<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?> <rss
version="2.0"
xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
> <channel><title>Khotbah Jumat - Khutbah Jum&#039;at Terbaik</title> <atom:link href="http://khotbahjumat.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" /><link>http://khotbahjumat.com</link> <description>Kumpulan materi khutbah jum&#039;at terbaik sesuai sunnah</description> <lastBuildDate>Tue, 14 May 2013 02:06:19 +0000</lastBuildDate> <language>en</language> <sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod> <sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency> <xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" /> <item><title>Jagalah Shalatmu</title><link>http://khotbahjumat.com/jagalah-shalatmu/</link> <comments>http://khotbahjumat.com/jagalah-shalatmu/#comments</comments> <pubDate>Tue, 14 May 2013 02:06:19 +0000</pubDate> <dc:creator>Admin</dc:creator> <category><![CDATA[Artikel Khutbah Jumat]]></category> <category><![CDATA[Nasehat]]></category> <category><![CDATA[shalat]]></category> <guid
isPermaLink="false">http://khotbahjumat.com/?p=1786</guid> <description><![CDATA[Di zaman yang semakin dekat dengan hari akhir ini, kita menyaksikan suatu fenomena memprihatinkan yang menimpa kaum muslimin, yaitu sebuah kenyataan bahwa sangat banyak di antara manusia yang mengaku beragama Islam namun tidak memahami hakikat agama Islam yang dianutnya, bahkan tingkah laku keseharian mereka sangatlah jauh dari nilai-nilai Islam itu sendiri. (Redaksi, www.khotbahjumat.com) *** Jagalah ...<h3>Related Posts</h3> No related posts.
]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p
style="text-align: left;" align="center">Di zaman yang semakin dekat dengan hari akhir ini, kita menyaksikan suatu fenomena memprihatinkan yang menimpa kaum muslimin, yaitu sebuah kenyataan bahwa sangat banyak di antara manusia yang mengaku beragama Islam namun tidak memahami hakikat agama Islam yang dianutnya, bahkan tingkah laku keseharian mereka sangatlah jauh dari nilai-nilai Islam itu sendiri. (Redaksi, <a
title="Jagalah Shalatmu" href="http://khotbahjumat.com/jagalah-shalatmu" target="_blank">www.khotbahjumat.com</a>)</p><p
style="text-align: center;" align="center">***<span
id="more-1786"></span></p><p
align="center"><b>Jagalah Shalatmu</b></p><p
align="center"><p>KHUTBAH PERTAMA:</p><p
class="arab">إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ</p><p
class="arab">اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن.</p><p
class="arab">يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ</p><p
class="arab">يَاأَيّهَا النَاسُ اتّقُوْا رَبّكُمُ الّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاءً وَاتّقُوا اللهَ الَذِي تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَام َ إِنّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا</p><p
class="arab">يَاأَيّهَا الّذِيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْلَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا، أَمّا بَعْدُ &#8230;</p><p
class="arab">فَأِنّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الْهَدْىِ هَدْىُ مُحَمّدٍ صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّمَ، وَشَرّ اْلأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةً، وَكُلّ ضَلاَلَةِ فِي النّارِ.</p><p>Ma&#8217;asyiral muslimin rahimakumullah</p><p>Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah <i>Ta’ala</i> atas segala karunia, hidayah dan berjuta kenikmatan tak terhingga yang telah Dia anugerahkan kepada kita semua.</p><p>Shalawat dan salam semoga selalu tercurahkan ke haribaan baginda Rasulullah <i>shallallahu ‘alaihi wa sallam</i>, beserta para keluarga, sahabat, dan semua orang yang mengikutnya hingga hari kemudian.</p><p>Selanjutnya marilah kita meningkatkan takwa kita kepada Allah subhanahu wa <i>Ta’ala</i> dengan sebenar-benar takwa, yakni dengan menjalankan segala perintahNya dan menjauhi segala laranganNya.</p><p>Kaum muslimin a’azzakumullah</p><p>Di zaman yang semakin dekat dengan hari akhir ini, kita menyaksikan suatu fenomena memprihatinkan yang menimpa kaum muslimin, yaitu sebuah kenyataan bahwa sangat banyak di antara manusia yang mengaku beragama Islam namun tidak memahami hakikat agama Islam yang dianutnya, bahkan tingkah laku keseharian mereka sangatlah jauh dari nilai-nilai Islam itu sendiri.</p><p>Di antara bentuk riil kondisi sebagian kaum Muslimin yang sangat menyedihkan tersebut adalah semakin banyaknya orang-orang Islam masa sekarang yang mulai meremehkan dan menyia-nyiakan shalat, bahkan tidak sedikit dari mereka yang berani meninggalkannya dengan sengaja dan terang-terangan. Padahal dalam agama Islam, shalat memiliki kedudukan yang tidak bisa ditandingi oleh ibadah lainnya. Hal ini ditunjukkan dengan bagaimana Rasulullah <i>shallallahu ‘alaihi wa sallam</i> menerima wahyu perintah shalat, yaitu dengan dimi&#8217;-rajkan ke langit didampingi malaikat Jibril <i>‘alaihis salam</i>. Setelah beliau sampai di Sidratul Muntaha, Allah <i>Ta’ala</i> berbicara langsung kepada Rasulullah <i>shallallahu ‘alaihi wa sallam</i>. Yang demikian itu menunjukkan bahwa betapa agung kedudukan ibadah shalat dalam Islam, karena ia adalah tiang agama, di mana agama ini tidak akan tegak kecuali dengannya. Dalam satu hadits shahih Rasulullah <i>shallallahu ‘alaihi wa sallam</i> bersabda,</p><p
class="arab">رَأْسُ الْأَمْرِ الْإِسْلاَمُ، وَعَمُوْدُهُ الصَّلاَةُ، وَذِرْوَةُ سَنَامِهِ الْجِهَادُ فِيْ سَبِيْلِ الله.</p><p>&#8220;<i>Pokok agama adalah Islam (berserah diri), tiangnya adalah shalat, dan puncaknya adalah jihad di jalan Allah</i>.&#8221; (HR. at-Tirmidzi no. 2616).</p><p>Sidang Jumat yang Dimuliakan Allah</p><p>Shalat merupakan ibadah yang pertama kali diwajibkan setelah ikhlas dan tauhid, sebagaimana Firman Allah <i>Ta’ala</i>,</p><p
class="arab">وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاء وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ وَذَلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ</p><p>&#8220;<i>Dan tidaklah mereka disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepadaNya dalam menjalankan agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat, dan yang demikian itulah agama yang lurus</i>.&#8221; (Al-Bayyinah: 5).</p><p>Dan sebagaimana sabda Rasulullah <i>shallallahu ‘alaihi wa sallam</i>,</p><p
class="arab">أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَشْهَدُوْا أَنْ لاَ إِله إِلاّ اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللَّه ، وَيُقِيْمُوا الصَّلاَةَ، وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ، فَإِذَا فَعَلُوْا ذلِكَ، عَصَمُوْا مِنِّيْ دِمَاءَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ إِلاَّ بِحَقِّ الْإِسْلاَمِ، وَحِسَابُهُمْ عَلَى اللَّه.</p><p>&#8220;<i>Aku telah diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka bersaksi bahwasanya tiada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, dan Muhammad adalah utusan Allah, kemudian mendirikan shalat dan menunaikan zakat. Apabila mereka melakukan itu, maka darah dan harta mereka terpelihara dariku kecuali dengan hak Islam, dan perhitungan mereka diserahkan kepada Allah</i>.&#8221; (HR. al-Bukhari dan Muslim).</p><p>Shalat juga merupakan amal pertama kali yang akan dihisab di Hari Kiamat kelak, seperti tersebut dalam hadits dari sahabat Abu Hurairah <i>radhiyallahu ‘anhu</i>, bahwa Rasulullah <i>shallallahu ‘alaihi wa sallam</i> bersabda,</p><p>&nbsp;</p><p
class="arab">إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ الْعَبْدُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ صَلاَتُهُ، فَإِنْ صَلُحَتْ فَقَدْ أَفْلَحَ وَأَنْجَحَ، وَإِنْ فَسَدَتْ فَقَدْ خَابَ وَخَسِرَ.</p><p>&#8220;<i>Sesungguhnya yang pertama kali dihisab dari amal seorang hamba pada hari Kiamat adalah shalat. Apabila shalatnya baik, maka ia telah berbahagia dan sukses, tetapi apabila shalatnya jelek, maka ia telah celaka dan rugi.</i>&#8221; (HR. at-Tirmidzi, no. 413).</p><p>Di samping itu, shalat adalah wasiat terakhir Rasulullah <i>shallallahu ‘alaihi wa sallam</i> kepada umatnya, sebagaimana telah diriwayatkan dari Ummu Salamah Radhiyallahu ‘anha bahwasanya ia berkata,</p><p
class="arab">كَانَ مِنْ آخِرِ وَصِيَّةِ رَسُوْلِ اللَّه الصَّلاَةَ الصَّلاَةَ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ.</p><p>&#8220;Wasiat terakhir Rasulullah <i>shallallahu ‘alaihi wa sallam</i> adalah, &#8216;Kerjakanlah shalat, Kerjakanlah shalat, dan tunaikanlah kewajiban kalian terhadap budak-budak yang kalian miliki.&#8221; (HR. Ahmad, no. 25944).</p><p>Hadirin yang dirahmati Allah</p><p>Inilah gambaran agungnya kedudukan ibadah shalat dalam agama Islam yang kita anut, sehingga al-Qur`an dan as-Sunnah yang shahih telah memberikan ancaman keras bagi orang yang meninggalkan shalat. Dalam surat al-Muddatstsir ayat 42-43 Allah <i>Ta’ala</i> berfirman,</p><p
class="arab">مَا سَلَكَكُمْ فِي سَقَرَ. قَالُوا لَمْ نَكُ مِنَ الْمُصَلِّينَ</p><p>&#8220;Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (Neraka)?&#8221; Mereka menjawab, &#8220;Kami dahulu (di dunia) tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat.&#8221;</p><p>Adapun di dalam as-Sunnah disebutkan bahwa orang yang meninggalkan shalat diancam akan dikumpulkan bersama Qarun, Fir&#8217;aun, Haman, dan Ubay bin Khalaf. Beliau <i>shallallahu ‘alaihi wa sallam</i> bersabda,</p><p
class="arab">مَنْ حَافَظَ عَلَيْهَا كَانَتْ لَهُ نُوْرًا وَبُرْهَانًا وَنَجَاةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ لَمْ يُحَافِظْ عَلَيْهَا لَمْ يَكُنْ لَهُ نُوْرٌ وَلاَ بُرْهَانٌ وَلاَ نَجَاةٌ، وَكَانَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَعَ قَارُوْنَ، وَفِرْعَوْنَ، وَهَامَانَ، وَأُبَيِّ بْنِ خَلَفٍ.</p><p>&#8220;Barangsiapa yang menjaganya (shalat fardhu), maka pada Hari Kiamat dia akan memperoleh cahaya, bukti nyata (yang akan membelanya), dan keselamatan. Dan barangsiapa yang tidak menjaganya, maka dia tidak memiliki cahaya, bukti nyata (yang akan membelanya), dan keselamatan, serta pada Hari Kiamat dia akan (dikumpulkan) bersama Qarun, Fir&#8217;aun, Haman, dan Ubay bin Khalaf.&#8221; (HR. Ahmad, no. 6540 dan ad-Darimi, no. 2721, Shahih Ibnu Hibban, no.1476. Syu&#8217;aib al-Arna&#8217;uth mengatakan &#8216;Isnadnya shahih.&#8217; Didhaifkan oleh al-Albani di dalam Dhaif al-Jami&#8217; no. 2851).</p><p>Jamaah Jumat hafizhakumullah</p><p>Lantas, apa hukum orang yang meninggalkan shalat?</p><p>Seluruh ulama umat Islam sepakat bahwa orang yang meninggalkan shalat karena mengingkari kewajibannya adalah kafir. Namun kemudian mereka berbeda pendapat tentang orang yang meninggalkan shalat tanpa mengingkari kewajibannya. Di antara mereka ada yang berpendapat bahwa ia telah kafir dan keluar dari Islam. Sementara yang lain menyatakan bahwa hukumnya masih berada di bawah kesyirikan dan kekafiran.</p><p>Para ulama juga berbeda pendapat tentang hukuman yang layak bagi orang yang meninggalkan shalat. Sebagian mereka berpendapat bahwa hukumannya adalah didera dan dipenjara, sedangkan yang lain mengatakan bahwa ia harus dibunuh sebagai hukum had baginya, bukan karena murtad.</p><p>Akan tetapi Jamaah sekalian, terlepas dari perbedaan penda-pat para ulama tentang hukum dan hukuman bagi orang yang meninggalkan shalat dengan sengaja, hendaknya seorang Muslim merasa takut apabila keislamannya diperdebatkan oleh para ulama dengan sebab meninggalkan shalat. Meski seharusnya sudah cukup bagi kita untuk merasa takut untuk meninggalkan shalat dikarenakan ancaman yang begitu keras dari Allah <i>Ta’ala</i> maupun dari Rasulullah <i>shallallahu ‘alaihi wa sallam</i>. Sehingga Ibnul Qayyim rahimahulloh berkata, &#8220;Orang yang meninggalkan shalat telah berbuat dosa besar yang paling besar, lebih besar dosanya di sisi Allah daripada membunuh jiwa dan mengambil harta orang lain. Lebih besar dosanya daripada berzina, mencuri dan minum khamar. Orang yang meninggalkan shalat akan mendapatkan hukuman dan kemurkaan Allah di dunia dan di Akhirat.&#8221; (Lihat Kitab Ash-Shalah wa Hukmu Tarikiha hal. 9, karya Ibnul Qayyim).</p><p>Shalat adalah kebutuhan batin seorang hamba, layaknya makan dan minum sebagai kebutuhan lahirnya. Sehari saja manusia tidak makan, maka badannya akan terasa lemas dan tidak berdaya. Makan adalah hajat manusia dan penopang kesehatan badannya. Kebutuhan jasmani terhadap makanan harus dipenuhi, sebagaimana kesehatan rohani juga harus dipenuhi. Kebutuhan hati kita harus dipenuhi dengan banyak berdzikir kepada Allah <i>Ta’ala</i>, dan di antaranya adalah dengan mengerjakan shalat.</p><p>Hadirin Rahimakumullah</p><p>Perhatikanlah orang-orang yang tidak shalat! Hidupnya tidak mengalami ketenangan, meskipun secara lahiriyah hidupnya kaya raya dan mempunyai harta yang berlimpah, namun mereka sama sekali tidak mengalami ketenangan dan tidak juga kenyamanan. Berbeda dengan orang yang shalat, ia merasa tenang dan bahagia. Melaksanakan shalat dapat menenangkan hati, karena di dalam shalat mengandung dzikrullah (mengingat Allah) dan itu membawa kepada ketenangan batin, sebagaimana Firman Allah <i>Ta’ala</i>,</p><p
class="arab">أَلاَ بِذِكْرِ اللّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ</p><p>&nbsp;</p><p>&#8220;<i>Ketahuilah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang</i>.&#8221; (Ar-Ra&#8217;d: 28).</p><p>Jiwa orang yang melakukan shalat akan mengalami ketenangan dan akan mendapatkan thuma&#8217;ninah dalam hidup. Berbeda dengan orang yang enggan shalat. Hidupnya mengalami was-was, tidak tenang, ketakutan, dan selalu diganggu oleh setan.</p><p>Tunaikanlah shalat karena ajal begitu dekat. Laksanakanlah perintah-Nya selagi amal masih dicatat. Segeralah bertaubat sebelum pintu-Nya tertutup rapat. Jadilah hamba yang taat demi meraih surge-Nya yang penuh dengan nikmat.</p><p
class="arab">أَقُوْلُ قَوْلِي هَذا أَسْتَغْفِرُ اللهَ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْمِ</p><p>KHUTBAH KEDUA :</p><p
class="arab">إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَصَلَّى اللَّّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا</p><p>Ma&#8217;asyiral muslimin rahimakumullah</p><p>Jika meninggalkan shalat memang perkara yang boleh disepelekan atau ditolerir, niscaya orang yang sedang sakit tidak akan diperintahkan untuk mengerjakannya. Logika manakah yang membenarkan diperbolehkannya meninggalkan shalat bagi orang yang sehat, sementara orang yang sakit saja tetap diwajibkan untuk mengerjakannya? Ini menunjukkan bahwa orang yang meninggalkan shalat cenderung menuruti hawa nafsunya, mengikuti keinginan syahwat, serta mengabaikan jalan yang lurus dan sesuai dengan logika akal manusia.</p><p>Bagaimana pun keadaan yang kita alami, maka shalat tetap wajib kita lakukan, baik ketika sehat ataupun sedang sakit, dalam keadaan safar maupun bermukim. Shalat wajib yang lima waktu harus tetap dikerjakan, bagaimana pun kondisi kita.</p><p>Oleh sebab itu hadirin sekalian, dalam khutbah yang singkat ini khatib ingin menasihati khatib pribadi dan Jamaah sekalian, janganlah sekali-kali kita meremehkan shalat apalagi meninggal-kannya. Jadilah kita termasuk hamba-hamba Allah yang selalu menjaga shalat, karena kita tidak tahu berapa umur kita yang ter-sisa. Berapa pun panjangnya usia kita, namun kita meyakini bahwa kita pasti akan meninggalkan dunia yang fana ini. Dan setiap orang yang mengadakan perjalanan pasti membutuhkan bekal. Sementara perjalanan yang satu ini adalah perjalanan yang sangat panjang dan tidak akan kembali lagi. Barangsiapa yang dalam perjalanan tersebut tidak memiliki bekal, maka ia berarti telah menderita kerugian yang tak akan tergantikan dan tidak ada bandingannya. Bagaimana seseorang selalu lalai, sementara usianya berlalu bagaikan awan yang berarak di angkasa. Tiba-tiba saat ia dipanggil untuk memenuhi janji yang tidak dapat ditunda-tunda (kematian), maka ia pun kemudian mencari bekal, hanya saja yang ia dapati hanyalah tanah, sementara ia tidak mendapatkan orang yang dapat menyelamatkannya atau menolongnya, <i>wal&#8217;iyadzu billah. </i></p><p>Mudah-mudahan Allah memberikan kita petunjuk untuk melaksanakan shalat yang lima waktu dan melaksanakan kebaikan sesuai dengan syariat. Mudah-mudahan Allah menjadikan hari-hari kita penuh dengan amal shalih yang akan membawa kita kepada kebahagiaan dan ketenangan di dunia dan di akhirat. Mudah-mudahan Allah senantiasa memberikan hidayah pada segala urusan kita, dan memberikan petunjuk kepada kita semua dalam menapaki jalanNya yang lurus, jalan orang-orang yang Allah berikan nikmat kepada mereka, jalan para nabi, orang-orang yang jujur, dan para syuhada, serta orang-orang yang shalih, bukan jalan orang-orang yang dimurkai dan bukan jalan orang-orang yang tersesat.</p><p
class="arab">إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَآأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا</p><p
class="arab">اللهم صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اللهم بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.</p><p
class="arab">اللّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالمُؤْمِنَاتِ وَالمُسْلِمِيْنَ وَالمُسْلِمَاتِ الأَحْيَآءُ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبٌ الدَعَوَاتِ وَيَآ قَاضِيَ الحَاجَاتِ</p><p
class="arab">رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْـفِـرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ</p><p
class="arab">رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. اللهم إِنَّا نَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى. اللهم إِنَّا نَعُوْذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ وَتَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ وَفُجَاءَةِ نِقْمَتِكَ وَجَمِيْعِ سَخَطِكَ. وَآخِرُ دَعْوَانَا</p><p
class="arab">أَنِ الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. وَصَلى الله عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.</p><h2>Download Naskah Materi Khutbah Jum’at</h2> <a
class="downloadlink" href="http://khotbahjumat.com/download162" title=" downloaded 456 times" >Download Khotbah Jumat Jagalah Shalatmu (456)</a><p>Kata kunci: Khutbah Jumat, khutbah jum&#8217;at, gaya hidup, naskah khutbah, khotbah, gaya hidup islami, gaya hidup jahili, cobaan, persatuan, renungan, pemutus kenikmatan, kematian, shalat, beramal, cobaan, ikhlas, istiqamah, kasih sayang, rahmat, fitnah, akhir zaman, persiapan menghadapi kematian, pintu-pintu, rezeki, lalai, taubat, tauhid, saudaraku berhentilah!, ujub, keadilan islam, musibah, shalat jumat, <em>meraih surga</em> dengan sabar dan syukur, <strong>wasiat suami dan istri</strong>, rumah tangga, sakinah mawadah wa rohmah, mendidik anak, hati yang istiqomah, 3 wasiat agung rasulullah, Menyelaraskan Kehidupan Dunia dan Akhirat, penyakit hati dan kiat terapinya, batas antara kita dan mereka adalah shalat, mengingat kematian, buah kesabaran, jagalah shalatmu.</p><p>Artikel <a
title="kematian" href="http://khotbahjumat.com" target="_blank">www.KhotbahJumat.com</a></p><p><b>Oleh: Zuhdi Amin, Lc.</b></p><h3>Related Posts</h3><p>No related posts.</p> <strong>Kata Kunci:</strong> <strong>shalat</strong><br
/> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://khotbahjumat.com/jagalah-shalatmu/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>Video Khotbah Jumat Renungan Kematian</title><link>http://khotbahjumat.com/video-khotbah-jumat-renungan-kematian/</link> <comments>http://khotbahjumat.com/video-khotbah-jumat-renungan-kematian/#comments</comments> <pubDate>Fri, 03 May 2013 01:05:18 +0000</pubDate> <dc:creator>Admin</dc:creator> <category><![CDATA[Akhlak dan Muamalah]]></category> <category><![CDATA[Jalan Kebenaran]]></category> <category><![CDATA[Video Khutbah Jumat]]></category> <category><![CDATA[kematian]]></category> <guid
isPermaLink="false">http://khotbahjumat.com/?p=1782</guid> <description><![CDATA[Khotbah Jumat: Renungan Kematian &#8211; Ustadz Abdussalam Busyro, Lc. Masjid Al-Hasanah (Kompleks Studio RadioMuslim.com), Terban, Yogyakarta &#8211; 26 April 2013 Video http://yufid.tv (Klik link untuk melihat koleksi video lainnya) Kunjungi juga situs Islami lainnya: * http://www.CaraSholat.com * http://www.KonsultasiSyariah.com * http://www.Kajian.net * http://www.KhotbahJumat.com * http://www.KisahMuslim.com * http://www.PengusahaMuslim.com * http://www.Yufid.TV * http://www.Yufidia.com * http://www.Yufid.org (Official Web) * ...<h3>Related Posts</h3> No related posts.
]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p><iframe
src="http://www.youtube.com/embed/yDitKEy1CcM" height="315" width="560" allowfullscreen="" frameborder="0"></iframe><br
/> Khotbah Jumat: Renungan <strong>Kematian</strong> &#8211; Ustadz Abdussalam Busyro, Lc.</p><p>Masjid Al-Hasanah (Kompleks Studio RadioMuslim.com), Terban, Yogyakarta &#8211; 26 April 2013<span
id="more-1782"></span></p><p>Video http://yufid.tv (Klik link untuk melihat koleksi video lainnya)</p><p>Kunjungi juga situs Islami lainnya:</p><p>* http://www.CaraSholat.com</p><p>* http://www.KonsultasiSyariah.com</p><p>* http://www.Kajian.net</p><p>* http://www.KhotbahJumat.com</p><p>* http://www.KisahMuslim.com</p><p>* http://www.PengusahaMuslim.com</p><p>* http://www.Yufid.TV</p><p>* http://www.Yufidia.com</p><p>* http://www.Yufid.org (Official Web)</p><p>* http://www.Syaria.com (ENGLISH)</p><p>* http://www.Whatisquran.com (ENGLISH)</p><p>***</p><p>Kumpulan video ceramah agama islam pengajian islam tanya jawab konsultasi islam tausiyah motivasi islami http://yufid.tv</p><p>Semoga nasehat dalam khutbah jum&#8217;at ini bermanfaat dan dapat meningkatkan taqwa kita kepada allah.</p><h3>Related Posts</h3><p>No related posts.</p> <strong>Kata Kunci:</strong> <strong>kematian</strong><br
/> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://khotbahjumat.com/video-khotbah-jumat-renungan-kematian/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>Buah Kesabaran</title><link>http://khotbahjumat.com/buah-kesabaran/</link> <comments>http://khotbahjumat.com/buah-kesabaran/#comments</comments> <pubDate>Wed, 01 May 2013 06:36:50 +0000</pubDate> <dc:creator>Admin</dc:creator> <category><![CDATA[Akhlak dan Muamalah]]></category> <category><![CDATA[Artikel Khutbah Jumat]]></category> <category><![CDATA[Jalan Kebenaran]]></category> <category><![CDATA[sabar]]></category> <guid
isPermaLink="false">http://khotbahjumat.com/?p=1776</guid> <description><![CDATA[Jika keimanan itu laksana burung, maka jiwa kita akan terbang menuju ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan dua sayap yang kokoh, yaitu sayap syukur dan sayap sabar. Hakikat sabar adalah teguh dan kokoh mempertahankan jiwa untuk selalu berada pada ketentuan syariat Allah, dengan tetap menjalankan ketaatan dan menahan diri dari larangan serta berlapang dada pada setiap ketentuan ...<h3>Related Posts</h3> No related posts.
]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Jika keimanan itu laksana burung, maka jiwa kita akan terbang menuju ke hadirat Allah <i>Subhanahu wa Ta’ala</i> dengan dua sayap yang kokoh, yaitu sayap syukur dan sayap <strong>sabar</strong>. Hakikat sabar adalah teguh dan kokoh mempertahankan jiwa untuk selalu berada pada ketentuan syariat Allah, dengan tetap menjalankan ketaatan dan menahan diri dari larangan serta berlapang dada pada setiap ketentuan ujian dari Allah <i>Subhanahu wa Ta’ala</i>. (Redaksi, <a
title="sabar" href="http://khotbahjumat.com/buah-kesabaran" target="_blank">www.khotbahjumat.com</a>).</p><p
style="text-align: center;">***<span
id="more-1776"></span></p><h2 style="text-align: center;"><b>Buah Kesabaran</b></h2><p><b>Khutbah Pertama : </b></p><p
class="arab">إِنَّ الْحَمْدَ لله نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بالله مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ الله فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إلهَ إلا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.</p><p
class="arab">يَاأَيُّهاَ الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا الله حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ</p><p
class="arab">يَاأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِي تَسَآءَلُونَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ الله كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا</p><p
class="arab">يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا الله وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا . يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن يُطِعِ اللهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا</p><p
class="arab">أَمَّا بَعْدُ: فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ الله وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صلى الله عليه و سلم وَشَرَّ الْأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ، وَكُلَّ ضَلَالَةٍ فِي النَّارِ. اللهم صَل عَلَى مُحَمدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلمْ.</p><p>Hadirin <i>Rahimakumullah wa A&#8217;azzakumullah</i>!</p><p>Takwa adalah anugerah yang paling agung setelah hidayah iman yang telah dimasukkan oleh Allah <i>Subhanahu wa Ta’ala</i> ke dalam kalbu.</p><p>Dengan bersyukur yang sebenar-benarnya, Allah <i>Subhanahu wa Ta’ala</i> akan meningkatkan kenikmatan yang agung itu, insya Allah. Dia hujamkan keimanan ke dalam hati kita dan mengangkat tinggi derajat ketakwaan kita. Amin, <i>Allahumma, amin</i>…</p><p>Hadirin <i>Rahimakumullah</i>!</p><p>Jika keimanan itu laksana burung, maka jiwa kita akan terbang menuju ke hadirat Allah <i>Subhanahu wa Ta’ala</i> dengan dua sayap yang kokoh, yaitu sayap syukur dan sayap sabar.</p><p>Hakikat sabar adalah teguh dan kokoh mempertahankan jiwa untuk selalu berada pada ketentuan syariat Allah, dengan tetap menjalankan ketaatan dan menahan diri dari larangan serta berlapang dada pada setiap ketentuan ujian dari Allah <i>Subhanahu wa Ta’ala</i>.</p><p>Maka orang yang bersabar akan senantiasa teguh dan selalu menambah kekuatan tenaga jasmani dan rohaninya untuk meningkatkan amal ketaatan, terus mengokohkan dan menambah tekun amal ibadah dan amal shalih mereka. Allah <i>Subhanahu wa Ta’ala</i> berfirman :</p><p
class="arab">يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ</p><p>&#8220;<i>Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu beruntung</i>.&#8221; (Ali Imran: 200).</p><p>Mereka juga bersabar di dalam menahan penderitaan dengan tetap melaksanakan ketaatan, sehingga Allah <i>Subhanahu wa Ta’ala</i> amat memuji dan menyanjung mereka.</p><p>Dengan bersabar, seseorang akan menyadari dan ridha bahkan cinta terhadap ketentuan ujian penderitaan yang telah ditakdirkan oleh Allah pada dirinya. Allah <i>Subhanahu wa Ta’ala</i> berfirman :</p><p
class="arab">وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ اْلأَمْوَالِ وَاْلأَنفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ</p><p>&#8220;<i>Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar</i>.&#8221; (Al-Baqarah: 155).</p><p>Bagaimana tidak, padahal orang-orang kafir, orang-orang musyrik dan orang-orang atheis mampu bertahan dengan penderitaan-penderitaan yang menimpa mereka, maka orang beriman pasti lebih kokoh, tahan dan ridha, bahkan cinta pada ketentuan takdir itu, kemudian dengan kekuatan jiwa dan imannya, orang-orang yang beriman mencari kebaikan di dunia dan di akhirat dari penderitaan itu dengan beristirja` hanya kepada Allah. Istirja` maksudnya, meyakini, mengakui, menyadari sepenuhnya serta menyerahkan segenap kebaikan urusannya hanya kepada Allah, sehingga Allah <i>Subhanahu wa Ta’ala</i> berkenan membalasnya dengan yang lebih indah. Allah <i>Subhanahu wa Ta’ala</i> berfirman :</p><p
class="arab">الَّذِينَ إِذَآ أَصَابَتْهُم مُّصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا للهِ وَإِنَّآ إِلَيْهِ رَاجِعُونَ</p><p>&#8220;<i>(Yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, &#8216;Inna lillahi wa inna ilaihi raji&#8217;un&#8217;</i>.&#8221; (Al-Baqarah: 155 – 156).</p><p>Hadirin <i>Rahimakumullah wa A&#8217;azzakumullah</i>!</p><p>Itulah hakikat kesabaran yang intinya adalah teguh bertahan sekokoh-kokohnya dalam memperkuat jiwa, kemudian memperjuangkan segenap kemampuan jiwanya itu dalam menempuh keridhaan Allah, dengan melaksanakan perintah dan menjauhi laranganNya dalam kondisi apa pun.</p><p>Kesabaran yang demikian itulah yang disediakan bagi penyandangnya berbagai kemuliaan, keagungan, ketinggian derajat, kekuasaan, bahkan berbagai balasan yang dijanjikan oleh Allah dalam Firman-firmanNya,</p><p>Mari kita simak beberapa pujian dan balasan yang disediakan dan diberikan kepada orang-orang yang bersabar, yang kita kutip dari Firman Allah <i>Subhanahu wa Ta’ala</i>,</p><p>1. Allah akan mengantarkannya menuju kepada keberuntungan dan kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Firman Allah <i>Subhanahu wa Ta’ala</i> :</p><p
class="arab">يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ</p><p>&#8220;<i>Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu beruntung</i>.&#8221; (Ali Imran: 200).</p><p>2. Pahala orang-orang yang bersabar akan dilipatgandakan dengan hitungan yang tanpa batas. Sebagaimana yang diperkuat oleh Firman Allah :</p><p
class="arab">قُلْ يَاعِبَادِ الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا رَبَّكُمْ لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا فِي هَذِهِ الدُّنْيَاحَسَنَةٌ وَأَرْضُ اللهِ وَاسِعَةٌ إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ</p><p>&#8220;<i>Katakanlah, &#8216;Hai hamba-hambaKu yang beriman, bertakwalah kepada Rabbmu.&#8217;Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala tanpa batas</i>.&#8221; (Az-Zumar: 10).</p><p>3. Mencapai kejayaan dan kepemimpinan, sebab tanpa kesabaran, cita-cita yang sudah di depan mata dan sedikit lagi akan tergapai menjadi sirna dan hilang. Cobalah perhatikan pemimpin-pemimpin besar dunia, mereka adalah orang-orang yang gigih memperjuangkan cita-citanya, di samping senjata utama yang tidak pernah lekang dari mereka yaitu kesabaran menghadapi berbagai rintangan yang menghadang mereka.</p><p>Firman Allah <i>Subhanahu wa Ta’ala</i> :</p><p
class="arab">وَجَعَلْنَا مِنْهُمْ أَئِمَّةً يَهْدُونَ بِأَمْرِنَا لَمَّا صَبَرُوا وَكَانُوا بِئَايَاتِنَا يُوقِنُونَ</p><p>&#8220;<i>Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar. Dan mereka meyakini ayat-ayat Kami</i>.&#8221; (As-Sajadah: 24).</p><p>4. Dengan kesabaran, kekuatan akan selalu bersanding bersamanya, kemenangan akan selalu hadir di hadapannya, dan pertolongan Allah akan selalu menyertainya. Firman Allah <i>Subhanahu wa Ta’ala</i> :</p><p
class="arab">وَأَطِيعُوا اللهَ وَرَسُولَهُ وَلاَتَنَازَعُوا فَتَفْشَلُوا وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ وَاصْبِرُوا إِنَّ اللهَ مَعَ الصَّابِرِينَ</p><p>&#8220;<i>Dan taatlah kepada Allah dan Rasulnya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu. Dan bersabarlah, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar</i>.&#8221; (Al-Anfal: 46).</p><p>5. Kesabaran merupakan perisai kokoh dan tangguh, yang dapat digunakan menangkal berbagai makar yang diluncurkan musuh, bahkan dengan kesabaran itu, makar-makar musuh akan menjadi lemah dan tak mempunyai daya serang yang berarti.</p><p>Firman Allah <i>Subhanahu wa Ta’ala</i> :</p><p
class="arab">إِن تَمْسَسْكُمْ حَسَنَةُُ تَسُؤْهُمْ وَإِن تُصِبْكُمْ سَيِّئَةُُ يَفْرَحُوا بِهَا وَإِن تَصْبِرُوا وَتَتَّقُوا لاَ يَضُرُّكُمْ كَيْدُهُمْ شَيْئًا إِنَّ اللهَ بِمَا يَعْمَلُونَ مُحِيطُُ</p><p>&nbsp;</p><p>&#8220;<i>Jika kamu memperoleh kebaikan, niscaya mereka bersedih hati, tetapi jika kamu mendapat bencana, mereka bergembira karenanya. Jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikitpun tidak mendatangkan kemudharatan kepadamu. Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yang mereka kerjakan</i>.&#8221; (Ali Imran: 120).</p><p>6. Sebagai penghormatan yang sangat istimewa bagi para penyabar. Dikarenakan ketangguhan mereka di dalam bersabar, maka para malaikat menyambut dan mengucapkan salam kepada mereka.</p><p>Firman Allah <i>Subhanahu wa Ta’ala</i> :</p><p
class="arab">سَلاَمٌ عَلَيْكُم بِمَا صَبَرْتُمْ فَنِعْمَ عُقْبَى الدَّارِ</p><p><i>&#8220;(Sambil mengucapkan), &#8216;Salamun &#8216;alaikum bima shabartum.&#8217; Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu.</i>&#8221; (Ar-Ra&#8217;d: 23 – 24).</p><p>7. Menjadi golongan yang dicintai Allah merupakan cita-cita dan tujuan seorang mukmin, maka dengan kesabaran, kecintaan Allah <i>Subhanahu wa Ta’ala</i> dengan sendirinya tersandang kepadanya.</p><p>Firman Allah <i>Subhanahu wa Ta’ala</i> :</p><p
class="arab">وَكَأَيِّن مِّن نَّبِيٍّ قَاتَلَ مَعَهُ رِبِّيُّونَ كَثِيرٌ فَمَا وَهَنُوا لِمَآأَصَابَهُمْ فِي سَبِيلِ اللهِ وَمَا ضَعُفُوا وَمَا اسْتَكَانُوا وَاللهُ يُحِبُّ الصَّابِرِينَ</p><p>&#8220;<i>Dan berapa banyak nabi yang berperang, bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut(nya) yang bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar</i>.&#8221; (Ali Imran: 146).</p><p>Dan masih banyak lagi keutamaan-keutamaan yang akan diperoleh oleh seorang penyabar, yang tidak memungkinkan bagi khatib untuk menyebutkan satu persatu dan merincinya dengan detil pada khutbah ini, tapi di antara keutamaan-keutamaan itu adalah mencapai puncak derajat tertinggi dan kebaikan yang paling agung di dunia maupun akhirat, mendapat kejayaan dan keberuntungan, jauh dari kerugian dan penyesalan, diistimewakan oleh Allah bersama para dermawan yang penuh cinta kasih, dan dimasukkan ke dalam golongan Kanan (</p><p
class="arab">أَصْحَابُ الْمَيْمَنَةِ</p><p>), serta dapat memperkuat sendi-sendi keislamannya dengan kesabarannya tersebut.</p><p>Hadirin <i>Rahimakumullah wa A&#8217;azzakumullah</i>!</p><p>Itulah berbagai kemuliaan, keutamaan yang dikaruniakan, pahala yang tiada terhitung, kemudian ampunan dan surga yang pasti akan diperoleh orang-orang yang bersabar.</p><p>Rasulullah <i>shallallahu ‘alaihi wa sallam</i> bersabda :</p><p
class="arab">مَا يُصِيْبُ الْمُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ وَلاَ وَصَبٍ وَلاَ هَمٍّ وَلاَ حُزْنٍ وَلاَ أَذًى وَلاَ غَمٍّ حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا، إِلاَّ كَفَّرَ الله بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ.</p><p>&#8220;<i>Tidaklah menimpa seorang Muslim dari keletihan atau penyakit, kecemasan, kesedihan, penderitaan, tidak pula duka cita, sampai pada duri yang menusuknya, kecuali Allah meleburkan dengannya dari dosa-dosanya</i>.&#8221; (HR. al-Bukhari: 5641 – 5642; Muslim: 2573).</p><p>Bahkan Nabi <i>shallallahu ‘alaihi wa sallam</i> meriwayatkan satu hadits Qudsi yang beliau riwayatkan dari Sang Maha Penyabar, bahwa Allah <i>Subhanahu wa Ta’ala</i> berfirman :</p><p
class="arab">إذا ابْتَلَيْتُ عَبْدِيْ بِحَبِيْبَتَيْهِ فَصَبَرَ، عَوَّضْتُهُ مِنْهُمَا الْجَنَّةَ.</p><p>&#8220;<i>Bila Aku menguji hambaKu dengan kedua kekasihnya (matanya) kemudian bersabar, maka Aku ganti baginya dengan surga</i>.&#8221; (HR. al-Bukhari : 5653).</p><p>Hadirin <i>Rahimakumullah wa A&#8217;azzakumullah</i>!</p><p>Itulah keutamaan kesabaran, maka marilah kita memohon taufik dan inayah-Nya, semoga Allah <i>Subhanahu wa Ta’ala</i> menjadikan kita semua sebagai hamba-Nya yang penyabar.</p><p
class="arab">بَارَكَ الله لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ وَجَعَلَنَا اللهُ مِنَ الَّذِيْنَ يَسْتَمِعُوْنَ الْقَوْلَ فَيَتَّبِعُوْنَ أَحْسَنَهُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هذا وَأَسْتَغْفِـرُ الله لِيْ وَلَكُمْ.</p><p><b>Khutbah Kedua : </b></p><p
class="arab">اَلْحَمْدُ لله الَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَـقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُوْنَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إله إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ،</p><p
class="arab">قَالَ الله تَعَالَى: يَاأَيُّهاَ الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا الله حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ</p><p
class="arab">اللهم صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ:</p><p>Hadirin <i>Rahimakumullah</i>!</p><p>Kesabaran adalah kebahagiaan hidup yang sesungguhnya, beberapa orang sahabat <i>radiyallahu ‘anhu</i>m datang memohon sesuatu kepada Rasulullah <i>shallallahu ‘alaihi wa sallam</i>, beliau memberinya, maka mereka datang memohon lagi, Rasul <i>shallallahu ‘alaihi wa sallam</i> memberi lagi, kemudian mereka datang lagi, beliau <i>shallallahu ‘alaihi wa sallam</i> memberi lagi, sampai akhirnya beliau kehabisan sesuatu untuk diberikan kepadanya, kemudian beliau <i>shallallahu ‘alaihi wa sallam</i> bersabda :</p><p
class="arab">مَا يَكُوْنُ عِنْدِيْ مِنْ خَيْرٍ فَلَنْ أَدَّخِرَهُ عَنْكُمْ، وَمَنْ يَسْتَعْفِفْ يُعِفَّهُ الله ، وَمَنْ يَسْتَغْنِ يُغْنِهِ الله ، وَمَنْ يَتَصَبَّرْ يُصَبِّرْهُ الله ، وَمَا أُعْطِيَ أَحَدٌ عَطَاءً خَيْرًا وَأَوْسَعَ مِنَ الصَّبْرِ.</p><p>&#8220;<i>Tidak ada suatu benda berharga pun yang aku sembunyikan dari kalian semua, maka siapa yang menjaga kehormatan dirinya, maka Allah akan menjaganya. Siapa yang mencukupkan diri (dari meminta-minta), maka Allah akan mencukupinya, dan siapa yang menyabarkan dirinya, maka Allah akan menjadikannya bersabar. Dan tidaklah seseorang mendapat karunia yang lebih baik dan lebih luas melebihi dari kesabaran</i>.&#8221; (HR. al-Bukhari-Muslim dari Abi Sa&#8217;id al-Khudri).</p><p>Kesabaran itulah perhiasan akhlak yang harus kita mohonkan kepada Allah, Sayyidina Umar <i>radiyallahu ‘anhu</i> berkata :</p><p
class="arab">وَجَدْنَا خَيْرَ عَيْشِنَا بِالصَّبْرِ.</p><p>&#8220;Kita temukan sebaik-baik kehidupan kita adalah dengan kesabaran.&#8221;</p><p>Maka marilah kita memohon tambahan kokohnya kesabaran itu dengan menambah ilmu tentang keutamaan kesabaran dan menambah kokohnya iman kita tentang sifat, anugerah dan janji-janji Allah serta kehidupan dan balasan di akhirat kelak.</p><p
class="arab">وَاصْبِرْ وَمَاصَبْرُكَ إِلاَّبِاللهِ وَلاَتَحْزَنْ عَلَيْهِمْ وَلاَتَكُ فِي ضَيْقٍ مِّمَّا يَمْكُرُونَ . إِنَّ اللهَ مَعَ الَّذِينَ اتَّقَوْا وَالَّذِينَ هُم مُّحْسِنُونَ</p><p>&#8220;<i>Bersabarlah (hai Muhammad), dan tiadalah kesabaranmu itu melainkan dengan pertolongan Allah dan janganlah kamu bersedih hati terhadap (kekafiran) mereka dan janganlah kamu bersempit dada terhadap apa yang mereka tipu dayakan. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan</i>.&#8221; (An-Nahl: 127-128).</p><p
class="arab">إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَآأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا</p><p
class="arab">اللهم صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اللهم بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.</p><p
class="arab">اللهم اغْـفِـرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْـفِـرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ، رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. اللهم إِنَّا نَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى. اللهم إِنَّا نَعُوْذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ وَتَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ وَفُجَاءَةِ نِقْمَتِكَ وَجَمِيْعِ سَخَطِكَ. وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. وَصَلى الله عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.</p><h2>Download Naskah Materi Khutbah Jum’at</h2> <a
class="downloadlink" href="http://khotbahjumat.com/download161" title=" downloaded 662 times" >Download Khotbah Jumat Buah Kesabaran (662)</a><p>Oleh Ustadz Waznin Mahfuzh</p><p>Kata kunci: Khutbah Jumat, khutbah jum&#8217;at, gaya hidup, naskah khutbah, khotbah, gaya hidup islami, gaya hidup jahili, cobaan, persatuan, renungan, pemutus kenikmatan, kematian, shalat, beramal, cobaan, ikhlas, istiqamah, kasih sayang, rahmat, fitnah, akhir zaman, persiapan menghadapi kematian, pintu-pintu, rezeki, lalai, taubat, tauhid, saudaraku berhentilah!, ujub, keadilan islam, musibah, shalat jumat, <em>meraih surga</em> dengan sabar dan syukur, <strong>wasiat suami dan istri</strong>, rumah tangga, sakinah mawadah wa rohmah, mendidik anak, hati yang istiqomah, 3 wasiat agung rasulullah, Menyelaraskan Kehidupan Dunia dan Akhirat, penyakit hati dan kiat terapinya, batas antara kita dan mereka adalah shalat, mengingat kematian, buah kesabaran.</p><p>Artikel <a
title="kematian" href="http://khotbahjumat.com" target="_blank">www.KhotbahJumat.com</a></p><p>(Sumber:Dikutip dari Kumpulan Khutbah Jum’at Pilihan Setahun, edisi 2, Darul Haq, Jakarta)</p><h3>Related Posts</h3><p>No related posts.</p> <strong>Kata Kunci:</strong> <strong>sabar</strong><br
/> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://khotbahjumat.com/buah-kesabaran/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>3</slash:comments> </item> <item><title>Mengingat Kematian</title><link>http://khotbahjumat.com/mengingat-kematian/</link> <comments>http://khotbahjumat.com/mengingat-kematian/#comments</comments> <pubDate>Mon, 15 Apr 2013 00:37:13 +0000</pubDate> <dc:creator>Admin</dc:creator> <category><![CDATA[Akhlak dan Muamalah]]></category> <category><![CDATA[Bersih Hati]]></category> <category><![CDATA[Jalan Kebenaran]]></category> <category><![CDATA[Nasehat]]></category> <category><![CDATA[Pondasi Agama]]></category> <category><![CDATA[kematian]]></category> <guid
isPermaLink="false">http://khotbahjumat.com/?p=1759</guid> <description><![CDATA[Kehidupan seseorang di dunia ini dimulai dengan dilahirkan-nya seseorang dari rahim ibunya. Kemudian setelah ia hidup beberapa lama, iapun akan menemui sebuah kenyataan yang tidak bisa dihindari, kenyataan sebuah kematian yang akan menjemputnya. (Redaksi, www.khotbahjumat.com) *** Mengingat Kematian Khutbah Pertama: إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ ...<h3>Related Posts</h3><ol><li><a
href="http://khotbahjumat.com/persiapan-menghadapi-kematian/" rel="bookmark">Persiapan Menghadapi Kematian</a></li></ol> ]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Kehidupan seseorang di dunia ini dimulai dengan dilahirkan-nya seseorang dari rahim ibunya. Kemudian setelah ia hidup beberapa lama, iapun akan menemui sebuah kenyataan yang tidak bisa dihindari, kenyataan sebuah kematian yang akan menjemputnya. (Redaksi, <a
title="kematian" href="http://khotbahjumat.com/mengingat-kematian" target="_blank">www.khotbahjumat.com</a>)</p><p
style="text-align: center;">***<br
/> <span
id="more-1759"></span></p><h2 style="text-align: center;"><strong>Mengingat Kematian</strong></h2><p><strong>Khutbah Pertama:</strong></p><p
class="arab">إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ</p><p
class="arab">اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن.</p><p
class="arab">يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ</p><p
class="arab">يَاأَيّهَا النَاسُ اتّقُوْا رَبّكُمُ الّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاءً وَاتّقُوا اللهَ الَذِي تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَام َ إِنّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا</p><p
class="arab">يَاأَيّهَا الّذِيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْلَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا، أَمّا بَعْدُ &#8230;</p><p
class="arab">فَأِنّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الْهَدْىِ هَدْىُ مُحَمّدٍ صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّمَ، وَشَرّ اْلأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةً، وَكُلّ ضَلاَلَةِ فِي النّارِ.</p><p><em>Maasyiral Muslimin rahimakumullah. </em></p><p>Tiada kata yang paling pantas kita senandungkan pada hari yang berbahagia ini melainkan kata-kata syukur kepada Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> yang telah mencurahkan kenikmatan- kepada kita sehingga kita berkumpul dalam majelis ini. Kita realisasikan rasa syukur kita dengan melakukan perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya.</p><p>Kemudian tidak lupa kami wasiatkan kepada diri kami pribadi dan kepada jamaah semuanya, marilah kita tingkatkan kualitas iman dan taqwa kita, karena keimanan dan ketaqwaan merupakan sebaik-baik bekal menuju akhirat nanti.</p><p>Kehidupan seseorang di dunia ini dimulai dengan dilahirkan-nya seseorang dari rahim ibunya. Kemudian setelah ia hidup beberapa lama, iapun akan menemui sebuah kenyataan yang tidak bisa dihindari, kenyataan sebuah kematian yang akan menjemputnya.</p><p>Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> berfirman, artinya,</p><p
class="arab">كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ الْمَوْتِ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلاَّ مَتَاعُ الْغُرُورِ</p><p>“<em>Tiap-tiap jiwa akan merasakan kematian dan sesungguhnya pada hari kiamatlah akan disempurnakan pahalamu, barangsiapa yang dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung dan kehidupan dunia hanyalah kehidupan yang memperdayakan</em>.” (QS. Ali-Imran: 185)</p><p>Ayat di atas adalah merupakan ayat yang agung yang apabila dibaca mata menjadi berkaca-kaca. Apabila didengar oleh hati maka ia menjadi gemetar. Dan apabila didengar oleh seseorang yang lalai maka akan membuat ia ingat bahwa dirinya pasti akan menemui kematian.</p><p>Memang perjalanan menuju akhirat merupakan suatu perjalanan yang panjang. Suatu perjalanan yang banyak aral dan cobaan, yang dalam menempuhnya kita memerlukan perjuangan dan pengorbanan yang tidak sedikit. Yaitu suatu perjalanan yang menentukan apakah kita termasuk penduduk surga atau neraka.</p><p>Perjalanan itu adalah kematian yang akan menjemput kita, yang kemudian dilanjutkan dengan pertemuan kita dengan alam akhirat. Karena keagungan perjalanan ini, Rasulullah telah bersabda:</p><p
class="arab">لَوْتَعْلَمُوْنَ مَا أَعْلَمُ لَضَحِكْتُمْ قَلِيْلاً وَلَبَكَيْتُمْ كَثِيْرًا.</p><p>“<em>Andai saja engkau mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya engkau akan sedikit tertawa dan banyak menangis</em>.” (Mutafaq ‘Alaih)</p><p>Maksudnya apabila kita tahu hakekat kematian dan keadaan alam akhirat serta kejadian-kejadian di dalamnya niscaya kita akan ingat bahwa setelah kehidupan ini akan ada kehidupan lain yang lebih abadi.</p><p>Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> berfirman, artinya,</p><p
class="arab">وَاْلأَخِرَةُ خَيْرٌوَأَبْقَى</p><p>&#8220;<em>Dan kehidupan akhirat itu lebih baik dan lebih kekal</em>.&#8221; (QS. Al-A’la: 17).</p><p>Akan tetapi kadang kita lupa akan perjalanan itu dan lebih memilih kehidupan dunia yang tidak ada nilainya di sisi Allah.</p><p>Jamaah Jumat yang berbahagia.</p><p>Marilah kita siapkan bekal sebanyak-banyaknya untuk menyempurnakan perjalanan itu, yaitu dengan melakukan ketaatan-ketaatan kepada Allah <em>Ta’ala</em>. Dan marilah kita perbanyak taubat dari segala dosa-dosa yang telah kita lakukan. Seorang penyair berkata:</p><p>Lakukanlah bagimu taubat yang penuh pengharapan. Sebelum kematian dan sebelum dikuncinya lisan. Cepatlah bertaubat sebelum jiwa ditutup. Taubat itu sempurna bagi pelaku kebajikan.</p><p>Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em>’ berfirman, artinya,</p><p
class="arab">يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا تُوبُوا إِلَى اللهِ تَوْبَةً نَّصُوحًا</p><p>“<em>Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya.</em>” (QS. At-Tahrim: 8)</p><p>Ingatlah wahai saudaraku.</p><p>Di kala kita merasakan pedihnya kematian maka Rasulullah sebagai makhluk yang paling dicintai oleh Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> telah bersabda,</p><p
class="arab">لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ إِنَّ لِلْمَوْتِ سَكَرَاتٍ.</p><p>“<em>Tiada sesembahan yang haq melainkan Allah, sesungguhnya di dalam kematian terdapat rasa sakit</em>.” (HR. Bukhari)</p><p>Ingatlah di kala nyawa kita dicabut oleh malaikat maut. Nafas kita tersengal, mulut kita dikunci, anggota badan kita lemah, pintu taubat telah tertutup bagi kita. Di sekitar kita terdengar tangisan dan rintihan handai taulan yang kita tinggalkan. Pada saat itu tidak ada yang bisa menghindarkan kita dari sakaratul maut. Tiada daya dan usaha yang bisa menyelamatkan kita dari kematian.</p><p>Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> berfirman, artinya,</p><p
class="arab">وَجَآءَتْ سَكْرَةُ الْمَوْتِ بِالْحَقِّ ذَلِكَ مَاكُنتَ مِنْهُ تَحِيدُ</p><p>“<em>Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari darinya</em>.” (QS. Qaaf: 19)</p><p>Allah juga berfirman, artinya,</p><p
class="arab">أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِككُّمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنتُمْ فِي بُرُوجٍ مُشَيَّدَةٍ</p><p>“<em>Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkanmu, kendatipun kamu berada di benteng yang kuat.</em>” (QS. An-Nisaa’: 78)</p><p>Jamaah Jumat yang berbahagia.</p><p>Cukuplah kematian sebagai nasehat, cukuplah kematian menjadi-kan hati bersedih, cukuplah kematian menjadikan air mata berlinang. Perpisahan dengan saudara tercinta. Penghalang segala kenikmatan dan pemutus segala cita-cita.</p><p>Marilah kita tanyakan kepada diri kita sendiri, kapan kita akan mati ? Di mana kita akan mati ?</p><p>Demi Allah, hanya Allah-lah yang mengetahui jawabannya, oleh karenanya marilah kita selalu bertaubat kepada Allah dan jangan kita menunda-nunda dengan kata nanti, nanti dan nanti.</p><p>&nbsp;</p><p>Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> berfirman, artinya,</p><p
class="arab">إِنَّمَا التَّوْبَةُ عَلَى اللهِ لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ السُّوءَ بِجَهَالَةٍ ثُمَّ يَتُوبُونَ مِن قَرِيبٍ فَأُوْلاَئِكَ يَتُوبُ اللهُ عَلَيْهِمْ وَكَانَ اللهُ عَلِيمًا حَكِيمًا {17} وَلَيْسَتِ التَّوْبَةُ لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ السَّيِّئَاتِ حَتَّى إِذَا حَضَرَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ إِنِّي تُبْتُ الْئَانَ… {18}</p><p>“<em>Sesungguhnya taubat di sisi Allah hanyalah taubat bagi orang-orang yang mengerjakan kejelekan lantaran kejahilannya, yang kemudian mereka bertaubat dengan segera, maka mereka itulah yang diterima oleh Allah taubatnya, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. Dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejelekan (yang) hingga apabila datang kematian kepada seseorang di antara mereka, mereka berkata: Sesungguhnya aku bertaubat sekarang…</em>” (QS. An-Nisaa’: 17-18)</p><p>Sidang Jumat yang berbahagia.</p><p>Marilah kita tanyakan kepada diri kita. Apa yang menjadikan diri kita terperdaya dengan kehidupan dunia, padahal kita tahu akan meninggalkannya. Perlu kita ingat bahwa harta dan kekayaan dunia yang kita miliki tidak akan bisa kita bawa untuk menemui Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em>. Hanya amal shalihlah yang akan kita bawa nanti di kala kita menemui Allah.</p><p>Maka marilah kita tingkatkan amalan shaleh kita sebagai bekal nanti menuju akhirat yang abadi.</p><p
class="arab">فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ أَقُولُ قَوْ لِي هَذَا وَاسْتَغْفِرُوا اللهَ اِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.</p><p><strong>Khutbah Kedua</strong></p><p
class="arab">إِنَّ الْحَمْدَ لله نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ تَسْلِمًا. أما بعد:</p><p>Marilah kita mencoba merenungi sisa-sisa umur kita, muhasabah pada diri kita masing-masing. Tentang masa muda kita, untuk apa kita pergunakan. Apakah untuk melaksanakan taat kepada Allah ataukah hanya bermain-main saja ? Tentang harta kita, dari mana kita peroleh, halalkah ia atau haram ? Dan untuk apa kita belanjakan, apakah untuk bersedekah ataukah hanya untuk berfoya-foya? Dan terus kita muhasabah terhadap diri kita dari hari-hari yang telah kita lalui.</p><p>Perlu kita ingat, umur kita semakin berkurang. Kematian pasti akan menjemput kita. Dosa terus bertambah. Lakukanlah taubat sebelum ajal menjemput kita. Waktu yang telah berlalu tidak akan kembali lagi.</p><p
class="arab">اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.</p><p
class="arab">رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلإِخَوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِالإِيْمَانِ وَلاَ تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلاًّ لِلَّذِيْنَ آمَنُواْ رَبَّنَا إِنَّكّ رَؤُوْفٌ رَّحِيْمٌ. اَللَّهُمَّ افْتَحْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ قَوْمِنَا بِالْحَقِّ وَأَنْتَ خَيْرُ الْفَاتِحِيْنَ. اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ عِلْمًا نًافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانِ إِلَى يِوْمِ الدِّيْنِ وَآَخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ.</p><h2>Download Naskah Materi Khutbah Jum’at</h2> <a
class="downloadlink" href="http://khotbahjumat.com/download160" title=" downloaded 1465 times" >Download Khotbah Jumat Mengingat Kematian (1465)</a><p>Oleh: Ustadz Agus Hasan Bashori, Lc. M.Ag</p><p>Kata kunci: Khutbah Jumat, khutbah jum&#8217;at, gaya hidup, naskah khutbah, khotbah, gaya hidup islami, gaya hidup jahili, cobaan, persatuan, renungan, pemutus kenikmatan, kematian, shalat, beramal, cobaan, ikhlas, istiqamah, kasih sayang, rahmat, fitnah, akhir zaman, persiapan menghadapi kematian, pintu-pintu, rezeki, lalai, taubat, tauhid, saudaraku berhentilah!, ujub, keadilan islam, musibah, shalat jumat, <em>meraih surga</em> dengan sabar dan syukur, <strong>wasiat suami dan istri</strong>, rumah tangga, sakinah mawadah wa rohmah, mendidik anak, hati yang istiqomah, 3 wasiat agung rasulullah, Menyelaraskan Kehidupan Dunia dan Akhirat, penyakit hati dan kiat terapinya, batas antara kita dan mereka adalah shalat, mengingat kematian.</p><p>Artikel <a
title="kematian" href="http://khotbahjumat.com" target="_blank">www.KhotbahJumat.com</a></p><h3>Related Posts</h3><ol><li><a
href="http://khotbahjumat.com/persiapan-menghadapi-kematian/" rel="bookmark">Persiapan Menghadapi Kematian</a></li></ol> <strong>Kata Kunci:</strong> <strong>kematian</strong><br
/> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://khotbahjumat.com/mengingat-kematian/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>Batas Antara Kita dan Mereka Adalah Shalat</title><link>http://khotbahjumat.com/batas-antara-kita-dan-mereka-adalah-shalat/</link> <comments>http://khotbahjumat.com/batas-antara-kita-dan-mereka-adalah-shalat/#comments</comments> <pubDate>Thu, 04 Apr 2013 06:22:33 +0000</pubDate> <dc:creator>Admin</dc:creator> <category><![CDATA[Akhlak dan Muamalah]]></category> <category><![CDATA[Artikel Khutbah Jumat]]></category> <category><![CDATA[Nasehat]]></category> <category><![CDATA[shalat]]></category> <guid
isPermaLink="false">http://khotbahjumat.com/?p=1749</guid> <description><![CDATA[Hanya, shalat seperti apakah yang dapat mempererat hubungan komunikasi antara makhluk dan penciptanya? shalat seperti apakah yang dapat memberikan efek yang positif di dalam diri pelakunya, sehingga dapat mencegahnya dari perbuatan keji dan munkar, dan bisa membantunya dalam urusan agama dan dunianya; mendorongnya untuk melaksanakan kewajiban dan menjauhi hal-hal yang diharamkan dan dimakruhkan? apakah itu ...<h3>Related Posts</h3><ol><li><a
href="http://khotbahjumat.com/potret-haji-indonesia/" rel="bookmark">Potret Haji Kita, Antara Cita-cita dan Fakta</a></li><li><a
href="http://khotbahjumat.com/mengapa-musibah-selalu-datang-menimpa-kita/" rel="bookmark">Mengapa Musibah Selalu Datang Menimpa Kita</a></li><li><a
href="http://khotbahjumat.com/nasehat-bagi-orang-yang-melalaikan-shalat/" rel="bookmark">Nasehat Bagi Orang Yang Melalaikan Shalat</a></li></ol> ]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Hanya, shalat seperti apakah yang dapat mempererat hubungan komunikasi antara makhluk dan penciptanya? shalat seperti apakah yang dapat memberikan efek yang positif di dalam diri pelakunya, sehingga dapat mencegahnya dari perbuatan keji dan munkar, dan bisa membantunya dalam urusan agama dan dunianya; mendorongnya untuk melaksanakan kewajiban dan menjauhi hal-hal yang diharamkan dan dimakruhkan? apakah itu shalat jasmani tanpa ruh, badan tanpa hati, gerakan tanpa kekhusyukan, bentuk tanpa esensi, kata-kata tanpa makna? Bukan! sama sekali bukan! Tetapi shalat Syar’iyah nabawiyah yang dilaksanakan menurut rambu-rambu Alquran dan sunah Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>.  (Redaksi, <a
title="Batas Shalat" href="http://khotbahjumat.com/batas-antara-kita-dan-mereka-adalah-shalat" target="_blank">www.khotbahjumat.com</a>)</p><p
style="text-align: center;">***<span
id="more-1749"></span></p><h2 style="text-align: center;"><strong>Batas Antara Kita dan Mereka Adalah Shalat</strong></h2><p><strong>Khutbah Pertama </strong></p><p
class="arab">إنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ</p><p
class="arab">يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ.</p><p
class="arab">يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُواْ رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيراً وَنِسَاء وَاتَّقُواْ اللّهَ الَّذِي تَسَاءلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيباً.</p><p
class="arab">يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيداً . يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن يُطِعْ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزاً عَظِيماً</p><p
class="arab">أما بعد</p><p>Amma ba’du :</p><p>Ayyuhal ikhwah fillah! Bertakwalah kepada Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> dengan takwa yang sebenar-benarnya. Sesungguhnya manusia kini tengah terjebak di dalam timbunan kesibukan dunia yang materialistik bersama aneka macam problema jiwa dan ketegangan syaraf yang ditimbulkan oleh nafsunya, mereka sangat membutuhkan sesuatu yang bisa menghibur perasaannya. Melepaskan beban penderitaannya, dan membangkitkan perasaan tentram di dalam hati dan perasaan tenang di dalam jiwa, jauh dari kesulitan, kegelisahan, dan keresahan. Mana mungkin manusia bisa menemukan hal itu di luar naungan Islam dan ibadah-ibadahnya yang agung, yang merupakan terapi rohani yang mutlak ampuh dan tidak tergantikan oleh terapi materi. Ketahuilah, bahwa ibadah yang memiliki pengaruh terbesar dalam hal itu ialah shalat, baik shalat fardhu maupun shalat sunnah.</p><p>Allah berfirman :</p><p
class="arab">يَآأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلاَةِ</p><p>“<em>Hai orang-orang yang beriman jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu</em>.” (QS.Al-Baqarah :153)</p><p
class="arab">وَأَقِمِ الصَّلاَةَ إِنَّ الصَّلاَةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ</p><p>“<em>Dan dirikanlah shalat.Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar</em>.” (QS. Al-Ankabut :45)</p><p>Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> pernah bersabda kepada Bilal <em>radiyallahu ‘anhu</em> :</p><p>“<em>Bangkitlah hai Bilal, hiburlah kami dengan shalat</em>.’’ ( HR.Ahmad, 5:371, dan Abu Daud, 4986 )</p><p>“<em>Dan setiap kali dirundung masalah, beliau selalu melaksanakan shalat</em>.” (HR. Ahmad, 5:388 dan Abu Daud, 1319 )</p><p>&nbsp;</p><p>Hal itu tidak lain karena shalat adalah komunikasi antara hamba dengan tuannya. Berdiri di hadapan Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> dalam shalat memiliki efek yang sangat besar dalam memperbaiki jiwa manusia,bahkan seluruh masyarakat manusia.</p><p>Hanya, shalat seperti apakah yang dapat mempererat hubungan komunikasi antara makhluk dan penciptanya? shalat seperti apakah yang dapat memberikan efek yang positif di dalam diri pelakunya, sehingga dapat mencegahnya dari perbuatan keji dan munkar, dan bisa membantunya dalam urusan agama dan dunianya; mendorongnya untuk melaksanakan kewajiban dan menjauhi hal-hal yang diharamkan dan dimakruhkan? apakah itu shalat jasmani tanpa ruh, badan tanpa hati, gerakan tanpa kekhusyukan, bentuk tanpa esensi, kata-kata tanpa makna? Bukan! sama sekali bukan! Tetapi shalat Syar’iyah nabawiyah yang dilaksanakan menurut rambu-rambu Alquran dan sunah Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>.</p><p>Sesungguhnya shalat yang diserukan Islam merupakan mi’raj ruhani bagi seorang mukmin. Karena ruhnya bisa membawanya mi’raj ( naik ke langit ) setiap kali ia melaksanakan shalat kepada Allah, baik shalat fardlu maupun shalat sunnah. Ruhnya mengajaknya pindah dari alam materi menuju alam yang tinggi, jernih, suci dan bersih. Di situlah sumber kebahagiaan dan ketenteraman.</p><p>Ikhwatal Islam! Setiap muslim pasti mengetahui kedudukan shalat di dalam agama dan syariat Allah. Karena shalat adalah tiang agama Islam dan garis pemisah antara kufur dan iman.Posisi shalat dalam Islam seperti posisi kepala bagi tubuh. Bila manusia tidak bisa hidup tanpa kepala, begitu pula agama tidak bisa wujud tanpa shalat. Nash-nash syariat yang menerangkan hal itu sangat banyak. Jika masalahnya sedemikian penting dan krusial maka satu hal yang sangat menyesakkan dada dan menyakitkan hati ialah bahwa di antara orang-orang yang mengaku Islam masih ada orang-orang yang hidup di tengah-tengah kaum muslimin, tetapi meremehkan dan menyepelekan shalat. Bahkan terkadang lebih parah dari itu. <em>Laa haula wala quata illa billah</em>!</p><p>Akankah mereka berhenti bersikap seperti itu sebelum mereka ditimpa murka Allah, dikepung azab Allah, atau dijemput maut?</p><p>Saudara-saudaraku yang rajin shalat! berbahagialah dengan shalat. Bergembiralah bila Allah melapangkan dada anda untuk melaksanakan kewajiban yang agung ini. Selamat buat anda yang akan menerima balasan dan anugerah dari Allah, baik di dunia maupun di Akhirat. Karena anda telah melaksanakan kewajiban agama yang agung ini.</p><p>Wahai orang-orang yang rajin shalat, ketahuilah bahwa shalat yang diterima oleh Allah harus memenuhi syarat-syarat, rukun-rukun, wajib-wajib, dan adab-adab tertentu. Di samping itu, banyak masalah penting dan kesalahan yang berkembang luas seputar kewajiban ini yang harus diketahui dan dipraktikkan oleh orang-orang yang shalat. Di dalam Musnad Ahmad disebutkan:</p><p>“<em>Orang yang paling buruk pencuriannya ialah orang yang mencuri sebagian dari shalatnya</em>.’’ (<em>al-Musnad</em>, 5:310 )</p><p>Yang dimaksud dengan mencuri di dalam shalat ialah tidak menyempurnakan rukuknya, sujudnya dan khusyuknya.</p><p>Dan ada pula riwayat yang menyebutkan, bahwa orang yang selesai shalat akan dicatat dari shalatnya sebesar 25 persen, atau 20 persen, hingga 10 persen saja. ( HR. Ahmad, 4:321 dan Abu Daud, 796 )</p><p>Ini mengajak setiap muslim yang melaksanakan shalat agar memperhatikan urusan shalatnya, supaya ia tidak kehilangan pahala dan mendapatkan siksa.</p><p>Berikut ini adalah hal-hal singkat yang perlu mendapat perhatian dalam masalah ini :</p><p>1. Bersuci secara lahir dan batin. Karena bersuci adalah syarat besar bagi sahnya shalat. Dan shalat tidak sah tanpa bersuci. Maka setiap orang yang menunaikan shalat harus memperhatikan dengan sungguh-sungguh urusan bersuci dan wudlunya. Ia tidak boleh meremehkan hal itu. Juga tidak boleh berlebihan dalam menyikapinya hingga sampai ke tingkat waswas. Salah satu hal yang sangat disesalkan dalam soal ini yaitu sebagian orang awam tidak memberikan perhatian secukupnya terhadap masalah wudlu dan bersuci. Bahkan ada yang melakukan tayammum di dekat air atau sebenarnya bisa mencari air. Ini adalah kecerobohan yang nyata.</p><p>2. Menghadap kiblat. Ini juga termasuk syarat sah shalat yang penting. Orang yang berada di Masjidil Haram harus menghadap ke arah Ka’bah secara tepat. Sebagian orang ternyata tidak memahami masalah ini atau meremehkannya.</p><p>3. Menutup aurat. Ini juga termasuk syarat sah shalat yang penting. Apa yang dilakukan sebagian orang yang teledor dalam masalah ini seperti memakai pakaian yang transparan, atau celana ketat yang bisa memperlihatkan warna kulitnya atau membedakan sifatnya adalah hal yang perlu diperhatikan. Wanita di dalam shalat harus menutupi seluruh tubuhnya kecuali wajahnya, jika berada di antara lelaki yang bukan mahramnya atau berada di masjid yang berpotensi dilihat oleh kaum lelaki, maka kondisi semacam ini ia wajib menutupi wajahnya. Dan ia harus datang ke masjid dengan pakaian yang sederhana, tertutup rapat, tidak bersolek dan tidak memakai parfum, agar ia bisa pulang ke rumahnya dengan membawa pahala, bukan dosa.</p><p>4. Memperhatikan kerapian shaf (barisan). Dalam riwayat yang shahih disebutkan bahwa Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> merapikan sendiri barisan-barisan yang ada. Ada juga riwayat yang menyebutkan bahwa beliau bersikap keras kepada orang yang tidak memperhatikan hal itu. Dalam sebuah hadits Rasulullah <em>shalallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda:</p><p>“<em>Kalian benar-benar merapikan barisan kalian, atau Allah benar-benar akan membuat wajah-wajah kalian berselisih</em>.’’ ( HR. Al-Bukhari, 717 dan Muslim, 436 )</p><p>5. Inti shalat dan ruhnya adalah khusyu&#8217;. Allah berfirman :</p><p
class="arab">قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ هُمْ فِي صَلاَتِهِمْ خَاشِعُونَ</p><p>&nbsp;</p><p>“<em>Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, ( Yaitu ) orang-orang yang khusyu&#8217; dalam shalatnya</em>.” (QS. Al-Mukminun :1-2)</p><p>Di mana letak khusyu&#8217;nya orang-orang yang melaksanakan shalat dengan perasaan malas, berat, tertekan, kesal, dan ingin bebas dari kewajiban shalat? Di mana letak kekhusyu&#8217;an orang-orang yang tidak fokus di dalam shalatnya? Shalat mereka hanyalah main-main, gerak-gerik, tengak-tengok, miring kesana kemari, cepat-cepat dan tergesa-gesa. Hati mereka berkeliaran di lembah, sementara akalnya merumput di tempat lain. Shalat semacam ini adalah shalat yang bunting, tidak sempurna.</p><p>Maka setiap orang yang melaksanakan shalat, harus menjaga kekhusyukan dan kehadiran hatinya secara terus-menerus. Dan ia harus melakukan upaya-upaya yang bisa membantunya untuk itu, dan mewaspadai hal-hal yang merusak kekhusyukannya.</p><p>Ayyuhal mushallun! Thumakninah adalah salah satu rukun shalat yang tidak boleh ditinggalkan. Kini banyak orang yang meremehkannya akibat lemahnya iman, dan tamaknya perasaan duniawi di dalam jiwa. Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda kepada orang yang melaksanakan shalat secara buruk, karena tergesa-gesa dan tidak thuma’ninah.</p><p>“<em>Kembalilah lalu shalatlah. Karena sesungguhnya kamu belum shalat</em>.’’ (HR. Al-Bukhari, 793 dan Muslim, 397 )</p><p>6. Yang juga perlu diperhatikan ialah kewajiban mengikuti imam. Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda :</p><p>“<em>Sesungguhnya imam itu diadakan untuk diikuti</em>.” ( HR.Al-Bukhari,688 dan Muslim, 412 )</p><p>Jadi, makmum tidak boleh lebih maju dari imam atau mendahului gerakan imam. Bahkan hal itu bisa menjadi penyebab tertolak atau batalnya shalat. Ada riwayat yang berisi ancaman keras terhadap orang yang berbuat seperti itu. Dalam hadits riwayat Abu Hurairah <em>radiyallahu ‘anhu</em> yang disepakati keshahihannya oleh al-Bukhari dan Muslim dinyatakan bahwa Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda :</p><p>“Tidaklah salah seorang di antara kamu merasa takut apabila ia mengangkat kepalanya sebelum imam bahwa Allah akan menjadikan kepalanya sebagai kepala keledai atau menjadikan wujudnya sebagai wujud keledai?!” (HR. al-Bukhari, 691,dan Muslim, 427 )</p><p>Imam Ahmad <em>rahimahullah</em> berkata : “Tidak sah shalat orang yang mendahului imamnya.”</p><p>Perkara yang demikian gawat dan sangsinya seperti itu seharusnya mendapat perhatian yang serius dari setiap orang yang melaksanakan shalat. Jangan sampai ia dijerumuskan oleh setan yang ingin merusak shalatnya. Dan kondisi rill para makmum dalam kaitan ini sangat memperhatinkan dan menyedihkan. Allahul Musta’an .</p><p>&nbsp;</p><p>Ibadallah! Bertakwalah kepada Allah dalam urusan kita pada umumnya dan shalat kita pada khususnya. Karena bagian yang diperoleh seseorang dari Islam setara dengan kadar bagiannya dan dari shalat. Kini, marilah kita berfikir tentang kondisi kita sendiri. Apa yang akan kita peroleh bila kita meremehkan seluruh syi’ar Islam, terutama shalat? Sesungguhnya umat yang orang-orangnya tidak mau berdiri di hadapan Allah dalam shalat untuk meminta anugerah dan kebaikan dari-Nya, benar-benar pantas untuk tidak mampu berdiri kokoh pada momen-momen kebaikan, persatuan, kemenangan dan kekuatan. Karena semua itu hanya bisa datang dari Allah semata. Maka, apabila kita memperbaiki hubungan kita dengan Allah, niscaya Allah akan memperbaiki hubungan kita dengan sesama manusia.</p><p>Sesungguhnya kehancuran dan kemunduran peradaban yang terjadi di berbagai belahan bumi, berpangkal pada kejatuhan anak-anaknya di lembah-lembah pelanggaran hukum dan keengganan melaksanakan kewajiban yang paling wajib, yaitu shalat.</p><p>Hanya Allahlah yang pantas kita minta untuk memperbaiki kondisi umat Islam di mana saja, memberi mereka pemahaman yang benar tentang agamanya. Dan menjadikan mereka sebagai orang-orang yang teguh menjaga syi’ar-syi’ar agamanya, menghormatinya, dan menegakkan tiangnya dengan sebaik-baiknya. Sesungguhnya Dia Maha Pemurah lagi Maha Mulia.</p><p
class="arab">بارَكَ الله لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هذا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ،</p><p
class="arab">فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ</p><p><strong>Khutbah Kedua </strong></p><p
class="arab">الْحَمْدُ لِلّهِ الَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ أَمَّا بَعْدُ</p><p><em>Amma ba’du : </em></p><p>Ibadallah! Bertakwalah kepada Allah. Bersungguh-sungguhlah dalam mendirikan shalat anda. Karena shalat adalah cahaya anda di muka bumi dan simpanan anda di atas langit. Siapa pun yang mencermati ayat-ayat Alquran pasti akan menemukan bahwa perintah-perintah shalat selalu datang dengan redaksi, “iqamah” (mendirikan). Redaksi ini mengandung makna lebih dari sekedar “ada” (melaksanakan). Karena iqamah (mendirikan) berarti melaksanakan secara sempurna dan penuh perhatian.</p><p>Sesungguhnya tanggung jawab orang-orang yang shalat benar-benar besar. Baik terhadap dirinya sendiri dalam bentuk perhatian yang sungguh-sungguh, maupun terhadap orang lain, seperti kenalan, kerabat, anak dan tetangga dalam bentuk penyampaian perintah dan nasihat kepada mereka tentang masalah yang sangat penting ini. Para imam masjid juga memiliki peran yang besar, karena mereka memikul tugas yang paling besar. Maka mereka harus melaksanakan tugas itu dengan cara memberikan perhatian yang serius terhadap shalat dan memberikan pemahaman tentang hukum-hukum dan hikmahnya sesuai dengan sabda Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> :</p><p>“<em>Shalatlah kamu sebagaimana kamu melihatku shalat</em>.” (HR.Bukhari, 631)</p><p>Juga harus ada kerjasama antara para imam dan para makmum. Di mana masing-masing melaksanakan misinya untuk mewujudkan hasil-hasil yang diharapkan, dengan izin Allah.</p><p>Tinggal satu catatan penting dalam masalah ini, yaitu masalah-masalah yang longgar dan menjadi obyek perbedaan pendapat di antara para ulama besar, terutama masalah-masalah yang disunnahkan atau dianjurkan. Hal itu sama sekali tidak patut menjadi pemicu perpecahan, perseteruan, dan permusuhan di antara sesama muslim. Juga tidak patut disikapi dengan keras atau ditolak dengan tegas. Hal ini tidak bertentangan dengan komitmen terhadap sunah.</p><p>Ibadallah! Bertakwalah kepada Allah dan pahamilah hukum-hukum agama Anda secara mendalam.</p><p
class="arab">إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَآأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا</p><p
class="arab">اللهم صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ وَبارٍكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ مُحَمَّد كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَ عَلَى ألِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ</p><p
class="arab">اللّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالمُؤْمِنَاتِ وَالمُسْلِمِيْنَ وَالمُسْلِمَاتِ الأَحْيَآءُ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبٌ الدَعَوَاتِ وَيَآ قَاضِيَ الحَاجَاتِ</p><p
class="arab">رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْـفِـرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ</p><p
class="arab">رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. اللهم إِنَّا نَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى. اللهم إِنَّا نَعُوْذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ وَتَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ وَفُجَاءَةِ نِقْمَتِكَ وَجَمِيْعِ سَخَطِكَ. وَآخِرُ دَعْوَانَا</p><p
class="arab">أَنِ الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. وَصَلى الله عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.</p><h2>Download Naskah Materi Khutbah Jum’at</h2> <a
class="downloadlink" href="http://khotbahjumat.com/download84" title=" downloaded 2660 times" >Download Ebook Khutbah Jumat Shalat Batas Antara Kita dengan Mereka (2660)</a><p>(Dikutip dari buku : Kumpulan Khutbah Jumat Pilihan Setahun Edisi pertama, ElBA Al-Fitrah, Surabaya</p><p>Kata kunci: Khutbah Jumat, khutbah jum&#8217;at, gaya hidup, naskah khutbah, khotbah, gaya hidup islami, gaya hidup jahili, cobaan, persatuan, renungan, pemutus kenikmatan, kematian, shalat, beramal, cobaan, ikhlas, istiqamah, kasih sayang, rahmat, fitnah, akhir zaman, persiapan menghadapi kematian, pintu-pintu, rezeki, lalai, taubat, tauhid, saudaraku berhentilah!, ujub, keadilan islam, musibah, shalat jumat, <em>meraih surga</em> dengan sabar dan syukur, <strong>wasiat suami dan istri</strong>, rumah tangga, sakinah mawadah wa rohmah, mendidik anak, hati yang istiqomah, 3 wasiat agung rasulullah, Menyelaraskan Kehidupan Dunia dan Akhirat, penyakit hati dan kiat terapinya, batas antara kita dan mereka adalah shalat.</p><p>Artikel www.KhotbahJumat.com</p><h3>Related Posts</h3><ol><li><a
href="http://khotbahjumat.com/potret-haji-indonesia/" rel="bookmark">Potret Haji Kita, Antara Cita-cita dan Fakta</a></li><li><a
href="http://khotbahjumat.com/mengapa-musibah-selalu-datang-menimpa-kita/" rel="bookmark">Mengapa Musibah Selalu Datang Menimpa Kita</a></li><li><a
href="http://khotbahjumat.com/nasehat-bagi-orang-yang-melalaikan-shalat/" rel="bookmark">Nasehat Bagi Orang Yang Melalaikan Shalat</a></li></ol> <strong>Kata Kunci:</strong> <strong>shalat</strong><br
/> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://khotbahjumat.com/batas-antara-kita-dan-mereka-adalah-shalat/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>Penyakit Hati dan Kiat Terapinya</title><link>http://khotbahjumat.com/penyakit-hati-dan-kiat-terapinya/</link> <comments>http://khotbahjumat.com/penyakit-hati-dan-kiat-terapinya/#comments</comments> <pubDate>Tue, 26 Mar 2013 06:12:07 +0000</pubDate> <dc:creator>Admin</dc:creator> <category><![CDATA[Bersih Hati]]></category> <category><![CDATA[Jalan Kebenaran]]></category> <category><![CDATA[Nasehat]]></category> <guid
isPermaLink="false">http://khotbahjumat.com/?p=1739</guid> <description><![CDATA[Hal yang menekankan pentingnya memperhatikan hati adalah bahwa Allah menjadikan hati -sesuai hikmah dan ilmu-Nya sebagai tempat bagi cahaya dan petunjuk-Nya. Hati adalah tempat ilmu pengetahuan. Melalui hati, manusia dapat mengenal Rabbnya. Dengan hati, manusia mengenal nama-nama Allah dan sifat-sifat-Nya. Dengan hati, manusia dapat menghayati ayat-ayat syar&#8217;iyah-Nya. (Redaksi www.khotbahjumat.com) *** Penyakit Hati dan Kiat Terapinya ...<h3>Related Posts</h3><ol><li><a
href="http://khotbahjumat.com/sebab-sebab-penyakit-hati/" rel="bookmark">Sebab-sebab Penyakit Hati</a></li><li><a
href="http://khotbahjumat.com/ujub-penyakit-hati-yang-sangat-berbahaya/" rel="bookmark">Ujub, Penyakit Hati yang Sangat Berbahaya</a></li><li><a
href="http://khotbahjumat.com/kiat-menghadapi-fitnah-dajjal/" rel="bookmark">Kiat Menghadapi Fitnah Dajjal</a></li></ol> ]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p
style="text-align: left;" align="center">Hal yang menekankan pentingnya memperhatikan hati adalah bahwa Allah menjadikan hati -sesuai hikmah dan ilmu-Nya sebagai tempat bagi cahaya dan petunjuk-Nya. Hati adalah tempat ilmu pengetahuan. Melalui hati, manusia dapat mengenal Rabbnya. Dengan hati, manusia mengenal nama-nama Allah dan sifat-sifat-Nya. Dengan hati, manusia dapat menghayati ayat-ayat syar&#8217;iyah-Nya. (Redaksi <a
title="Penyakit Hati" href="http://khotbahjumat.com/penyakit-hati-dan-kiat-terapinya" target="_blank">www.khotbahjumat.com</a>)</p><p
style="text-align: center;" align="center">***<span
id="more-1739"></span></p><p
align="center"><strong>Penyakit Hati dan Kiat Terapinya</strong></p><p
class="arab">إِنّ الْحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ</p><p
class="arab">اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن.</p><p
class="arab">يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ</p><p
class="arab">يَاأَيّهَا النَاسُ اتّقُوْا رَبّكُمُ الّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاءً وَاتّقُوا اللهَ الَذِي تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَام َ إِنّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا</p><p
class="arab">يَاأَيّهَا الّذِيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْلَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا، أَمّا بَعْدُ &#8230;</p><p
class="arab">فَأِنّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الْهَدْىِ هَدْىُ مُحَمّدٍ صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّمَ، وَشَرّ اْلأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةً، وَكُلّ ضَلاَلَةِ فِي النّارِ.</p><p>Hadirin Sidang Jumat yang Terhormat</p><p>Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p><p
class="arab">أَلَا وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ، أَلاَ وَهِيَ الْقَلْبُ.</p><p>&#8220;<em>Ketahuilah bahwa di dalam tubuh terdapat segumpal darah, apabila ia baik maka seluruh tubuh akan baik, dan apabila rusak maka seluruh tubuh akan rusak. Ketahuilah ia adalah hati</em>.&#8221; (HR. Bukhari dan Muslim).</p><p>Sesungguhnya perkara hati merupakan perkara yang besar, sehingga Allah menurunkan kitab suci-Nya untuk memperbaiki hati.</p><p>Hal yang menekankan pentingnya memperhatikan hati adalah bahwa Allah menjadikan hati -sesuai hikmah dan ilmu-Nya sebagai tempat bagi cahaya dan petunjuk-Nya. Hati adalah tempat ilmu pengetahuan. Melalui hati, manusia dapat mengenal Rabbnya. Dengan hati, manusia mengenal nama-nama Allah dan sifat-sifat-Nya. Dengan hati, manusia dapat menghayati ayat-ayat syar&#8217;iyah-Nya. Allah berfirman,</p><p
class="arab">أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ أَمْ عَلَى قُلُوبٍ أَقْفَالُهَا</p><p>&#8220;<em>Maka apakah mereka tidak memperhatikan Alquran ataukah hati mereka terkunci</em>.&#8221; (QS. Muhammad: 24).</p><p>Ayat ini menjelaskan bahwa hati manusia apabila terkunci, maka ia tidak akan dapat memperhatikan dan merenungkan ayat-ayat syar&#8217;iyah-Nya.</p><p>Dengan hati pula manusia dapat merenungkan ayat-ayat kauniyah, yaitu ciptaan Allah yang ada di jagad raya ini dan yang ada di dalam jiwa.</p><p>Allah <em>Ta’ala</em> berfirman,</p><p
class="arab">أَفَلَمْ يَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَتَكُونَ لَهُمْ قُلُوبٌ يَعْقِلُونَ بِهَا أَوْ آذَانٌ يَسْمَعُونَ بِهَا فَإِنَّهَا لَا تَعْمَى الْأَبْصَارُ وَلَكِن تَعْمَى الْقُلُوبُ الَّتِي فِي الصُّدُورِ</p><p>&#8220;<em>Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada</em>.&#8221; (QS. Al-Hajj: 46).</p><p>Melalui ayat ini, Allah menjelaskan bahwa yang menjadi sandaran di dalam mengambil pelajaran terhadap ayat-ayat kauniyah Allah dalam jagat raya dan dalam jiwa adalah kecerdasan dan kesadaran hati.</p><p>Dan hal lain yang menekankan pentingnya menjaga hati adalah bahwa hati merupakan kendaraan yang digunakan seseorang untuk dapat menempuh perjalanan menuju akhirat.</p><p>Faktor penyebab lain yang menekankan pentingnya menjaga hati adalah bahwa salah satu sifat hati yang utama adalah mudah berbalik dan suka berubah. Hati sangat mudah berubah, gampang berbuat, dan tidak menentu. Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p><p
class="arab">لَقَلْبُ ابْنِ آدَمَ أَشَدُّ انْقِلَابًا مِنَ الْقِدْرِ إِذَا اجْتَمَعَتْ غَلْيًا.</p><p>&#8220;<em>Sungguh, hati anak Adam itu sangat (mudah) berbolak-balik daripada bejana apabila ia telah penuh dalam keadaan mendidih</em>.&#8221; (HR. Ahmad).</p><p>Hadirin Sidang Jumat yang Terhormat</p><p>Pada kesempatan kali ini khatib akan membahas tema <em>penyakit hati</em> dan obat penawarnya.</p><p><strong>A. PENYAKIT HATI </strong></p><p><strong>1. Syirik </strong></p><p>Syirik adalah menyekutukan Allah dengan sesuatu yang lain. Orang yang syirik adalah orang yang bergantung kepada selain Allah. Bergantung kepada selain Allah adalah perusak hati yang paling besar. Tidak ada perusak yang lebih berbahaya daripada perusak hati ini, dan tidak ada yang memutuskan kemaslahatan dan kebahagiaan orang melainkan perusak ini. Karena bila seseorang bergantung kepada selain Allah, maka Allah <em>Ta’ala</em> akan mewakilkan urusannya kepada sesuatu yang menjadi tempat dia bergantung tersebut, dan Dia menghinakannya karena tindakannya tergantung kepada selainNya itu. Dia telah kehilangan kesempatan memperoleh tujuannya dari Allah <em>Ta’ala</em> karena dia telah bergantung kepada selain Allah, dan karena dia telah berpaling kepada selainNya. Sehingga bagiannya untuk Allah tidak diterima, sedangkan angan-angannya untuk selain Allah tidaklah sampai.</p><p>Allah <em>Ta’ala</em> berfirman,</p><p
class="arab">وَاتَّخَذُوا مِن دُونِ اللَّهِ آلِهَةً لِّيَكُونُوا لَهُمْ عِزّاً. كَلَّا سَيَكْفُرُونَ بِعِبَادَتِهِمْ وَيَكُونُونَ عَلَيْهِمْ ضِدّاً</p><p>&#8220;<em>Dan mereka telah mengambil sembahan-sembahan selain Allah, agar sembahan-sembahan itu menjadi pelindung bagi mereka. Sekali-kali tidak. Kelak mereka (sembahan-sembahan) itu akan mengingkari penyembahan (pengikut-pengikutnya) terhadapnya, dan mereka (sembahan-sembahan) itu akan menjadi musuh bagi mereka</em>.&#8221; (QS. Maryam: 81-82).</p><p>Maka orang yang paling terlantar adalah orang yang bergantung kepada selain Allah, karena sesuatu yang hilang darinya berupa kemaslahatan, kebahagiaan dan kesenangannya adalah lebih besar daripada sesuatu yang dia dapatkan dari ketergantungannya kepada selain Allah. Bahkan sesuatu yang dia dapatkan itu pun nampak akan hilang dan punah.</p><p>Hadirin <em>Rahimakumullah</em></p><p>Perumpamaan orang yang bergantung kepada selain Allah <em>Ta’ala</em> adalah laksana orang yang berlindung dari panas dan dingin di bawah sarang laba-laba yang merupakan bangunan yang paling rapuh dan lemah.</p><p>Secara global, pondasi dan kaidah dasar kemusyrikan yang di atasnya dibangun sesuatu adalah sikap bergantung kepada selain Allah, dan orang yang melakukannya mendapatkan celaan dan keterlantaran, sebagaimana Allah <em>Ta’ala</em> berfirman,</p><p
class="arab">لاَّ تَجْعَل مَعَ اللّهِ إِلَـهاً آخَرَ فَتَقْعُدَ مَذْمُوماً مَّخْذُولاً</p><p>&#8220;<em>Janganlah kamu adakan tuhan yang lain di samping Allah, agar kamu tidak menjadi tercela dan tidak ditinggalkan (Allah)</em>.&#8221; (QS. Al-Isra`: 22).</p><p><strong>2. Mengikuti Nafsu dan Melakukan Dosa </strong></p><p>Syahwat dan dosa merupakan penyebab kedua kerusakan hati. Allah <em>Ta’ala</em> berfirman,</p><p
class="arab">أَفَرَأَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ إِلَهَهُ هَوَاهُ وَأَضَلَّهُ اللَّهُ عَلَى عِلْمٍ وَخَتَمَ عَلَى سَمْعِهِ وَقَلْبِهِ وَجَعَلَ عَلَى بَصَرِهِ غِشَاوَةً فَمَن يَهْدِيهِ مِن بَعْدِ اللَّهِ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ</p><p>&#8220;<em>Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmuNya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya. Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?</em>&#8221; (QS. Al-Jatsiyah: 23).</p><p>Semua dosa, baik yang besar maupun yang kecil itu merusak hati dan mengeruhkan kebersihannya. Oleh karena itu, Allah memerintahkan agar semua dosa ditinggalkan. Maka setiap orang yang beriman wajib meninggalkan dosa yang lahir maupun yang batin, apalagi dosa-dosa hati sangat berbahaya dan mematikan. Di antara dosa hati yang tersembunyi adalah riya&#8217; yang dapat merusak amal, ujub yang bisa menjadikan amal bagai abu yang bertebaran, dan dengki yang dapat menghapus pahala-pahala kebajikan dan memperbanyak dosa.</p><p>Hadirin Sidang Jumat yang Terhormat</p><p>Imam Ibnul Qayyim memasukkan beberapa hal ke dalam kelompok nafsu yang merusak hati, yaitu, terlalu banyak bergaul, terlalu banyak terbang dalam angan-angan, terlalu kenyang, dan terlalu banyak tidur.</p><p><strong>Terlalu Banyak Bergaul </strong></p><p>Pengaruh-pengaruh yang dapat ditimbulkan oleh terlalu banyak bergaul dengan orang-orang yang tidak baik adalah penuhnya hati oleh asap nafas manusia hingga ia menjadi hitam, menyebabkannya terpecah-belah dan bercerai-berai, gundah gulana dan tertekan, karena menanggung beban yang tidak mampu ditanggungnya berupa rekan-rekan yang buruk, kelalaiannya dari perhatian terhadap maslahat-maslahatnya sendiri, terlalu sibuk dengan rekan-rekan dan masalah-masalah mereka, dan pikirannya terpecah di lembah tuntutan dan kehendak mereka.</p><p>Betapa banyak akibat yang ditimbulkan oleh terlalu banyak bergaul dengan orang-orang yang tidak karuan, seperti turunnya hukuman, dan menolak datangnya kenikmatan. Ia menurunkan ujian, dan membatalkan anugerah, dan ia menjerumuskan ke dalam bahaya yang besar.</p><p>Perangai terlalu banyak bergaul terjadi, karena cinta terhadap dunia untuk melampiaskan keinginan individu terhadap lainnya, bila hakikatnya tersingkap maka ia akan berubah menjadi permusuhan, kemudian orang yang terlalu banyak bergaul akan menyesal, sebagaimana Allah <em>Ta’ala</em> berfirman,</p><p
class="arab">وَيَوْمَ يَعَضُّ الظَّالِمُ عَلَى يَدَيْهِ يَقُولُ يَا لَيْتَنِي اتَّخَذْتُ مَعَ الرَّسُولِ سَبِيلا.ً يَا وَيْلَتَى لَيْتَنِي لَمْ أَتَّخِذْ فُلَاناً خَلِيلاً. لَقَدْ أَضَلَّنِي عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ جَاءنِي وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِلْإِنسَانِ خَذُولاً.</p><p>&#8220;<em>Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zhalim menggigit dua tangannya, seraya berkata, &#8216;Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rasul.&#8217; Kecelakaan besarlah bagiku, kiranya aku (dulu) tidak menjadikan si fulan itu teman akrab(ku). Sesungguhnya dia telah menyesatkanku dari Alquran ketika Alquran itu telah datang kepadaku</em>.&#8221; (QS. Al-Furqan: 27-29).</p><p>Itulah kondisi semua orang yang berserikat dalam suatu tujuan. Mereka saling menyayangi selama saling tolong menolong dalam usaha mencapainya. Bila tujuan itu tidak tercapai maka timbullah penyesalan, kesedihan, dan rasa sakit. Akhirnya cinta itupun berbalik menjadi kebencian, satu sama lain saling melaknat dan menyakiti, sehingga tujuan itupun berubah menjadi kesedihan dan siksaan, sebagaimana yang dapat disaksikan di dunia ini berupa kondisi orang yang berserikat dalam kehinaan bila mereka telah dihukum dan disiksa. Jadi setiap orang yang saling tolong-menolong dan menyayangi dalam kebatilan pasti akan beralih menjadi permusuhan dan kebencian.</p><p>Hadirin <em>Rahimakumullah</em></p><p><strong>Terlalu Banyak Terbang dalam Angan-angan </strong></p><p>Perusak hati selanjutnya adalah, &#8216;terlalu banyak berangan-angan&#8217; yang mana ia akan menjadi bencana bagi seorang yang berilmu. Sebagaimana dinyatakan bahwa berangan-angan adalah modal bagi orang yang bangkrut, dan kendaraannya menuju janji-janji setan berupa khayalan-khayalan yang mustahil dan kebohongan. Angan-angan kosong dan khayalan-khayalan yang batil akan selalu bermain-main dengan para pengendaranya, sebagaimana anjing bermain-main dengan daun kering. Angan-angan kosong dan khayalan-khayalan yang batil adalah barang berharga bagi orang yang berjiwa hina, murah dan rendah.</p><p>Pemilik kemauan yang tinggi dan cita-cita yang mulia meletakkan harapannya pada ilmu, iman, dan amal yang mendekatkan dirinya kepada Allah <em>Ta’ala</em>. Harapan orang yang mulia ini adalah iman, cahaya, dan hikmah. Sedangkan angan-angan bagi mereka adalah tipu daya dan kebohongan.</p><p>Oleh karena itu, Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> memuji orang yang berharap kebaikan, bahkan dalam beberapa hal Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> menjanjikan pahala baginya seperti orang yang melakukan kebaikan tersebut. Seperti bila ada orang yang berharap begini, &#8220;Bila aku memiliki harta, maka aku akan beramal seperti Fulan, yang mengamalkan hartanya karena takwa kepada Tuhannya. Dia menjalin silaturrahim dengannya dan mengeluarkan hak fakir miskin darinya.&#8221; Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> menyatakan,</p><p
class="arab">هُمَا فِي الْأَجْرِ سَوَاءٌ.</p><p>&#8220;<em>Kedua orang tersebut sama pahalanya</em>.&#8221; (HR. Ibnu Majah).</p><p>Hadirin Sidang Jumat <em>Rahimakumullah</em></p><p><strong>Terlalu Kenyang </strong></p><p>Perkara perusak hati berikutnya adalah makanan. Perusak hati dari makanan ada dua macam: Pertama, sesuatu yang merusak dari dirinya sendiri dan dzatnya sendiri, yaitu perkara-perkara yang diharamkan. Yang pertama ini juga terbagi dua: Perkara yang haram karena hak Allah <em>Ta’ala</em>, seperti bangkai dan darah, daging babi, hewan buas yang memiliki taring, burung yang memiliki cakar. Dan ada perkara yang diharamkan karena hak hamba, seperti: Harta curian, harta dari hasil ghasab, dan harta rampasan serta harta yang diambil dari pemiliknya tanpa keridhaan, baik dengan kekuatan atau dengan cara yang tercela. Kedua, sesuatu yang merusak diri seseorang karena melebihi kadar dan batasnya, seperti berlebihan dalam perkara yang halal, terlalu kenyang, yang menyebabkan seseorang tidak bersemangat dalam beribadah, dan dia sibuk dengan urusan perut. Bila dia terlalu banyak makan, maka dia akan sibuk dengan urusan untuk menjaga kesehatan dan mengurangi lemak dan kolesterol, menderita karena terlalu gemuk, dan kekuatan syahwat lebih dominan. Setan pun menjalar di dalamnya karena dia menjalar lewat darah manusia. Maka puasa dapat menyempitkan penyebarannya dan menutup jalannya. Sedangkan kondisi kenyang menjadikan setan leluasa dan lebih luas bergerak. Dan barangsiapa yang makan banyak, minum banyak, maka dia banyak tidur, sehingga dia pun merugi sangat banyak. Dalam hadits yang masyhur disebutkan,</p><p
class="arab">مَا مَلَأَ آدَمِيٌّ وِعَاءً شَرًّا مِنْ بَطْنِهِ، بِحَسْبِ الْآدَمِيِّ لُقَيْمَاتٌ يُقِمْنَ صُلْبَهُ فَإِنْ كَانَ لاَ بُدَّ فَاعِلاً فَثُلُثٌ لِلطَّعَامِ وَثُلُثٌ لِلشَّرَابِ وَثُلُثٌ لِلنَّفَسِ.</p><p>&#8220;<em>Tidak ada yang dipenuhi oleh anak Adam yang lebih buruk daripada perutnya. Cukuplah bagi anak Adam beberapa suap makanan yang menguatkan otot-ototnya, namun bila dia harus memakan makanan yang banyak, maka hendaklah dia mengatur sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga lagi untuk nafas(nya).</em>&#8221; (HR. at-Tirmidzi).</p><p>Bila seorang muslim terjerumus dalam &#8216;terlalu banyak makan&#8217;, maka dia pun tidak akan selamat dari bencana &#8216;terlalu banyak tidur&#8217;, karena keduanya merupakan suatu kelaziman.</p><p><strong>Terlalu Banyak Tidur </strong></p><p>Sesungguhnya &#8216;terlalu banyak tidur&#8217; adalah termasuk perusak hati karena ia bisa mematikannya, memberatkan badan, menyia-nyiakan waktu, mewariskan banyak kealfaan, kelalaian, dan kemalasan. Di antara &#8216;perkara terlalu banyak tidur&#8217; ini ada yang tergolong sangat dibenci, dan ada yang berbahaya dan tidak bermanfaat bagi jasmani. Dan tidur yang paling bermanfaat adalah tidur pada saat sangat dibutuhkan oleh tubuh. Tidur di awal malam adalah lebih terpuji dan lebih bermanfaat daripada tidur di akhir malam. Tidur di tengah hari lebih bermanfaat daripada tidur di salah satu ujungnya. Dan setiap tidur yang lebih mendekat ke salah satu ujung siang hari, maka manfaatnya semakin berkurang dan bahayanya semakin besar, apalagi tidur di waktu Ashar, dan tidur sehabis Shubuh (tidaklah dilakukan) melainkan oleh orang-orang yang bergadang malam.</p><p>Dan di antara tidur yang makruh adalah tidur antara sesudah shalat Shubuh hingga terbit matahari, karena waktu ini adalah waktu yang sangat menguntungkan (untuk mengumpulkan rizki). Dan menurut para peniti jalanNya, bahwa &#8216;berjalan-jalan&#8217; setelah Shubuh memiliki keistimewaan yang sangat besar. Bahkan bila orang berjalan sepanjang malam, maka keistimewaannya tidak akan sama dengan &#8216;berjalan-jalan&#8217; sehabis shubuh hingga matahari terbit, karena ia adalah awal siang dan pembukanya, waktu turunnya rizki, terjadinya pembagian jatah, dan terbukanya keberkahan. Dari waktu inilah, siang beranjak. Dan hukum lainnya mengikuti hukum waktu-waktu tersebut di atas, dan sebaiknya &#8216;tidur di pagi hari&#8217; tidaklah dilakukan kecuali karena terpaksa.</p><p>Secara umum, tidur yang paling seimbang dan bermanfaat adalah tidur di pertengahan awal malam, sampai seperenam terakhir. Dan kadarnya delapan jam. Inilah tidur yang paling seimbang menurut para dokter. Dan bila tidurnya lebih atau kurang maka akan berpengaruh sesuai dengan kadarnya.</p><p><strong>B. OBAT PENAWAR HATI </strong></p><p>Hadirin Sidang Jumat yang Terhormat</p><p><strong>Pertama</strong>, obat hati yang pertama adalah Alquran al-Karim. Allah <em>Ta’ala</em> berfirman,</p><p
class="arab">يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءتْكُم مَّوْعِظَةٌ مِّن رَّبِّكُمْ وَشِفَاء لِّمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ</p><p>&#8220;<em>Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Rabbmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman</em>.&#8221; (QS. Yunus: 57).</p><p>Alquran adalah pelajaran yang paling menyentuh hati bagi orang-orang yang berakal atau mau mendengar. Alquran merupakan obat yang paling mujarab bagi penyakit-penyakit yang ada di dalam dada dan hati. Alquran mengandung penawar bagi penyakit syahwat, syubhat, dan lalai.</p><p>Ibnul Qayyim pernah berkata, &#8220;Inti penyakit hati adalah penyakit syubhat dan nafsu syahwat. Sedangkan Alquran adalah penawar bagi kedua penyakit itu, karena di dalamnya terdapat penjelasan-penjelasan yang qath&#8217;i yang membedakan yang haq dan yang batil, sehingga penyakit syubhat akan hilang. Adapun Alquran memberikan penawar terhadap penyakit nafsu syahwat, karena di dalam Alquran terdapat hikmah, nasihat yang baik, mengajak zuhud terhadap dunia, dan mengutamakan kehidupan akhirat.</p><p>Di antara hal penting bagi setiap orang yang ingin menyelamatkan dan memperbaiki hatinya adalah hendaknya dia mengetahui bahwa cara berobat dengan Alquran itu tidak bisa hanya sekedar dengan membaca Alquran, melainkan harus memahami dan mengambil pelajaran dari berita-berita yang terkandung di dalamnya dan mematuhi hukum-hukumnya.</p><p>Hadirin Sidang Jumat yang Terhormat</p><p><strong>Kedua</strong>, Obat kedua adalah cinta kepada Allah. Cinta kepada Allah merupakan terapi yang paling mujarab bagi hati. Apalagi cinta itu merupakan akar ibadah dan pengabdian. Allah <em>Ta’la</em> berfirman,</p><p
class="arab">وَمِنَ النَّاسِ مَن يَتَّخِذُ مِن دُونِ اللّهِ أَندَاداً يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ اللّهِ وَالَّذِينَ آمَنُواْ أَشَدُّ حُبّاً لِّلّهِ</p><p>&#8220;<em>Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman, mereka amat sangat cinta kepada Allah</em>.&#8221; (QS. Al-Baqarah: 165).</p><p>&nbsp;</p><p><strong>Ketiga</strong>, selalu mengingat Allah <em>Ta’ala</em> dalam setiap keadaan, dengan lisan, hati, dan perbuatan. Jadi, bagian yang diperolehnya dari cinta adalah sesuai dengan kadar dzikirnya.</p><p><strong>Keempat</strong>, mengutamakan cinta Allah <em>Ta’ala</em> kepada sesuatu daripada cinta diri sendiri kepada sesuatu yang lain yang didominasi oleh hawa nafsu, dan berusaha mencapai cinta kepada apa yang dicintai oleh Allah <em>Ta’ala</em> walaupun jalur menuju ke sana sangat sulit.</p><p><strong>Kelima</strong>, menelaah asma dan sifat Allah <em>Ta’ala</em> dengan hati, mempersaksikannya, dan mengenalnya. Hati terus-menerus menelaah hal itu di dalam medan olah makrifah ini. Maka barangsiapa yang mengenal Allah <em>Ta’ala</em> dengan nama-namaNya dan sifat-sifatNya serta perbuatan-perbuatanNya, maka dia pasti mencintaiNya.</p><p><strong>Keenam</strong>, menyaksikan kebaikan, ihsan, dan tanda kekuasaan Allah <em>Ta’ala</em>, serta nikmat-nikmat-Nya yang lahiriyah ataupun batiniyah. Karena semua itu membangkitkan cinta kepada Allah <em>Ta’ala</em>.</p><p><strong>Ketujuh</strong>, yaitu bermunajat kepadaNya, membaca kitabNya, menghadirkan hati di hadapan-Nya, beradab dengan adab ibadah dan penghambaan di hadapan Allah <em>Ta’ala</em>, kemudian diakhiri dengan beristighfar dan bertaubat.</p><p><strong>Kedelapan</strong>, bergaul dengan orang-orang yang mencintai Allah <em>Ta’ala</em> dan orang-orang yang jujur, kemudian memetik buah perkataan mereka yang terbaik sebagaimana memetik buah yang terbaik dan paling ranum. Dan Anda tidak berbicara melainkan bila pembicaraan itu memiliki kemaslahatan, dan Anda mengetahui pasti bahwa pernyataan Anda menambah kebaikan kondisi Anda dan manfaat bagi orang lain. .</p><p
class="arab">فَاسْتَبِقُواْ الْخَيْرَاتِ أَقُوْلُ قَوْلِي هَذا أَسْتَغْفِرُ اللهَ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْمِ</p><p><strong>Khutbah yang kedua</strong></p><p
class="arab">إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَصَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا</p><p>Hadirin yang Berbahagia!</p><p>Menurut khatib, uraian di atas telah menjelaskan secara gamblang bahwa ibadah hati adalah fundamen utama yang mana semua bentuk ibadah ditegakkan di atasnya. Maka dari itu, kebaikan jasad sangat tergantung kepada kebaikan hati. Apabila hati baik dengan ketakwaan dan iman, maka seluruh jasad menjadi baik untuk melakukan ketaatan dan kepatuhan.</p><p>Jadi, iman seseorang tidak akan lurus dan tidak akan baik kecuali jika hatinya lurus dan baik. Maka dari itulah, Allah Yang Maha Mengetahui menggarisbawahi bahwa keselamatan di hari kiamat kelak sangat tergantung kepada keselamatan, kebersihan, dan kebaikan hati. Allah <em>Ta’ala</em> berfirman,</p><p
class="arab">يَوْمَ لَا يَنفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ{88} إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ{89{</p><p>&#8220;<em>Pada hari di mana harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih</em>.&#8221; (QS. Asy-Syu&#8217;ara`: 88-89).</p><p>Dan Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> berdoa,</p><p
class="arab">يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوْبِ، ثَبِّتْ قَلْبِيْ عَلَى دِيْنِكَ.</p><p>&#8220;<em>Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku berpegang teguh pada agama-Mu</em>.&#8221; (HR. at-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad).</p><p
class="arab">اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.</p><p>Akhirnya, marilah kita berdoa kepada Allah <em>Ta’ala</em>, agar menjadikan kita termasuk hamba-hambaNya yang mempunyai hati yang selamat.</p><p
class="arab">إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَآأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا</p><p
class="arab">اللهم صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ وَبارٍكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ مُحَمَّد كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَ عَلَى ألِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ</p><p
class="arab">اللّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالمُؤْمِنَاتِ وَالمُسْلِمِيْنَ وَالمُسْلِمَاتِ الأَحْيَآءُ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبٌ الدَعَوَاتِ وَيَآ قَاضِيَ الحَاجَاتِ</p><p
class="arab">رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْـفِـرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ</p><p
class="arab">رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. اللهم إِنَّا نَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى. اللهم إِنَّا نَعُوْذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ وَتَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ وَفُجَاءَةِ نِقْمَتِكَ وَجَمِيْعِ سَخَطِكَ. وَآخِرُ دَعْوَانَا</p><p
class="arab">أَنِ الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. وَصَلى الله عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ</p><h2>Download Naskah Materi Khutbah Jum’at</h2> <a
class="downloadlink" href="http://khotbahjumat.com/download157" title=" downloaded 1093 times" >Download Khotbah Jumat Penyakit Hat dan Kiat Terapinya (1093)</a><p>(Dikutib dari Buku <em>Kumpulan Khutbah Jumat Pilihan Setahun</em> Edisi ke-2, Darul Haq Jakarta.</p><p>Kata kunci: Khutbah Jumat, khutbah jum&#8217;at, gaya hidup, naskah khutbah, khotbah, gaya hidup islami, gaya hidup jahili, cobaan, persatuan, renungan, pemutus kenikmatan, kematian, shalat, beramal, cobaan, ikhlas, istiqamah, kasih sayang, rahmat, fitnah, akhir zaman, persiapan menghadapi kematian, pintu-pintu, rezeki, lalai, taubat, tauhid, saudaraku berhentilah!, ujub, keadilan islam, musibah, shalat jumat, <em>meraih surga</em> dengan sabar dan syukur, <strong>wasiat suami dan istri</strong>, rumah tangga, sakinah mawadah wa rohmah, mendidik anak, hati yang istiqomah, 3 wasiat agung rasulullah, Menyelaraskan Kehidupan Dunia dan Akhirat, penyakit hati dan kiat terapinya.</p><p>Artikel www.KhotbahJumat.com</p><h3>Related Posts</h3><ol><li><a
href="http://khotbahjumat.com/sebab-sebab-penyakit-hati/" rel="bookmark">Sebab-sebab Penyakit Hati</a></li><li><a
href="http://khotbahjumat.com/ujub-penyakit-hati-yang-sangat-berbahaya/" rel="bookmark">Ujub, Penyakit Hati yang Sangat Berbahaya</a></li><li><a
href="http://khotbahjumat.com/kiat-menghadapi-fitnah-dajjal/" rel="bookmark">Kiat Menghadapi Fitnah Dajjal</a></li></ol> No tags for this post.]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://khotbahjumat.com/penyakit-hati-dan-kiat-terapinya/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> </channel> </rss>
<!-- Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/

Page Caching using memcached
Database Caching 31/73 queries in 0.023 seconds using memcached
Object Caching 1853/1871 objects using memcached
Content Delivery Network via cdn.khotbahjumat.com

 Served from: khotbahjumat.com @ 2013-05-22 15:35:33 by W3 Total Cache -->