Khutbah Jumat Singkat Terbaru

Mari bersama menabung pahala amal jariyah untuk kehidupan kita kelak di akhirat.   BSI: 7086882242
a.n. Yayasan Yufid Network  

Seluruh dana untuk operasional produksi konten dakwah di Yufid: Yufid.TV, YufidEDU, Yufid Kids, website dakwah (KonsultasiSyariah.com, Yufid.com, KisahMuslim.com, Kajian.Net, KhotbahJumat.com, dll).

Yufid menerima zakat mal untuk operasional dakwah Yufid

Artikel Khutbah Jumat

Perasaan Takut Miskin dan Cara Mengobatinya

Oleh:

Dr. Muhammad bin Abdul Aziz bin Ibrahim Balusy As-Sulaimani

الحمد لله حمدًا كثيرًا طيبًا، وأشهد أن لا إله إلا الله لا شريك له ولا ولدًا، وأشهد أن نبينا وسيدنا محمدًا، عبدالله ورسوله المصطفى، صلى الله عليه ما أشرقت شمس من بعد دجى، صلاة وسلامًا سرمدًا؛ أما بعد:

﴿ يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ وَاخْشَوْا يَوْمًا لَا يَجْزِي وَالِدٌ عَنْ وَلَدِهِ وَلَا مَوْلُودٌ هُوَ جَازٍ عَنْ وَالِدِهِ شَيْئًا إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ فَلَا تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَلَا يَغُرَّنَّكُمْ بِاللَّهِ الْغَرُورُ ﴾ [لقمان: 33].

Segala puji hanya bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala, pujian yang melimpah lagi penuh kebaikan. Saya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, yang tidak memiliki sekutu dan anak keturunan. Saya juga bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba dan utusan Allah yang terpilih, semoga shalawat dan salam senantiasa terlimpah kepada beliau selamanya. Amma ba’du:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ وَاخْشَوْا يَوْمًا لَا يَجْزِي وَالِدٌ عَنْ وَلَدِهِ وَلَا مَوْلُودٌ هُوَ جَازٍ عَنْ وَالِدِهِ شَيْئًا إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ فَلَا تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَلَا يَغُرَّنَّكُمْ بِاللَّهِ الْغَرُورُ

“Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutlah pada hari yang (ketika itu) seorang bapak tidak dapat membela anaknya dan seorang anak tidak dapat membela bapaknya sedikit pun. Sungguh, janji Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah benar, maka janganlah sekali-kali kamu terpedaya oleh kehidupan dunia dan jangan sampai penipu (setan) memperdayakan kamu dalam (menaati) Allah.” (QS. Luqman: 33).

Wahai para hamba Allah Subhanahu wa Ta’ala! Banyak orang yang hidup dalam bayang-bayang kemiskinan, kebangkrutan, dan masa depan yang berantakan. Padahal bayang-bayang itu hanyalah gambaran pikiran yang diciptakan oleh rasa takut semata, bukan oleh kenyataan. Kemungkinan-kemungkinan negatif ditonjolkan, dan menjadikan manusia hidup dalam tekanannya sebelum itu benar-benar terjadi.

Banyak orang yang mengalami takut miskin daripada kemiskinan itu sendiri. Mereka hidup dalam kekhawatiran terhadap kebangkrutan sebelum mereka mengalami kerugian apa pun. Mereka takut terhadap masa depan meskipun banyak hal baik yang menyertai mereka.

الشَّيْطَانُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُمْ بِالْفَحْشَاءِ وَاللَّهُ يَعِدُكُمْ مَغْفِرَةً مِنْهُ وَفَضْلًا وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ 

“Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat keji (kikir), sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan dan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. Baqarah: 268).

Ibnu Abu Hatim dalam tafsirnya meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa ia berkata: “Dua janji —yakni dari Allah— yaitu ampunan dan karunia, dan dua janji dari setan, ‘Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat keji (kikir)’, setan berkata: ‘Janganlah kamu menginfakkan hartamu, tetap genggam harta itu karena kamu akan membutuhkannya.’”

Oleh karena itu, Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam memberi dorongan untuk bersedekah karena di dalamnya terdapat keyakinan dalam memberi, dan keyakinan terhadap ganti, serta ganjaran dan pahala yang besar. 

إِنَّ الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَنْ تَبُورَ * لِيُوَفِّيَهُمْ أُجُورَهُمْ وَيَزِيدَهُمْ مِنْ فَضْلِهِ إِنَّهُ غَفُورٌ شَكُورٌ 

“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah (Al-Qur’an), mendirikan salat, dan menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka secara diam-diam maupun terang-terangan, mereka itu mengharapkan perdagangan yang tidak akan rugi, agar Allah menyempurnakan pahala mereka kepada mereka dan menambah karunia-Nya; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.” (QS. Fathir: 29-30).

Wahai hamba-hamba Allah! Rasa takut miskin ini berakar dari empat perkara:

1. Keresahan berlebihan terhadap hal yang belum diketahui dan kecondongan untuk selalu memprediksi kemungkinan terburuk

Diriwayatkan dari Anas Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam pernah menjenguk salah seorang kaum Muslimin, tubuhnya semakin kurus hingga seperti anak burung. Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam pun bertanya kepadanya: “Apakah engkau pernah berdoa sesuatu atau meminta sesuatu kepada Allah (hingga menjadi seperti ini)?” Ia menjawab: “Ya, dulu saya pernah berdoa: Ya Allah, apabila engkau hendak menyiksaku di akhirat, maka segerakanlah siksaan itu bagiku di dunia.” Maka Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda: “Subhanallah! Engkau tidak akan mampu menanggungnya. Mengapa engkau tidak berdoa: Ya Allah berikanlah kepada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka.” Kemudian beliau mendoakannya, sehingga Allah memberinya kesembuhan. (HR. Muslim).

2. Lemahnya tawakkal kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, ketika lenyap keyakinan bahwa rezeki di tangan Allah Subhanahu wa Ta’ala, bukan di tangan manusia

Diriwayatkan dari Umar bin Khattab, ia berkata: “Aku pernah mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda”: 

لَوْ أَنَّكُمْ تَتَوَكَّلُونَ عَلَى اللَّهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ، لَرَزَقَكُمْ كَمَا يَرْزُقُ الطَّيْرَ، تَغْدُو خِمَاصًا وَتَرُوحُ بِطَانًا

“Seandainya kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakal, niscaya Dia akan memberi kalian rezeki sebagaimana Dia memberi rezeki kepada seekor burung; ia pergi di pagi hari dalam keadaan perut kosong dan pulang di sore hari dalam keadaan perut yang kenyang.” (Diriwayatkan Imam Ahmad dengan sanad yang kuat).

3. Maraknya fenomena perbandingan sosial, terlebih lagi dengan media visual (foto/video)

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda:

انْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ أَسْفَلَ مِنْكُمْ، وَلَا تَنْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ، فَهُوَ أَجْدَرُ أَنْ لَا تَزْدَرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ

“Pandanglah orang yang berada di bawahmu (dalam masalah dunia) dan janganlah memandang orang yang berada di atasmu, karena hal itu lebih layak agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah yang telah diberikan kepada kalian.” (HR. Muslim).

4. Belum damai dengan pengalaman gagal di masa lalu, sehingga tertanam kuat di dalam alam bawah sadarnya rasa tidak mampu 

Diriwayatkan dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: “Dulu saya menjadi pelayan Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam saat beliau sedang mukim. Dulu saya sering sekali mendengar beliau berdoa: 

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحُزْنِ، وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَالْبُخْلِ وَالْجُبْنِ، وَضَلَعِ الدَّيْنِ، وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kegalauan dan kesedihan, kelemahan dan kemalasan, sifat kikir dan kepengecutan, lilitan utang, serta penindasan orang lain.” (HR. Al-Bukhari).

Demikianlah yang dapat saya sampaikan.

Khutbah Kedua

الحمد لله وكفى… أما بعد:

Alhamdulillah…  Amma ba’du:

Adapun cara menangani dan membebaskan diri dari bayang-bayang ini adalah:

Pertama: Menguatkan tawakkal yang sebenarnya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, Tuhan semesta alam. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

فَلَمَّا تَرَاءَى الْجَمْعَانِ قَالَ أَصْحَابُ مُوسَىٰ إِنَّا لَمُدْرَكُونَ، قَالَ كَلَّا إِنَّ مَعِيَ رَبِّي سَيَهْدِينِ

“Maka ketika kedua golongan itu telah saling melihat, berkatalah pengikut-pengikut Musa: ‘Sesungguhnya kita benar-benar akan tersusul.’ Musa menjawab: ‘Sekali-kali tidak akan (tersusul); sesungguhnya Tuhanku bersamaku, Dia akan memberi petunjuk kepadaku.’” (QS. Asy-Syu’ara: 61-62). 

Kedua: Menguatkan keimanan kepada qadha dan qadar, percaya bahwa apa yang menimpamu tidak akan dapat meleset darimu, dan apa yang meleset darimu tidak akan menimpamu. Lalu bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, niscaya nikmat akan ditambah. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan: ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.’” (QS. Ibrahim: 7).

Ketiga: Memprogram ulang pola pikir

Mengganti pola pikir “Saya akan gagal” menjadi “Saya akan mempelajari hal baru.” Berusahalah untuk menulis prestasi yang telah engkau raih dan sampaikanlah kepada orang lain nikmat-nikmat Allah Subhanahu wa Ta’ala yang engkau dapatkan.

Wahai hamba Allah! Hiduplah di masa sekarang, fokuslah dengan hari ini, bukan hari esok. Kegelisahan itu hidup dengan mengkhawatirkan masa depan, sedangkan ketenteraman itu dengan tenang pada saat ini.

Wahai hamba Allah! Kemiskinan yang hakiki bukanlah miskin harta, tapi miskin ketenangan dan keimanan, kebangkrutan itu bukan dengan lenyapnya harta benda, tapi dengan lenyapnya kepercayaan diri dan rahmat ilahi.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda:

لَيْسَ الْغِنَى عَنْ كَثْرَةِ الْعَرَضِ، وَلَكِنَّ الْغِنَى غِنَى النَّفْسِ

“Kekayaan itu bukanlah diukur dari banyaknya harta benda (materi), akan tetapi kekayaan yang hakiki adalah kekayaan jiwa (rasa cukup dalam hati).” (HR. Al-Bukhari).

Demikian yang dapat saya sampaikan. Semoga shalawat dan salam terlimpah kepada Nabi yang penuh kasih sayang. 

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَةِ

اللَّهُمَّ إنَّا نَسْأَلُكَ الهُدَى ، والتُّقَى ، والعَفَافَ ، والغِنَى

اللَّهُمَّ إنَّا نَعُوْذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ وَتَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ وَفُجَاءَةِ نِقْمَتِكَ وَجَمِيعِ سَخَطِكَ

اللَّهُمَّ اقْسِمْ لَنَا مِنْ خَشْيَتِكَ مَا تَحُولُ بِهِ بَيْنَنَا وَبَيْنَ مَعَاصِيكَ، وَمِنْ طَاعَتِكَ مَا تُبَلِّغُنَا بِهِ جَنَّتَكَ، وَمِنَ الْيَقِينِ مَا تُهَوِّنُ بِهِ عَلَيْنَا مَصَائِبَ الدُّنْيَا،

اللَّهُمَّ مَتِّعْنَا بِأَسْمَاعِنَا، وَأَبْصَارِنَا، وَقُوَّتِنَا مَا أَحْيَيْتَنَا، وَاجْعَلْهُ الْوَارِثَ مِنَّا، وَاجْعَلْ ثَأْرَنَا عَلَى مَنْ ظَلَمَنَا، وَانْصُرْنَا عَلَى مَنْ عَادَانَا،

وَلَا تَجْعَلْ مُصِيبَتَنَا فِي دِينِنَا، وَلَا تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا، وَلَا مَبْلَغَ عِلْمِنَا، وَلَا تُسَلِّطْ عَلَيْنَا مَنْ لَا يَرْحَمُنَا.

اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَالْجُبْنِ وَالْبُخْلِ، وَضَلَعِ الدَّيْنِ، وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ

اللهمّ أحْسِنْ عَاقِبَتَنَا فِي الأُمُورِ كُلِّهَا، وَأجِرْنَا مِنْ خِزْيِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الآخِرَةِ

اللَّهُمَّ إِنَّا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا ظُلْمًا كَثِيرًا، وَلَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ، فَاغْفِرْ لَنَا مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ، وَارْحَمْنَا، إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.

رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ.

عِبَادَ اللّٰهِ اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ. يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ.

فَاذْكُرُوا اللّٰهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ. وَ اشْكُرُوْهُ عَلٰى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ. وَلَذِكْرُ اللّٰهِ اَكْبَرُ

Sumber:

https://www.alukah.net/sharia/0/182056/الخوف-من-الفقر-وعلاجه-خطبة

Sumber artikel PDF

Belajar Iqro Belajar Membaca Al-Quran

KLIK GAMBAR UNTUK MEMBELI FLASHDISK VIDEO BELAJAR IQRO, ATAU HUBUNGI: +62813 26 3333 28