah, kami memohon kepada-Mu petunjuk, ketakwaan, kesucian diri, dan kecukupan. Ya Allah, ampunilah kami, kedua orang tua kami, orang tua mereka, keturunan mereka, serta kaum muslimin dan muslimat, mukminin dan mukminat, baik yang masih hidup maupun yang telah wafat.

Wahai Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan merahmati kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang merugi. (QS. Al-A‘rāf: 23)

Wahai Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta lindungilah kami dari azab neraka. (QS. Al-Baqarah: 201) Dan akhir doa kami adalah dengan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

***

Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin Al-Abbad Al-Badr

Sumber:

https://www.al-badr.net/detail/b8Lk9FNpJ3d7

PDF Sumber Artikel

Audio Sumber Artikel

Belajar Iqro Belajar Membaca Al-Quran

KLIK GAMBAR UNTUK MEMBELI FLASHDISK VIDEO BELAJAR IQRO, ATAU HUBUNGI: +62813 26 3333 28